Konten dari Pengguna

Learn, Unlearn, dan Relearn Merupakan Perwujudan Kompeten dalam Hal Apa?

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

 Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN). Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN). Foto: Shutter Stock

Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut memiliki perilaku kompeten agar mampu menjalankan tugas secara profesional. Kompeten merupakan salah satu nilai dalam Core Values ASN BerAKHLAK yang harus dimiliki setiap aparatur negara.

Kompeten tidak hanya berkaitan dengan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga sikap untuk terus berkembang mengikuti perubahan. Salah satu bentuk penerapannya tercermin melalui konsep learn, unlearn, dan relearn yang mendorong ASN untuk terus belajar sepanjang waktu.

Lantas, perilaku learn, unlearn, dan relearn merupakan bagian dari perwujudan kompeten dalam hal apa? Simak penjelasan lengkapnya dalam ulasan berikut ini.

Perilaku Learn, Unlearn, dan Relearn Merupakan Perwujudan Kompeten dalam Hal Apa?

Aparatur sipil negara (ASN) memasukan data saat bekerja di kantor Puspemkot Tangerang Selatan di Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (1/4/2026). Foto: Muhammad Iqbal/ANTARA FOTO

Mengacu pada Buku Saku Panduan Perilaku Core Values yang diterbitkan Badan Kepegawaian Negara (BKN), perilaku kompeten diwujudkan dalam beberapa indikator, antara lain meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab tantangan yang terus berubah, membantu orang lain belajar, serta melaksanakan tugas dengan kualitas terbaik.

Salah satu bentuk penerapan nilai kompeten adalah memiliki semangat belajar sepanjang hayat. Dalam praktiknya, semangat tersebut diterapkan melalui konsep learn, unlearn, dan relearn.

Dengan demikian, perilaku learn, unlearn, dan relearn merupakan bagian dari perwujudan kompeten dalam hal meningkatkan kompetensi diri untuk menjawab tantangan yang selalu berubah. Berikut penjelasan masing-masing konsep tersebut:

1. Learn

Learn berarti terus mempelajari pengetahuan dan keterampilan baru. ASN perlu membiasakan diri untuk terus belajar agar mampu mengikuti perkembangan zaman.

Proses belajar dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja, termasuk di lingkungan kerja. Beberapa contoh penerapannya meliputi:

  • Mengikuti pelatihan atau pengembangan kompetensi

  • Membaca berita dan informasi terbaru

  • Mempelajari serta mencoba teknologi baru

  • Membagikan pengetahuan dan pengalaman melalui diskusi atau dialog dengan rekan kerja, bawahan dan atasan

2. Unlearn

Unlearn berarti meninggalkan cara berpikir atau metode kerja lama yang sudah tidak lagi relevan. Proses ini bertujuan agar ASN mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan maupun keahlian baru.

Namun, unlearn bukan berarti melupakan seluruh pengetahuan lama. Hal-hal yang masih relevan tetap dapat dipertahankan, sedangkan cara kerja yang sudah kurang efektif digantikan dengan pendekatan yang lebih sesuai.

Sebagai contoh, seseorang yang sebelumnya mengandalkan media cetak, baliho, atau iklan televisi sebagai saluran utama komunikasi perlu mulai beradaptasi dengan pemanfaatan media digital agar dapat menjangkau masyarakat secara lebih efektif.

3. Relearn

Relearn berarti mempelajari kembali suatu pengetahuan atau keterampilan dengan sudut pandang baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan saat ini. Misalnya, ASN perlu mempelajari kembali cara mengelola waktu saat bekerja dengan sistem kerja jarak jauh (remote), sehingga produktivitas tetap terjaga meski tidak bekerja di kantor.

Baca Juga: Apakah Verifikator Usulan Dokumen MyASN Hanya Terdiri atas Satu Jenis?

(SA)