Konten dari Pengguna

Kunci Jawaban Modul 3.7 Cinta Allah dan Rasulnya Bagian 7 Pintar Kemenag

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kunci jawaban modul 3.7 Cinta Allah dan Rasul-Nya bagian 7. Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kunci jawaban modul 3.7 Cinta Allah dan Rasul-Nya bagian 7. Foto: Unsplash.

Kementerian Agama (Kemenag) melalui platform Pintar Kemenag menyelenggarakan pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) untuk mengintegrasikan nilai-nilai kasih sayang ke dalam kurikulum madrasah. Pelatihan berbasis Massive Open Online Course (MOOC) ini berlangsung pada 22-28 April 2026 dan memuat pembahasan mendalam, khususnya pada materi Section 3: Pancacinta 1.

Pada section 3 ini, peserta diajak mempelajari modul 3.7 Cinta Allah dan Rasul-Nya bagian 7 yang merangkum seluruh nilai-nilai cinta. Tujuannya untuk memahami pentingnya refleksi spiritual, rasa syukur, dan kasih sayang melalui pendekatan pendidikan.

Bagi yang butuh referensi untuk belajar, simak kunci jawaban modul 3.7 Cinta Allah dan Rasul-Nya bagian 7 selengkapnya berikut ini!

Kunci Jawaban Modul 3.7 Cinta Allah dan Rasul-Nya Bagian 7

Ilustrasi kunci jawaban modul 3.7 Cinta Allah dan Rasul-Nya bagian 7. Foto: Unsplash.

Dikutip dari kanal Youtube Madrosatuna, berikut kunci jawaban modul 3.7 Cinta Allah dan Rasulnya bagian 7.

1. Seorang guru ingin mengajarkan tentang kewajiban salat kepada murid-muridnya dengan pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Manakah langkah yang paling tepat untuk menggeser paradigma dari sisi Jalaliah ke sisi Jamaliah Allah?

A. Menekankan bahwa meninggalkan salat akan berakibat pada siksaan api neraka yang sangat pedih.

B. Menjelaskan bahwa salat adalah bentuk syukur dan sarana berkomunikasi dengan Allah yang Maha Pengasih.

C. Menceritakan kehebatan Allah dalam menciptakan alam semesta agar murid merasa takut dan tunduk.

D. Memberikan poin pelanggaran bagi setiap murid yang terlambat melaksanakan salat berjamaah.

Kunci Jawaban: B

2. Seseorang melaksanakan perintah Allah dengan niat yang bertingkat-tingkat. Pernyataan yang benar di bawah ini yang menunjukan tingkat yang paling rendah adalah ....

A. Melaksanakan perintah Allah penuh dengan keterpaksaan karena tunduk kepada atasan.

B. Melaksanakan perintah Allah penuh dengan mengharap masuk surga-Nya Allah SWT.

C. Melaksanakan perintah Allah penuh dengan rasa takut akan api neraka.

D. Melaksanakan perintah Allah penuh dengan kesadaran dan cinta Allah dan Rasul-Nya.

Kunci Jawaban: C

3. Banyak aktivitas harian seperti sarapan atau berjalan menuju kantor sering kali terasa "biasa-biasa saja," tidak bernilai spiritual. Mengapa hal ini bisa terjadi?

A. Karena kita sering kali lalai dan belum menghadirkan Allah serta menyadari jasa orang lain dalam aktivitas itu.

B. Karena kurangnya waktu yang dialokasikan untuk melakukan refleksi tertulis di tengah kesibukan bekerja.

C. Karena aktivitas tersebut dilakukan secara otomatis tanpa adanya variasi atau inovasi dalam pelaksanaannya.

D. Karena aktivitas tersebut memang bersifat fisik semata yang tidak memiliki kaitan langsung dengan nilai spiritual.

Kunci Jawaban: A

4. Dalam diskusi kelas, beberapa murid berpendapat bahwa manusia memiliki kedudukan paling tinggi sehingga boleh memanfaatkan alam tanpa batas. Guru ingin menanamkan pemahaman bahwa unsur alam harus dipandang setara sebagai ciptaan Allah. Respon guru yang paling tepat adalah ....

