Mayoritas Penyakit Bawaan Pangan Biasanya Disebabkan oleh Cemaran Apa?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Penyakit bawaan pangan merupakan gangguan kesehatan yang terjadi akibat mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi. Kondisi ini mencakup berbagai kasus keracunan dan infeksi, sering kali dikenal sebagai keracunan makanan.
Gejala penyakit bawaan pangan umumnya meliputi sakit perut, mual, muntah, hingga diare. Namun, dalam kasus yang parah, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi serius, bahkan hingga mengancam jiwa.
Penyebab penyakit bawaan pangan bisa bermacam-macam, mulai dari cemaran fisik, biologi, hingga kimia. Pertanyaannya, mayoritas penyakit bawaan pangan biasanya disebabkan oleh cemaran apa? Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel berikut!
Mayoritas Penyakit Bawaan Pangan Biasanya Disebabkan oleh Cemaran Apa?
Dikutip dari situs resmi Badan POM, terdapat tiga jenis cemaran pangan, yaitu biologis, kimia, dan fisik. Masing-masing jenis cemaran memiliki karakteristik serta risiko yang berbeda, sehingga perlu dikendalikan dengan pendekatan yang tepat.
Lantas, mayoritas penyakit bawaan pangan biasanya disebabkan oleh cemaran yang mana? Berdasarkan penjelasan dalam Pelatihan Keamanan Pangan Siap Saji bagi Penjamah Pangan oleh Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, sebagian besar kasus penyakit bawaan pangan disebabkan oleh cemaran biologis.
Maksudnya, penyakit bawaan pangan umumnya disebabkan oleh mikroorganisme patogen seperti bakteri, virus, dan parasit. Beberapa di antaranya dapat memicu penyakit seperti diare, hepatitis A, dan tifus.
Jenis mikroorganisme ini juga berkaitan dengan bahan pangan tertentu, misalnya telur mentah yang berisiko terkontaminasi Salmonella, atau daging dan unggas yang berpotensi mengandung Campylobacter.
Baca Juga: Mengenal Honeymoon Cystitis, Penyakit yang Mesti Diwaspadai Pengantin Baru
Jenis-jenis Cemaran Pangan
Cemaran pangan menjadi salah satu ancaman utama dalam upaya menjaga keamanan pangan. Masuknya bahan berbahaya ke dalam makanan atau minuman, baik secara sengaja maupun tidak sengaja, bisa berakibat fatal.
Cemaran pangan dapat menyebabkan keracunan, penyakit, hingga gangguan kesehatan lainnya. Dihimpun dari situs resmi Badan POM, berikut beberapa jenis cemaran pangan yang perlu diwaspadai:
1. Cemaran Biologis
Cemaran biologis disebabkan oleh mikroorganisme, seperti bakteri, virus, parasit, dan jamur. Hal ini dapat memicu keracunan pangan dan menimbulkan komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan tepat.
Beberapa contoh cemaran biologis antara lain:
Bakteri Salmonella typhi pada telur atau ayam yang kurang matang.
Bakteri Escherichia coli dari air atau bahan baku yang terkontaminasi oleh kotoran (feses).
Bakteri Staphylococccus aureus yang berasal dari tangan, hidung, dan luka terbuka pekerja yang menangani pangan.
2. Cemaran Kimia
Cemaran kimia disebabkan oleh zat kimia berbahaya, yang dapat menyebabkan gangguan ginjal, hati, sistem saraf, dan risiko kanker dalam jangka panjang.
Beberapa contoh cemaran kimia pada pangan, yaitu:
Racun kimia alami, seperti sianida pada singkong pahit.
Cemaran bahan kimia dan lingkungan, seperti merkuri.
Penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang melebihi takaran, seperti pengawet natrium benzoat berlebihan dalam minuman.
Zat kimia beracun seperti akrimlamida dan benzoapiren.
Cemaran mitokosin seperti aflatoksin dari jamur Aspergillus flavus dan Aspergillus parasiticus pada kacang.
3. Cemaran Fisik
Cemaran fisik merupakan jenis kontaminasi yang terjadi akibat masuknya benda asing ke dalam pangan secara tidak sengaja. Jenis cemaran ini dapat menimbulkan risiko langsung, seperti tersedak, gigi patah, atau luka pada mulut dan saluran pencernaan.
Contoh cemaran fisik pada pangan adalah:
Potongan plastik dari kemasan.
Serpihan logam dari alat produksi
Rambut
Serpihan kayu
Pecahan kaca.
(NSF)
