Konten dari Pengguna

Makna Penjor Galungan bagi Masyarakat Hindu di Bali

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Makna Penjor Galungan Foto: www.diving-indo.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Makna Penjor Galungan Foto: www.diving-indo.com

Makna Penjor Galungan bagi umat Hindu di Bali adalah persembahan rasa terima kasih kepada bumi atau pertiwi yang sudah memberikan tempat hidup dan kesejahteraan. Bisa dikatakan bahwa penjor adalah salah satu sarana yang dipakai untuk merayakan Hari Raya Galungan.

Penjor terbuat dari bahan-bahan alami seperti sebatang bambu yang ujungnya melengkung, lalu dihiasi dengan berbagai jenis reringkitan atau variasi dari daun janur atau daun enau yang masih muda. Penjor juga dilengkapi dengan gantungan pada bagian atas bambu tepat di lengkungannya.

Sebenarnya, apa makna Penjor Galungan bagi masyarakat di Bali, khususnya umat Hindu? Simak penjelasannya di bawah ini.

Apa Makna Penjor Galungan?

Ilustrasi Penjor Galungan Foto: theelysian.com

Dikutip dari buku Ensiklopedi Upakara yang disusun oleh I Nyoman Jati dkk., Penjor Galungan adalah penjor yang bersifat religius, yang memiliki fungsi tertentu dalam upacara keagamaan. Penjor Galungan berisi sanggah penjor, pala bungkah, pala gantung, sampiyan, lamak, dan jajan.

Secara etimologis, penjor artinya pengajum atau pengastawa. Istilah ini menjadi kata benda jika dihilangkan huruf “ny”, yaitu Penyor, yang artinya sarana untuk melaksanakan Pengastawa.

Mengutip Jurnal Studi Kultural Volume 1 Nomor 2 Juni 2016 terbitan oleh An1mage, Penjor adalah simbol dari Naga Basukih yang berarti kesejahteraan dan kemakmuran. Selain itu, Penjor juga melambangkan gunung yang memberikan keselamatan dan kesejahteraan.

Unsur-unsur Penjor Galungan

Ilustrasi Makna Penjor Galungan Foto: Bali Now/Ruben Hutabarat

Sebagai salah satu sarana yang harus disertakan saat Hari Raya Galungan, Penjor wajib dibuat dengan semua perlengkapannya. Pembuatannya pun harus dengan ketentuan agar tidak terkesan hanya sebagai hiasan.

Ada beberapa unsur-unsur Penjor yang merupakan simbol-simbol suci. Berikut ini untuk penjelasan dari masing-masing unsur Penjor seperti yang dikutip dari Ensiklopedi Upakara:

  • Kain putih sebagai simbol kekuatan Hyang Iswara.

  • Bambu sebagai simbol dan kekuatan Hyang Brahma.

  • Kelapa sebagai simbol kekuatan Hyang Rudra.

  • Janur sebagai simbol kekuatan Hyang Mahadewa.

  • Daun-daunan (plawa) sebagai simbol kekuatan Hyang Sangkara.

  • Phala bungkah atau phala gantung sebagai simbol kekuatan Hyang Wisnu.

  • Tebu sebagai simbol kekuatan Hyang Sambu.

  • Sanggah Ardha Candra sebagai simbol kekuatan Hyang Siwa.

  • Upakara atau Banten sebagai simbol kekuatan Hyang Sadha Siwa dan Parama Siwa.

Pemasangan dan Pencabutan Penjor Galungan

Ketika menyambut Hari Raya Galungan, umat Hindu di Bali akan memasang penjor pada hari Selasa Anggara warwuku Dungulan (Penampahan Galungan). Biasanya, penjor dipasang di sebelah timur pintu masuk pekarangan.

Setelah itu, penjor akan dicabut pada Buda Kliwon Pahang yang disebut juga dengan Buda Kliwon Pegatwakan atau Pegat Warah. Ini merupakan hari berakhirnya seluruh rangkaian upacara Galungan. Setelah dicabut, penjor akan dibersihkan dan dibakar.

Baca Juga: Pengaruh Hindu Buddha dalam Pembukaan Lahan di Indonesia

(SFN)