Konten dari Pengguna

Lembar Rencana Pengembangan Diri Modul 2.3 Guru Penggerak

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mengerjakan lembar rencana pengembangan diri modul 2.3. Foto: Unsplash/Parker Byrd
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mengerjakan lembar rencana pengembangan diri modul 2.3. Foto: Unsplash/Parker Byrd

Daftar isi

Calon Guru Penggerak (CPG) diminta untuk mempelajari praktik pembelajaran yang berpihak kepada peserta didik. Salah satunya adalah membuat lembar rencana pengembangan diri modul 2.3.

Lembar rencana pengembangan diri tersebut diisi berdasarkan kompetensi yang hendak dikembangkan CPG selama pelatihan enam bulan. Dokumen ini juga perlu dilengkapi dengan cara mengatasi faktor penghambat atau tantangan.

Untuk melihat gambaran cara membuat lembar rencana pengembangan diri modul 2.3, simak penjelasan di bawah ini.

Contoh Isi Lembar Rencana Pengembangan Diri Modul 2.3

Ilustrasi mengerjakan lembar rencana pengembangan diri modul 2.3. Foto: Unsplash/Jeswin Thomas

Dikutip dari situs Kemendikbud, pendidikan guru penggerak adalah program pelatihan khusus guru-guru di seluruh Indonesia untuk meningkatkan keterampilan sehingga dapat menjadi pemimpin pembelajaran di sekolah. Pelatihan tersebut dilakukan secara daring selama enam bulan.

Selama mengikuti program, CGP akan diberikan tiga modul yang berisi berbagai topik pembelajaran. Modul pertama berisi paradigma dan visi guru penggerak. Kemudian, di modul kedua berisi praktik pembelajaran yang berpihak pada murid dan modul terakhir tentang pemimpin pembelajaran dalam pengembangan sekolah.

Lembar rencana pengembangan diri sebagaimana dibahas dalam artikel ini terdapat pada modul kedua. Pada modul ini, topik-topik yang disajikan akan membantu guru dalam meningkatkan potensi setiap peserta didik dan rekan sejawat.

Lembar rencana pengembangan diri dapat diunduh melalui akun masing-masing CGP. Di dalam lembar tersebut berisi empat poin, yakni aktivitas pengembangan, tujuan yang hendak dicapai, ukuran keberhasilan, pendukung, dan waktu.

Menyadur Pendidikan Guru Penggerak oleh Monika Irayati, CEC, dkk., berikut contoh lembar rencana pengembangan diri modul 2.3:

Lembar Rencana Pengembangan Diri

Nama Guru: Arif Sumadi, S.Pd.

NIK: 23447xxxx

Coach/Supervisor: Arisma Indah, S.Psi

Tahun Pelajaran: 2023 - 2024

Sekolah: SMP 1 XYZ

Kelas: VII

Mata Pelajaran: IPA (Materi Pengembangan Hewan)

Aktivitas Pengembangan

Penerapan pembelajaran diferensiasi dengan menggunakan model diskusi.

Tujuan yang Hendak Dicapai

- Menciptakan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

- Menciptakan suasana belajar yang sesuai dengan gaya belajar peserta didik.

- Siswa mampu mengamati dan mengidentifikasi jenis-jenis perkembangbiakan hewan melalui video (kontekstual).

- Siswa mampu menyebutkan dan menggolongkan perkembangbiakan hewan secara mandiri.

- Melalui kegiatan diskusi kelompok siswa mampu bekerja sama dalam kelompok.

- Siswa dapat bekerjasama/kolaborasi dengan kelompok secara baik.

- Siswa mampu mempresentasikan hasil kerja kelompoknya secara bergiliran.

- Terbentuknya karakter siswa yang mandiri.

- Terbentuknya kerjasama dan tanggung jawab dalam kelompok.

- Siswa mampu berpikir kritis dalam menyelesaikan tugasnya dan mengajukan pertanyaan terhadap kelompok lain.

Ukuran Keberhasilan

- Terciptanya pembelajaran yang aktif kreatif dan menyenangkan.

- Terpenuhinya kebutuhan belajar sesuai dengan bakat dan gaya belajar siswa sendiri.

- Terciptanya ruang kolaborasi di dalam kelompok.

