Latar Belakang Revolusi Prancis yang Terjadi Pada Tahun 1789

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Revolusi Prancis 1789 telah menciptakan efek luar biasa dalam kehidupan sosial-politik masyarakat Prancis. Prinsip revolusi berupa Liberté, Égalité, Fraternité menggerakkan sebuah kekuatan politik baru yang disebut nasionalisme dan dinamis.
Hal ini pertama kali terjadi di Prancis dan menjadi sebab keruntuhan monarki absolut serta hak-hak istimewa para tuan tanah (feodalisme). Revolusi Prancis memunculkan gagasan baru yang turut menciptakan perubahan drastis dalam ranah politik, hukum, dan pemerintahan.
Dikutip dari buku Sejarah Prancis: Pergulatan Peradaban Benua Biru karya Dr. Mohamad Syaefudin, dkk., hal ini dipicu guncangan besar yang terjadi di Prancis selama tahun 1787-1789. Selama periode tersebut, penduduk Prancis bersemangat mendesain ulang lanskap politik negara mereka.
Lantas, bagaimana latar belakang Revolusi Prancis yang sebenarnya? Simak artikel berikut untuk mengetahui penjelasannya.
Latar Belakang Revolusi Prancis
Dijelaskan oleh Sati Sari Dewi dalam buku Hafal Mahir Revolusi Sejarah SMA Kelas 10, 11, 12, latar belakang Revolusi Prancis disebabkan oleh beberapa faktor yang cukup kompleks. Di antaranya ketidakadilan politik, kekuasaan raja yang absolut, krisis ekonomi, dan munculnya paham baru.
Dalam bidang politik, kaum bangsawan memegang peranan yang sangat penting. Sehingga, segala sesuatunya ditentukan oleh mereka, sedangkan raja hanya mengesahkan.
Ketidakadilan dalam bidang ini dapat dilihat dari pemilihan pegawai-pegawai pemerintah yang ditentukan berdasarkan keturunan, bukan berdasarkan profesi atau keahlian. Hal ini menyebabkan administrasi negara menjadi kacau dan berakibat munculnya tindakan korupsi.
Ketidakadilan politik lainnya adalah tidak diperkenankannya masyarakat kecil untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan pemerintahan. Pemerintahan Louis XIV bersifat monarki absolut, di mana raja dianggap selalu benar.
Louis XIV menganut semboyan l'etat c'est moi yang artinya negara adalah saya. Untuk mempertahankan keabsolutannya itu, ia mendirikan penjara Bastille.
Penjara ini diperuntukkan bagi siapa saja yang berani menentang keinginan raja. Penahanan juga dilakukan terhadap orang-orang yang tidak disenangi raja.
Mereka ditahan dengan surat penahanan tanpa sebab (lettre du cas). Absolutisme Louis XIV ini tidak terkendali karena kekuasaan raja tidak dibatasi undang-undang.
Penyebab lain terjadinya Revolusi Perancis adalah adanya krisis keuangan. Kehidupan raja dan para bangsawan istana serta permaisuri Louis XVI, yakni Marie Antoinett dikenal penuh dengan kemewahan dan kemegahan.
Meskipun para ahli sejarah masih memperdebatkan latar belakang Revolusi Prancis, ada beberapa alasan yang dianggap secara umum sebagai penyebabnya, yaitu:
Kaum borjuis yang selama ini tak dilibatkan dalam kekuasaan politik mulai menuntut keterlibatan mereka;
Para petani yang mulai terdidik menyadari situasi yang berkembang dan mereka ingin mengakhiri sistem feodal yang selama ini membebani mereka;
Karya-karya para philosophe paling banyak dibaca di Prancis daripada negara lain;
Keterlibatan kerajaan Prancis pada Revolusi Amerika menyebabkan kerajaan mengalami kebangkrutan;
Prancis adalah kerajaan dengan jumlah penduduk terbanyak di Eropa, sehingga kegagalan panen pada 1788 mengakibatkan krisis pangan yang berimbas pada kesulitan ekonomi; dan
Kerajaan Prancis sejak lama kehilangan kekuasaan ilahiahnya dan telah gagal mengatasi tekanan politik-sosial yang terjadi di lingkungan kekuasaan.
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Kapan Revolusi Prancis terjadi?

Kapan Revolusi Prancis terjadi?
Sekitar tahun 1789.
Apa semboyan yang dianut Louis XIV?

Apa semboyan yang dianut Louis XIV?
l'etat c'est moi yang artinya negara adalah saya.
Apa latar belakang peristiwa Revolusi Prancis?

Apa latar belakang peristiwa Revolusi Prancis?
Dilatarbelakangi oleh permasalahan yang cukup kompleks meliputi politik, kekuasaan raja yang absolut, krisis ekonomi, dan munculnya paham baru.
