Lebaran Tahun 2026 Berapa Hijriah? Ini Penjelasan dalam Kalender Islam

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap menjelang akhir bulan Ramadan, pertanyaan tentang Lebaran kembali banyak dicari. Selain ingin mengetahui tanggal hari raya, masyarakat juga penasaran Idul Fitri tahun tersebut sudah memasuki tahun hijriah ke berapa.
Kalender hijriah memang menjadi acuan utama dalam penentuan waktu ibadah umat Islam. Sistem penanggalan ini berbeda dengan kalender masehi karena mengikuti peredaran bulan.
Hal inilah yang membuat angka tahun hijriah terus bertambah seiring pergantian bulan dalam kalender Islam. Pertanyaannya, Lebaran tahun 2026 berapa hijriah?
Lebaran Tahun 2026 Berapa Hijriah?
Lebaran atau Idul Fitri jatuh setiap 1 Syawal dalam kalender hijriah. Bulan Syawal merupakan bulan ke-10 setelah Ramadan yang menandai berakhirnya kewajiban ibadah puasa selama satu bulan penuh.
Jika merujuk pada kalender Islam, Lebaran tahun 2026 jatuh pada 1 Syawal 1447 Hijriah. Dengan demikian, Idul Fitri tahun ini sudah memasuki tahun 1447 H.
Meski begitu, ada kemungkinan perbedaan soal penetapan tanggal 1 Syawal 1447 H antara Muhammadiyah dan pemerintah. Hasil hisab Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) menetapkan Idul Fitri 1447 H jatuh pada 20 Maret 2026.
Sementara itu, pemerintah melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 menyampaikan bahwa libur Lebaran 2026 diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026. Meski demikian, penetapan resmi hari raya tetap mengacu pada hasil sidang isbat yang digelar Kamis (19/3).
Perhitungan Tahun Hijriah dalam Islam
Penanggalan hijriah merupakan sistem kalender yang dihitung berdasarkan peredaran bulan mengelilingi bumi. Penanggalan ini juga lebih dikenal dengan sebutan tahun hijriah.
Dalam buku Perkembangan Perumusan Kalender Islam Internasional oleh Muh. Rasywan Syarif dijelaskan bahwa cikal bakal kalender hijriah merupakan kelanjutan dari kalender Arab pra-Islam yang menggunakan sistem kamariah, kemudian mengalami sejumlah penyesuaian sesuai syariat Islam.
Perhitungan tahun hijriah dimulai sejak peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah pada tahun 622 Masehi. Peristiwa tersebut dipilih sebagai awal penanggalan Islam karena memiliki makna penting dalam sejarah perkembangan umat Islam. Selain itu, hijrah juga menjadi simbol perubahan menuju kondisi yang lebih baik.
Kalender hijriah memiliki beberapa prinsip dasar dalam penentuan waktunya, yakni:
Dalam kalender hijriah satu tahun hijriah terdapat 12 bulan, yaitu Muharram, Safar, Rabiul Awal, Rabiul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Sya'ban, Ramadan, Syawal, Zulkaidah, dan Zulhijah.
Penentuan awal bulan didasarkan pada fase bulan. Pergantian bulan dapat diketahui melalui pengamatan hilal atau melalui perhitungan pergerakan bulan dan Matahari yang disebut dengan hisab.
Setiap bulan dalam kalender hijriah terdiri dari 29 atau 30 hari yang biasanya disebut dengan rukyat.
Dalam kalender hijriah pergantian hari dimulai sejak matahari terbenam atau waktu magrib.
Baca Juga: Lebaran Ketupat 2026 Tanggal Berapa? Cek Tanggal dan Filosofinya
(SA)