- Terbentuknya karakter peserta didik yang mandiri dalam belajar rasa ingin tahu.

- Terbentuknya kerjasama dan tanggung jawab dalam kelompok.

- Terbentuknya kemampuan siswa yang bernalar krisis.

Pendukung

- Sumber belajar sesuai kebutuhan, seperti video pembelajaran, buku teks, buku bacaan, dan lainnya.

- Perangkat pembelajaran yang dibuat guru.

Waktu

2 x 35 menit

Aktivitas Pengembangan

Penerapan pendidikan sosial dan emosional.

Tujuan yang Hendak Dicapai

- Pengembangan pendidikan sosial emosional, seperti kesadaran diri, kesadaran sosial, keterampilan sosial, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.

- Memunculkan kesadaran diri siswa dengan melakukan berbagai kegiatan, seperti berdoa sebelum dan sesudah pembelajaran, mindfullness sebelum pembelajaran, membuat keyakinan kelas sebelum pembelajaran, memilih sumber belajar sesuai dengan minatnya masing-masing.

- Kesadaran diri dengan melakukan kolaborasi dalam kelompok, sarasa saling empati, dan bekerjasama.

- Pengambilan keputusan yang bertanggung jawab, seperti membuat kesimpulan dalam tugas kelompok, mempresentasikan hasil kerja kelompok.

Ukuran Keberhasilan

- Terbentuknya kompetensi sosial emosional dalam pembelajaran.

- Mengembangkan nilai-nilai pembiasaan yang positif dan menumbuhkan budaya positif dalam pembelajaran.

- Menciptakan game-game pembelajaran yang menarik.

- Kreativitas inovasi siswa dalam pembelajaran muncul.

Pendukung

- Metode dan strategi yang dirancang guru.

- Game-game atau ice breaking.

- Video, laptop, dan alat pengeras suara.

Waktu

Selama pembelajaran.

Disepakati bersama

Hari: Kamis

Tanggal: 20 Februari 2024

Guru Supervisor

(Arif Sumadi, S.Pd.) (Arisma Indah, S.Psi)

Baca Juga: Jawaban Refleksi Awal Modul 2.3 Guru Penggerak yang Bisa Jadi Referensi

Materi Modul 2.3 Guru Penggerak

Ilustrasi guru penggerak. Foto: Pexels/Andrea Piacquadio

Modul kedua guru penggerak membahas tentang praktik pembelajaran yang berpihak pada peserta didik. Pada modul ini, guru akan mendapatkan topik-topik yang berguna untuk meningkatkan pembelajaran, salah satunya melalui coaching dari supervisi akademik.

Coaching merupakan proses kolaborasi yang berfokus pada solusi dan berorientasi pada hasil untuk memaksimalkan potensi pengalaman hidup, pertumbuhan individu, dan pembelajaran diri.

Relasi guru dengan guru coaching dapat meningkatkan performa kinerja atau menyelesaikan sebuah masalah. Adapun, proses coaching dilakukan dengan prinsip kesetaraan.

Artinya, coach atau supervisor memiliki kedudukan yang setara dengan guru. Coaching akan lebih menekankan pada upaya mencari solusi untuk mencapai tujuan tertentu, bukan memberikan solusi kepada seseorang.

Mengutip dari Modul 2.3 Guru Penggerak: Supervisi Akademik terbitan Kemdikbud, adapun paradigma berpikir coaching yang harus dimiliki setiap guru penggerak yaitu:

1. Fokus pada Coachee

Saat melakukan coaching, guru penggerak harus fokus pada topik percakapan yang diberikan coachee, bukan situasi yang dibawa coachee.

2. Bersikap Terbuka dan Rasa Ingin Tahu

Seorang coach harus bersikap terbuka dengan pemikiran dan karakter coachee. Hal tersebut dapat diterapkan dengan berpikir netral terhadap apa yang dilakukan dan dikerjakan coachee.

3. Memiliki Kesadaran Diri yang Kuat

Coach harus mampu menangkap adanya perubahan emosi atau energi yang terjadi selama pembicaraan dengan rekan sejawat.

4. Mampu Melihat Peluang

Coach harus mampu membantu coachee dalam melihat peluang yang ada di masa depan dengan mempertimbangkan potensi yang dimiliki saat ini.

(NSF)