Konten dari Pengguna

Manfaat Eco Enzyme bagi Manusia dan Lingkungan Sekitar

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi sampah dapur dan rumah tangga. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi sampah dapur dan rumah tangga. Foto: Shutterstock

Eco enzyme merupakan larutan multifungsi yang dihasilkan melalui proses fermentasi. Larutan tersebut berasal dari sampah organik buah-buahan dan sayuran, gula merah atau gula aren, molase, dan air.

Setelah difermentasi, sampah akan menghasilkan larutan berwarna kecoklatan dengan bau asam manis. Enzim yang terbentuk dari sampah organik tersebut nantinya bisa dipakai untuk sesuatu yang bermanfaat.

Mengutip buku Pengelolaan Sampah B3 Domestik susunan Corie Indria, dkk., eco enzyme pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Rosukon Poompanvong. Ia merupakan pendiri Asosiasi Pertanian Organik asal Thailand.

Tujuan dibuatnya eco enzyme yaitu untuk mengubah sampah menjadi hal yang bermanfaat. Apa manfaat eco enzyme yang sebenarnya? Untuk mengetahuinya, simaklah penjelasan berikut ini.

Manfaat Eco Enzyme

Ilustrasi pengolahan sampah. Foto: PhotoByToR/Shutterstock

Eco enzyme dapat dimanfaatkan menjadi pembersih organik, pupuk alami, dan pestisida yang efektif untuk tanaman. Larutan tersebut dapat mempercepat reaksi bio-kimia di alam dan menghasilkan enzim yang berguna.

Umumnya, proses fermentasi yang dilalui eco enzyme berlangsung selama tiga bulan. Larutan yang dihasilkan nantinya berwarna coklat gelap dengan aroma yang kuat.

Pembuatan eco enzyme tidak memerlukan keranjang atau drum seperti pembuatan kompos. Anda dapat menggunakan botol bekas air mineral atau barang lain sebagai alternatif.

Selain mudah ditemukan, penggunaan botol bekas ini juga mendukung konsep reuse (menggunakan ulang barang bekas). Hal ini bisa menjadi salah satu langkah menyelamatkan lingkungan dari pencemaran.

Manfaat eco enzyme sangat beragam, di antaranya sebagai growth factor tanaman, campuran deterjen, pembersih lantai, cairan pembersih sisa pestisida, penurun suhu radiator mobil, hingga pembersih kerak.

Ilustrasi Sampah Rumah Tangga yang Bisa diolah. Foto: Shutterstock

Dirangkum dari buku Implementasi SDG’s Pada Pembelajaran Pendidikan Lingkungan karya Indriyani Rachman, dkk., berikut ragam manfaat eco enzyme:

1. Hemat

Sampah dapur yang semula hanya dibuang, kini bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berguna. Anda bisa menggunakan fermentasi sampah dapur sebagai pembersih organik, pupuk, dan pestisida. Jadi, Anda tidak perlu lagi membelinya di pasaran.

2. Mengurangi polusi

Eco enzyme dapat mengurangi gas rumah kaca dan mencegah efek rumah kaca berlebihan yang berujung pada pemanasan global. Dalam proses pembuatannya, eco enzyme yang dihasilkan akan melepaskan gas ozon (O3) secara alami.

3. Menutrisi tanaman

Eco enzyme dapat mengubah amonia menjadi nitrat (N03), yaitu hormon alami yang digunakan untuk menutrisi tanaman. Eco enzyme juga dapat mengubah karbondioksida (CO2) menjadi karbonat (9CO3) yang bermanfaat bagi tanaman laut dan kehidupan laut.

4. Multifungsi

Seperti disebutkan sebelumnya, eco enzyme memiliki fungsi yang beragam. Larutan ini bisa digunakan sebagai deterjen, pupuk pertanian, hingga campuran pakan hewan ternak.

5. Tidak memerlukan lahan yang luas

Tak seperti kompos, eco enzyme tidak memerlukan lahan yang luas untuk proses fermentasi. Selain itu, Anda juga tidak memerlukan bak komposter dengan spesifikasi tertentu.

Baca juga: Cara Membuat Eco Enzyme dengan Sampah Organik di Rumah

(MSD)

Frequently Asked Question Section

Apa itu eco enzyme?
chevron-down

Eco enzyme adalah larutan fementasi yang dihasilkan dari sampah organik.

Berapa lama proses pembuatan eco enzyme?
chevron-down

Kurang lebih selama 3 bulan.

Apa saja bahan pembuatan eco enzyme?
chevron-down

Sampah organik buah dan sayuran, gula merah atau gula aren, molase, dan air.