Konten dari Pengguna

Makna Tema dan Logo Hari Pahlawan 2021 Beserta Sejarah Singkatnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tema dan Logo Hari Pahlawan 2021. Foto: Kementerian Sosial
zoom-in-whitePerbesar
Tema dan Logo Hari Pahlawan 2021. Foto: Kementerian Sosial

Terdapat satu peringatan penting untuk bangsa Indonesia setiap tanggal 10 November, yakni Hari Pahlawan. Tujuan dari peringatan ini adalah untuk mengenang jasa para pahlawan dalam pertempuran Surabaya pada 10 November 1945.

Penetapan Hari Pahlawan ini tertuang dalam Surat Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 dan ditandatangani oleh Presiden Soekarno. Pada tahun ini, Hari Pahlawan jatuh pada Rabu (10/11).

Setiap tahunnya, pemerintah mengangkat tema dan merilis logo Hari Pahlawan yang berbeda-beda. Lantas, apa tema dan logo Hari Pahlawan tahun ini? Berikut ulasannya sebagaimana dikutip dari laman resmi Kementerian Sosial (Kemensos).

Makna Tema dan Logo Hari Pahlawan 2021

Illustrasi Hari Pahlawan. Foto: Freepik

Tema Hari Pahlawan 2021 adalah Pahlawanku Inspirasiku. Maksud dari tema ini adalah untuk mengenang dan menghormati jasa serta perjuangan para pahlawan dalam mempertahankan kemerdekaan. Ada pula tujuan dari pemilihan tema tersebut, yaitu:

  1. Membangun ingatan kolektif bangsa agar dapat menggugah kesadaran masyarakat untuk mengimplementasikan semangat dan nilai-nilai luhur pahlawan dalam kehidupan sehari-hari.

  2. Memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

  3. Meningkatkan rasa kecintaan serta kebanggaan sebagai bangsa dan negara Indonesia.

Selain tema, Kementerian Sosial juga membuat logo Hari Pahlawan 2021 yang terdiri dari lima unsur, yaitu bambu runcing, pahlawan, buku, bendera merah putih, dan kepalan tangan. Berikut adalah makna yang terkandung dari logo Hari Pahlawan 2021:

  • Bambu runcing

Bambu runcing merupakan senjata sederhana yang digunakan para warga Surabaya ketika melawan Belanda pada pertempuran 10 November 1945. Karena itu, senjata ini dijadikan logo Hari Pahlawan 2021 sebagai simbol keberanian para pahlawan dalam menghadapi kolonialisme.

  • Pahlawan

Pahlawan merupakan orang yang mengorbankan keselamatan hidupnya demi menolong orang lain. Oleh karena itu, simbol pahlawan ini digunakan untuk mengenang jasa para pahlawan yang turun dalam pertempuran Surabaya dan telah mengorbankan nyawa demi kemerdekaan bangsa Indonesia.

  • Buku

Buku merupakan simbol dari sumber inspirasi generasi masa kini untuk mengetahui kisah heroik dari para pahlawan. Lewat buku, masyarakat saat ini bisa melakukan napak tilas perjuangan para pahlawan. Buku juga merupakan sumber inspirasi bagi para pahlawan dalam menggagas kebangsaan Indonesia.

  • Bendera berkibar

Bendera merah putih merupakan simbolisasi dari sebuah bangsa dan negara yang dulu para pahlawan perjuangkan. Sebuah warisan yang kita harus jaga dengan mewujudkan tujuan bernegara, yaitu:

Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

  • Kepalan tangan

Kepalan tangan merupakan simbolisasi dari keteguhan para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Diharapkan generasi sekarang bisa memiliki keteguhan yang sama dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Sejarah Hari Pahlawan

Illustrasi Hari Pahlawan. Foto: Freepik

Mengutip situs resmi Pemerintah Kota Semarang, kala itu terjadi pertempuran besar antara tentara Indonesia dan pasukan Inggris di Surabaya pada 10 November 1945. Pertempuran ini merupakan perang pertama bangsa Indonesia dengan pasukan asing setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pertempuran ini merupakan salah satu pertempuran terbesar dan terberat dalam sejarah revolusi nasional serta merupakan simbol nasional atas perlawan terhadap kolonialisme. Setelah gencatan senjata ditandatangani pada 29 Oktober 1945, keadaan pun berangsur-angsur mereda meski tetap terjadi bentrokan antara rakyat dan tentara Inggris di Surabaya.

Bentrokan kembali memuncak hingga terbunuhnya Brigadir Jenderal Mallaby, pimpinan tentara Inggris untuk Jawa Timur pada 30 Oktober 1945. Kematian sang jenderal pun membuat pasukan Inggris marah pada rakyat Indonesia.

Pengganti Mallaby, Mayor Jenderal Eric Carden Robert Mansergh akhirnya mengeluarkan ultimatum pada 10 November 1945. Ultimatum ini meminta Indonesia menyerahkan persenjataan dan menghentikan perlawanan pada tentara AFNEI dan administrasi NICA, serta ancaman akan menggempur kota Surabaya dari darat, laut, dan udara, jika tidak menaati perintah.

Selain itu, dikeluarkan instruksi yang berisi semua pimpinan bangsa Indonesia dan para pemuda di Surabaya harus datang selambat-lambatnya pada 10 November 1945 pukul 06.00 pagi di tempat yang telah ditentukan.

Namun, ultimatum ini tidak ditaati rakyat Surabaya, sehingga terjadilah pertempuran Surabaya yang dahsyat selama kurang lebih tiga minggu. Pertempuran ini mengakibatkan sekitar 20.000 warga Surabaya menjadi korban, dengan mayoritas warga sipil.

Selain itu, sekitar 150.000 orang terpaksa meninggalkan kota Surabaya dan 1.600 orang prajurit Inggris tewas, hilang, luka-luka, serta puluhan alat perang rusak dan hancur.

(NDA)