A. Mengajak murid mendiskusikan peran manusia dalam mengelola lingkungan.

B. Mengarahkan murid membandingkan manfaat alam bagi kehidupan manusia.

C. Mengajak murid mengkaji dampak kerusakan lingkungan terhadap manusia.

D. Menugaskan murid merefleksikan sikap menghormati seluruh ciptaan Allah.

Kunci Jawaban: D

5. Peran fasilitator dalam sesi refleksi setelah minum teh paling tepat dipahami sebagai ….

A. Pemantik kesadaran peserta melalui pertanyaan reflektif.

B. Pengarah diskusi untuk mencapai jawaban yang seragam.

C. Evaluator pemahaman peserta terhadap narasi yang diberikan.

D. Penyampai informasi tambahan tentang manfaat teh.

Kunci Jawaban: A

6. Dalam KBC, siswa diajak melihat nikmat sederhana sebagai bukti cinta Allah.

A. Pendekatan ini mengarahkan kesadaran menuju cinta kepada Allah.

B. Pendekatan ini membangun hubungan emosional dengan Allah.

C. Pendekatan ini memperluas cara memahami nikmat.

D. Pendekatan ini menekankan sisi jamaliyah Allah.

Kunci Jawaban: A

7. Keterlibatan berbagai unsur tanah, air, mikroba, petani, hingga peran manusia dalam secangkir teh paling tepat dimaknai sebagai ….

A. Interaksi yang terjadi karena kebutuhan ekonomi.

B. Rangkaian proses yang berlangsung secara alamiah.

C. Sistem produksi yang menunjukkan dominasi manusia terhadap alam.

D. Jaringan sebab-akibat yang saling bergantung dalam satu ketetapan sunnatullah.

Kunci Jawaban: D

8. Seorang guru mengajak murid melakukan kegiatan proyek lingkungan. Dalam proyek tersebut, murid diminta merawat tanaman di sekitar madrasah. Namun, beberapa murid merawat tanaman hanya karena tugas dan bukan sebagai bentuk kesadaran spiritual. Tindakan guru yang paling mencerminkan penerapan konsep hierarki wujud dan kesalingterkaitan adalah ….

A. Menugaskan murid membuat laporan tentang manfaat tanaman bagi manusia.

B. Memberikan penilaian tambahan bagi murid yang merawat tanaman dengan baik.

C. Mengingatkan murid bahwa tanaman penting untuk menjaga keindahan lingkungan madrasah.

D. Merawat tanaman merupakan bentuk penghormatan terhadap manifestasi ciptaan Allah.

Kunci Jawaban: D

9. Dalam aktivitas sarapan pagi, bagaimana penerapan konsep 'Cinta Allah dan Rasul-Nya' yang paling sesuai dalam konsep KBC?

A. Membayar harga makanan dengan jujur sebagai bentuk rasa syukur.

B. Mengonsumsi makanan yang halal dan thoyyib sesuai dengan sunnah Rasul.

C. Menghadirkan Allah saat makan dan membayangkan orang-orang yang berjasa dalam prosesnya hingga makanan tersebut tersaji.

D. Berdoa sebelum dan sesudah makan agar aktivitas tersebut mendapatkan keberkahan dari Allah.

Kunci Jawaban: C

10. Analogi menggenggam satu helai kertas bernilai Rp 100.000 digunakan untuk menjelaskan cara kita memandang aktivitas hidup. Apa pesan utama dari perumpamaan tersebut?

A. Bahwa setiap langkah spiritual yang kita ambil harus mampu memberikan keuntungan materi yang nyata bagi kita.

B. Bahwa kertas yang berharga/memiliki nilai harus dijaga agar tidak menurun nilainya.

C. Bahwa nilai sebuah pengalaman hanya bisa diukur jika kita memiliki pembanding yang jelas antara yang berharga dan yang tidak.

D. Bahwa aktivitas yang diiringi kehadiran Allah memiliki nilai yang sangat tinggi sehingga tidak akan disia-siakan.

Kunci Jawaban: D

(FHK)

Baca juga: 15 Contoh Soal CAT Koperasi Desa Merah Putih untuk Persiapan Tes