Makna Filsafat Pancasila, Sistem Mendasar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pancasila sebagai sistem filsafat memiliki arti penggunaan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa. Ir Soekarno sejak awal menyebut Pancasila sebagai sebuah philosopische grondslag atau fundamen filsafat.
Artinya, sejak awal Pancasila memang dirancang untuk dijadikan sistem mendasar bagi kehidupan bangsa Indonesia. Sistem mendasar ini tidak lain terinspirasi dari masyarakat Indonesia itu sendiri.
Para pendiri bangsa merenung untuk menemukan nilai-nilai filosofis yang menjadi identitas bangsa Indonesia. Mereka tidaklah menciptakan Pancasila, melainkan memperjelas nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat yang bersifat implisit.
Kemudian mereka menyuguhkannya dalam bentuk yang lebih konkret. Hingga akhirnya diperolehlah lima nilai Pancasila yang memuat inti kehidupan bangsa Indonesia, yakni berketuhanan, berkemanusiaan, berpersatuan, berkekeluargaan, dan berkeadiIan.
Makna Pancasila sebagai Sistem Filsafat
Pancasila adalah dasar filsafat kenegaraan Indonesia sekaligus falsafah hidup bangsa. Pancasila berisi nilai kearifan lokal yang sudah ada di tengah-tengah masyarakat sejak lama.
Itulah mengapa Ir. Soekarno enggan disebut sebagai “pencipta” Pancasila. "Aku tidak mengatakan bahwa aku menciptakan Pancasila. Apa yang kukerjakan hanyalah menggali jauh ke dalam bumi kami, tradisi-tradisi kami sendiri, dan aku menemukan lima butir mutiara yang indah," ungkap Bung Karno dalam pidato perumusan Pancasila.
Sebelum membahas lebih jauh mengenai filsafat Pancasila, penting untuk mengetahui lebih dulu pengertian filsafat. Mengutip buku Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan oleh Edi Rohani, filsafat bisa dimaknai sebagai pandangan hidup seseorang atau kelompok yang merupakan konsep dasar dari kehidupan yang dicita-citakan.
Filsafat juga dapat diartikan sebagai cara berpikir dan memandang realita dengan sedalam-dalamnya untuk memperoleh kebenaran dan gambaran keseluruhan.
Sementara itu, sistem menurut Sri Rahayu dalam buku Pendidikan Pancasila & Kewarganegaraan umumnya memiliki ciri sebagai berikut:
Suatu kesatuan bagian-bagian.
Saling berhubungan, saling ketergantungan.
Kesemuanya dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan bersama.
Terjadi dalam suatu lingkungan yang kompleks.
Adapun dinyatakan oleh Ali Mudhofir hal-hal yang bersangkutan dengan dengan sistem adalah sebagai berikut:
Dalam suatu sistem termuat adanya sejumlah unsur atau bagian, dalam suatu sistem unsur abstrak ini berwujud sebuah pandangan dan ajaran tentang sesuatu hal.
Unsur-unsur di dalam sebuah sistem saling berhubungan sehingga merupakan sebuah kesatuan yang menyeluruh.
Hubungan di antara unsur-unsur tersebut bersifat tetap dan tidak mengandung kontradiksi.
Dalam suatu sistem termuat adanya maksud atau tujuan yang ingin dicapai.
Dengan demikian, konsep Pancasila sebagai sistem filsafat adalah suatu kesatuan yang saling berkaitan serta berkualifikasi antara satu sila dengan sila lainnya, sehingga membentuk suatu struktur yang menyeluruh untuk tujuan tertentu.
Selain itu, Pancasila dimaknai sebagai sebuah filsafat karena menjadi acuan intelektual bagi cara berpikir bangsa. Artinya, Pancasila digunakan sebagai pandangan hidup dalam kegiatan praktis.
Menurut Bakry (1994), Pancasila merupakan sistem filsafat karena memenuhi ciri-ciri berpikir kefilsafatan, yaitu:
Bersifat koheren, artinya berhubungan satu sama lain secara runtut, tidak mengandung pernyataan yang saling bertentangan. Nilai-nilai Pancasila tidak bertentangan, bahkan saling melengkapi.
Bersifat menyeluruh, yakni mencakup segala hal yang terdapat dalam kehidupan manusia. Pancasila mewadahi semua kehidupan dan dinamika masyarakat di Indonesia.
Bersifat mendasar, artinya suatu bentuk perenungan mendalam yang sampai ke inti permasalahan sehingga menemukan aspek yang sangat fundamental. Pancasila dirumuskan berdasarkan inti mutlak tata kehidupan manusia untuk menghadapi diri sendiri, sesama manusia, dan Tuhan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Bersifat spekulatif, artinya buah pikir hasil perenungan berdasarkan penalaran logis. Pancasila merupakan buah pikir dari tokoh-tokoh kenegaraan yang kemudian dibuktikan kebenarannya melalui rangkaian diskusi dan dialog panjang dalam sidang BPUPKI dan PPKI.
