Konten dari Pengguna

Kunci Jawaban Pintar Kemenag Kurikulum Berbasis Cinta Bagian 7 Modul 3.7

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi kunci jawaban Pintar Kemenag Kurikulum Berbasis Cinta bagian 7. Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kunci jawaban Pintar Kemenag Kurikulum Berbasis Cinta bagian 7. Foto: Unsplash.

Modul 3.7 Cinta Allah dan Rasul-Nya bagian 7 menjadi materi penutup dalam Section 3 pelatihan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di platform Pintar Kemenag. Melalui materi ini, pemahaman peserta tentang pendekatan berbasis cinta dalam pembelajaran akan diuji dengan menjawab sejumlah soal evaluasi.

Agar lebih mudah dalam memahami setiap soal, peserta dapat menjadikan kunci jawaban Pintar Kemenag Kurikulum Berbasis Cinta bagian 7 sebagai bahan referensi belajar. Simak bentuk pertanyaan dan jawaban selengkapnya berikut ini.

Kunci Jawaban Pintar Kemenag Kurikulum Berbasis Cinta Bagian 7 Modul 3.7 Cinta Allah dan Rasul-Nya

Ilustrasi kunci jawaban Pintar Kemenag Kurikulum Berbasis Cinta bagian 7. Foto: Unsplash.

Bersumber dari kanal Youtube Madrosatuna, berikut pertanyaan dan kunci jawaban Pintar Kemenag Kurikulum Berbasis Cinta bagian 7 yang bisa dijadikan bahan latihan.

1. Seorang guru ingin mengajarkan tentang kewajiban salat kepada murid-muridnya dengan pendekatan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Manakah langkah yang paling tepat untuk menggeser paradigma dari sisi Jalaliah ke sisi Jamaliah Allah?

A. Menekankan bahwa meninggalkan salat akan berakibat pada siksaan api neraka yang sangat pedih.

B. Menjelaskan bahwa salat adalah bentuk syukur dan sarana berkomunikasi dengan Allah yang Maha Pengasih.

C. Menceritakan kehebatan Allah dalam menciptakan alam semesta agar murid merasa takut dan tunduk.

D. Memberikan poin pelanggaran bagi setiap murid yang terlambat melaksanakan salat berjamaah.

Jawaban: B

2. Seseorang melaksanakan perintah Allah dengan niat yang bertingkat-tingkat. Pernyataan yang benar di bawah ini yang menunjukan tingkat yang paling rendah adalah ...

A. Melaksanakan perintah Allah dengan penuh keterpaksaan karena tunduk kepada atasan.

B. Melaksanakan perintah Allah dengan mengharap masuk surga-Nya.

C. Melaksanakan perintah Allah dengan penuh rasa takut akan api neraka.

D. Melaksanakan perintah Allah dengan penuh kesadaran dan cinta kepada Allah dan Rasul-Nya.

Jawaban: C

3. Banyak aktivitas harian seperti sarapan atau berjalan menuju kantor sering kali terasa "biasa-biasa saja," tidak bernilai spiritual. Mengapa hal ini bisa terjadi?

A. Karena kita sering kali lalai dan belum menghadirkan Allah serta menyadari jasa orang lain dalam aktivitas itu.

B. Karena kurangnya waktu untuk melakukan refleksi tertulis di tengah kesibukan sehari-hari.

C. Karena aktivitas itu dijalankan secara otomatis tanpa adanya variasi dalam pelaksanaannya.

D. Karena aktivitas tersebut bersifat fisik semata dan tidak memiliki kaitan langsung dengan nilai spiritual.

Jawaban: A

4. Dalam diskusi kelas, beberapa murid berpendapat bahwa manusia memiliki kedudukan paling tinggi sehingga boleh memanfaatkan alam tanpa batas. Guru ingin menanamkan pemahaman bahwa unsur alam harus dipandang setara sebagai ciptaan Allah. Respon guru yang paling tepat adalah ...

