Link dan Cara Download Sertifikasi Haji 2026 lewat Kartu Nusuk

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) membagikan panduan bagi jemaah yang ingin mengunduh sertifikat haji setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji. Sertifikat ini dapat diakses secara digital melalui layanan Kartu Nusuk.
Meski tidak berfungsi sebagai dokumen identitas resmi maupun bukti hukum, sertifikat haji digital memiliki nilai simbolis bagi para jemaah. Banyak orang menyimpannya sebagai kenang-kenangan perjalanan, arsip pribadi, sekaligus bukti telah menunaikan ibadah haji.
Karena tersedia dalam format digital, sertifikat ini dapat disimpan di perangkat pribadi, dicetak, maupun dibagikan kepada keluarga. Bagi jemaah yang masih bingung bagaimana mengaksesnya, berikut link dan cara download sertifikat haji 2026 yang perlu diketahui.
Link dan Cara Download Sertifikasi Haji 2026
Jemaah dapat mengakses link sertifikat haji dengan memindai barcode atau kode QR yang tertera pada Kartu Nusuk. Berdasarkan informasi dari unggahan Instagram @kemenhajri, berikut cara download sertifikat haji 2026 yang perlu dipahami.
1. Scan Kode QR Kartu Nusuk
Buka kamera HP atau aplikasi pemindai QR, lalu arahkan ke kode QR yang terdapat pada Kartu Nusuk.
2. Pilih Bahasa Tampilan
Setelah halaman terbuka, tentukan bahasa yang akan digunakan, yaitu Bahasa Arab atau Bahasa Inggris.
3. Akses Sertifikat Haji
Tekan menu "View Certificate" untuk masuk ke halaman sertifikat haji digital.
4. Atur Bahasa Sertifikat
Pilih bahasa sertifikat sesuai preferensi sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya.
5. Tampilkan Sertifikat
Klik "Preview Certificate" untuk melihat sertifikat haji. Dari halaman ini, sertifikat juga dapat disimpan dalam bentuk gambar.
6. Simpan dalam Format PDF
Pilih opsi "Download PDF" untuk mengunduh sertifikat. File PDF tersebut dapat disimpan sebagai arsip pribadi, dicetak, atau dibagikan kepada keluarga.
Sekilas tentang Kartu Nusuk
Dikutip dari buku Melayani Tamu Allah: Catatan Perjalanan Petugas Haji Kloter, Kartu Nusuk tidak dicetak di Indonesia, melainkan diterbitkan oleh otoritas Arab Saudi dan dibagikan kepada jemaah saat berada di Makkah. Kartu berbahan PVC ini didominasi warna putih dan cokelat.
Pada bagian depan kartu tercantum foto dan identitas pemilik, mulai dari nama lengkap, nomor paspor, negara asal, nomor visa atau registrasi haji, jadwal layanan, lokasi akomodasi, hingga kode QR untuk keperluan verifikasi.
Tidak hanya berfungsi sebagai identitas, kartu ini juga menjadi akses ke berbagai layanan digital. Berikut beberapa fungsi lainnya:
Syarat masuk ke Masjidil Haram.
Akses ke area ibadah seperti Masjidil Haram, Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Mendukung keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan ibadah haji.
Baca juga: 3 Fungsi Kartu Nusuk Haji yang Seperti Nyawa Kedua bagi Jemaah Haji
(RK)