Sementara menurut Ruslan Abdul Gani, Pancasila disebut sebagai filsafat karena merupakan hasil perenungan jiwa yang mendalam oleh para founding fathers atau pendiri bangsa Indonesia.
Sastrapratedja menegaskan bahwa fungsi utama Pancasila sebagai dasar filsafat adalah menjadi dasar politik yang mengatur dan mengarahkan segala kegiatan yang berkaitan dengan kehidupan kenegaraan seperti perundang-undangan, pemerintahan, dan perekonomian nasional.
Pancasila juga mengarahkan hidup berbangsa, hubungan warga negara dengan negara, dan hubungan antar sesama warga negara, serta usaha-usaha untuk menciptakan kesejateraan bersama.
Karakteristik Sistem Filsafat Pancasila
Mengutip buku Pancasila Sebagai Sistem Filsafat karya Rowland Bismark Fernando Pasaribu, karakteristik sistem filsafat Pancasila yaitu:
Pancasila merupakan kesatuan bagian-bagian yang disusun secara hierarkis.
Tiap sila Pancasila tidak dapat berdiri sendiri dan tidak saling bertentangan.
Di antara sila-sila Pancasila ada hubungan yang saling mengikat antara yang satu dengan yang lain, sehingga Pancasila merupakan satu kesatuan yang bulat, dapat digambarkan sebagai berikut:
Sila 1 meliputi, mendasari, dan menjiwai sila 2, 3, 4, dan 5.
Sila 2 diliputi, didasari, dan dijiwai sila 1, serta mendasari dan menjiwai sila 3, 4, dan 5.
Sila 3 diliputi, didasari, dan dijiwai sila 1, 2, serta mendasari dan menjiwa; sila 4 dan 5.
Sila 4 diliputi, didasari, dan dijiwai sila 1, 2, dan 3, serta mendasari dan menjiwai sila 5.
Sila 5 diliputi, didasari, dan dijiwai sila 1, 2, 3, dan 4.
Urgensi Pancasila sebagai Sistem Filsafat
Melansir laman Gunadarma, urgensi Pancasila sebagai sistem filsafat adalah karena memenuhi ciri-ciri berpikir kefilsafatan, di antaranya sebagai berikut:
1. Bersifat koheren
Sila yang satu dengan lainnya saling berhubungan dan tidak mengandung pernyataan yang saling bertentangan. Meski demikian, isinya tetap berbeda dan tiap bagian mempunyai fungsi serta kedudukan tersendiri.
2. Bersifat menyeluruh
Pancasila dapat mewadahi semua kehidupan dan dinamika masyarakat di Indonesia.
3. Bersifat mendasar
Pancasila dirumuskan berdasarkan inti mutlak tata kehidupan bangsa Indonesia untuk menghadapi diri sendiri, sesama manusia, dan Tuhan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
4. Bersifat spekulatif
Pada mulanya, Pancasila dijadikan sebagai dasar negara karena buah pikir dari tokoh-tokoh kenegaraan, tapi kemudian dibuktikan kebenarannya melalui rangkaian diskusi dan dialog panjang dalam sidang BPUPKI dan PPKI.
Pancasila sebagai sistem filsafat merupakan ajaran-ajaran yang terkoordinasi, sebagaimana yang diuraikan oleh Ali Mudhofir dalam makalahnya yang berjudul Pancasila sebagai sistem kefilsafatan.
Desak Made Yoiartini menegaskan dalam Buku Ajar Pendidikan Kewarganegaraan untuk Perguruan Tinggi, tantangan Pancasila sebagai sistem filsafat Indonesia adalah agar Pancasila tetap relevan dengan kondisi bangsa dan negara saat ini dan dapat menghalau adanya filsafat-filsafat yang dapat menggerogoti Pancasila sebagai sistem filsafat bangsa.
(ERA & NDA)
Frequently Asked Question Section
Apa makna filsafat Pancasila menurut kehidupan bermasyarakat?

Apa makna filsafat Pancasila menurut kehidupan bermasyarakat?
Dengan demikian, konsep Pancasila sebagai sistem filsafat adalah suatu kesatuan yang saling berkaitan serta berkualifikasi antara satu sila dengan sila lainnya, sehingga membentuk suatu struktur yang menyeluruh untuk tujuan tertentu.
Mengapa Pancasila dimaknai sebagai sebuah filsafat?

Mengapa Pancasila dimaknai sebagai sebuah filsafat?
Pancasila dimaknai sebagai sebuah filsafat karena menjadi acuan intelektual bagi cara berpikir bangsa. Artinya, Pancasila digunakan sebagai pandangan hidup dalam kegiatan praktis.
Apa fungsi utama Pancasila sebagai dasar filsafat?

Apa fungsi utama Pancasila sebagai dasar filsafat?
Fungsi utama Pancasila sebagai dasar filsafat adalah menjadi dasar politik yang mengatur dan mengarahkan segala kegiatan yang berkaitan dengan kehidupan kenegaraan seperti perundang-undangan, pemerintahan, dan perekonomian nasional.