A. Mengajak peserta didik mendiskusikan peran manusia dalam mengelola lingkungan.

B. Mengarahkan peserta didik membandingkan manfaat alam bagi kehidupan manusia.

C. Mengajak peserta didik mengkaji dampak kerusakan lingkungan terhadap manusia.

D. Menugaskan peserta didik merefleksikan sikap menghormati seluruh ciptaan Allah.

Jawaban: D

5. Peran fasilitator dalam sesi refleksi setelah minum teh paling tepat dipahami sebagai …

A. Pemantik kesadaran peserta melalui pertanyaan reflektif.

B. Pengarah diskusi untuk mencapai jawaban yang seragam.

C. Evaluator pemahaman peserta terhadap narasi yang diberikan.

D. Penyampai informasi tambahan tentang manfaat teh.

Jawaban: A

6. Dalam KBC, peserta didik diajak melihat nikmat sederhana sebagai bukti cinta Allah. Pernyataan yang paling tepat menggambarkan dampak pendekatan tersebut adalah ...

A. Pendekatan ini mengarahkan kesadaran menuju cinta kepada Allah.

B. Pendekatan ini membangun hubungan emosional dengan Allah.

C. Pendekatan ini memperluas cara memahami nikmat.

D. Pendekatan ini menekankan sisi Jamaliyah Allah.

Jawaban: A

7. Keterlibatan berbagai unsur tanah, air, mikroba, petani, hingga peran manusia dalam secangkir teh paling tepat dimaknai sebagai …

A. Interaksi yang terjadi karena kebutuhan ekonomi.

B. Rangkaian proses yang berlangsung alamiah.

C. Sistem produksi yang menunjukkan dominasi manusia terhadap alam.

D. Jaringan sebab-akibat yang saling bergantung dalam satu ketetapan sunnatullah.

Jawaban: D

8. Seorang guru mengajak murid melakukan kegiatan proyek lingkungan. Dalam proyek tersebut, murid diminta merawat tanaman di sekitar madrasah. Namun, beberapa murid merawat tanaman hanya karena tugas dan bukan sebagai bentuk kesadaran spiritual. Tindakan guru yang paling mencerminkan penerapan konsep hierarki wujud dan kesalingterkaitan adalah …

A. Menugaskan peserta didik membuat laporan tentang manfaat tanaman bagi manusia.

B. Memberikan penilaian tambahan bagi peserta didik yang merawat tanaman dengan baik.

C. Mengingatkan peserta didik bahwa tanaman penting untuk menjaga keindahan lingkungan madrasah.

D. Mengingatkan bahwa merawat tanaman merupakan bentuk penghormatan terhadap manifestasi ciptaan Allah.

Jawaban: D

9. Dalam aktivitas sarapan pagi, bagaimana penerapan konsep Cinta Allah dan Rasul-Nya yang paling sesuai dalam konsep KBC?

A. Membayar harga makanan dengan jujur sebagai bentuk rasa syukur.

B. Mengonsumsi makanan yang halal dan thoyyib sesuai sunnah Rasul.

C. Menghadirkan Allah saat makan dan membayangkan semua pihak yang berjasa hingga makanan tersebut tersaji.

D. Berdoa sebelum dan sesudah makan agar aktivitas tersebut mendapatkan keberkahan dari Allah.

Jawaban: C

10. Analogi menggenggam satu helai kertas bernilai Rp100.000 digunakan untuk menjelaskan cara kita memandang aktivitas hidup. Apa pesan utama dari perumpamaan tersebut?

A. Bahwa setiap langkah spiritual harus mampu memberikan keuntungan materi yang nyata.

B. Bahwa sesuatu yang bernilai harus dijaga agar nilainya tidak menurun.

C. Bahwa nilai sebuah pengalaman hanya bisa diukur jika ada pembanding yang jelas antara yang berharga dan yang tidak.

D. Bahwa aktivitas yang diiringi kehadiran Allah memiliki nilai yang sangat tinggi sehingga tidak akan disia-siakan.

Jawaban: D

(FHK)

Baca juga: Kunci Jawaban Pelatihan pada Modul Cinta Ilmu Bagian 4 di Pintar Kemenag