Konten dari Pengguna

Manfaat Khitan Menurut Pandangan Islam dan Dunia Medis

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bayi (Sumber: Pixabay)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bayi (Sumber: Pixabay)

Khitan atau sunat adalah proses atau tindakan pengelupasan kulit yang berada di bagian ujung kemaluan laki-laki. Khitan juga termasuk dalam ibadah fitrah yang memenuhi perintah Allah SWT dan tidak menyekutukannya. Sehingga, fitrah Allah tercermin dalam hati dan tubuh mereka.

Khitan tak hanya diperuntukkan bagi laki-laki saja, tapi juga untuk perempuan. Meskipun begitu, proses pelaksanaannya tentu saja berbeda.

Untuk laki-laki dilakukan dengan cara memotong semacam kulit yang membalut di bagian kepala kemaluannya. Sementara perempuan hanya dengan memotong daging yang ada di atas vaginanya dan menyisakan sebagian dari daging tersebut.

Waktu Pelaksanaan Khitan

Ilustrasi kaki bayi (Sumber: Pixabay)

Mengutip buku Etnobotani Berbasis Kajian Sains Keagamaan karya Muhammad Alfian dan Anggi Desviana Siregar, waktu pelaksanaan khitan yang tepat dan sesuai dengan anjuran Rasulullah adalah sebagai berikut:

  1. Mengikuti jejak Rasul, pelaksanaan khitan disunnahkan pada usia bayi berusia tujuh hari.

  2. Jika pada tujuh hari belum dapat terlaksana, disunnahkan pada saat bayi tersebut berusia 40 hari.

  3. Jika masih belum juga terlaksana pada usia tujuh dan 40 hari, disunnahkan untuk berkhitan pada usia tujuh tahun. Karena pada usia tersebut, seorang anak harus dilatih untuk menjalankan ibadah wajib, shalat.

Baca juga: Ngerinya Praktik Sunat Mesir Kuno, Dipotong Lalu Digosok Batu

Manfaat Khitan

Iustrasi bayi (Sumber: Pixabay)

Dalam Islam, khitan bermanfaat untuk thaharah atau menyucikan diri, membersihkan diri, menghias, dan memperindah bentuk tubuh. Tak hanya itu, khitan juga dapat menjadi penyeimbang syahwat. Hal ini sebagaimana dikutip dari buku Aqiqah karya Ahmad ibn Mahmud ad-Dib.

Mengutip Etnobotani Berbasis Kajian Sains Keagamaan karya Muhammad Alfian dan Anggi Desviana Siregar, dalam dunia medis khitan bermanfaat untuk menjaga kebersihan organ kelamin. Khitan juga dapat menunjang kepuasan seksual dalam melakukan hubungan suami istri.

Menghimpun buku berjudul Aqiqah oleh Ahmad ibn Mahmud ad-Dib, inilah beberapa manfaat khitan bagi kesehatan tubuh:

1. Terhindar dari Penyakit

Dengan memotong bagian zakar yang dikhitan (qulfah), seorang laki-laki dapat terhindar dari berbagai macam penyakit. Selain itu, khitan juga dapat mencegah kemungkinan terjadinya pembusukan pada bagian zakar yang disebabkan banyaknya bakteri yang berkumpul di ujungnya.

2. Terhindar dari Najis

Tak hanya bebas penyakit, khitan juga dapat menghindarkan seseorang dari najis yang keluar dari zakar yang membesar. Sebab, zakar yang tidak dikhitan dapat menyimpan sisa-sisa air seni yang najis.

3. Terhindar dari Rasa Ingin Buang Air Kecil

Apabila seorang bayi segera dilakukan khitan akan terhindar dari penyakit sering buang air kecil ketika malam hari. Sebab, salah satu alasan mengapa bayi atau anak kecil kerap mengompol saat malam adalah karena belum dikhitan.

4. Mengurangi Risiko Tertular Penyakit Seksual

Setelah melakukan khitan, akan menjadi lebih mudah untuk membersihkan kotoran putih yang berada di leher kemaluan laki-laki. Bahkan pada 2006, peneliti juga mengatakan bahwa orang yang berkhitan jarang tertular infeksi melalui hubungan seksual.

Itulah tadi beberapa informasi mengenai definisi, manfaat, dan waktu pelaksanaan khitan.

Baca juga: Santri Dukung Ganjar Gelar Sunat Massal Gratis di Sibolga

(ANF)

Frequently Asked Question Section

Apa itu khitan?
chevron-down

Khitan adalah proses atau tindakan pengelupasan kulit yang berada di bagian ujung kemaluan laki-laki.

Kapan waktu yang tepat untuk berkhitan?
chevron-down

Jika masih belum juga terlaksana pada usia tujuh dan 40 hari, maka disunnahkan untuk dikhitan pada usia tujuh tahun.

Bagaimana cara khitan pada perempuan?
chevron-down

Pada perempuan hanya dengan memotong daging yang ada di atas vaginanya dan menyisakan sebagian dari daging tersebut.