Mazmur Tanggapan Katolik: Makna, Bacaan, dan Cara Membawakannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mazmur Tanggapan Katolik merupakan bagian dari tanggapan umat Katolik terhadap sabda Allah menggunakan ayat-ayat dari Kitab Mazmur. Setelah sabda Allah diwartakan, umat Katolik akan menanggapinya dengan Mazmur Tanggapan.
Mazmur Tanggapan merupakan unsur pokok dalam Liturgi Sabda. Liturgi Sabda terdiri dari bacaan pertama, Mazmur Tanggapan, bacaan kedua, bait pengantar Injil, bacaan Injil, aklamasi sesudah Injil, homili, syahadat iman, dan doa umat.
Untuk memahami lebih jelas mengenai Mazmur Tanggapan Katolik, berikut ini adalah penjelasannya.
Mazmur Tanggapan Katolik
Berdasarkan asal-usul katanya, "Mazmur" adalah nyanyian atau sabda Allah yang dinyanyikan. Sementara itu, istilah "tanggapan" merujuk pada bentuk dan fungsi nyanyian tersebut.
Mengutip buku Melagukan Liturgi, Menyanyikan Misa (Edisi Revisi) oleh C. H. Suryanugraha, Mazmur Tanggapan adalah tanggapan dari jemaat atas sabda Tuhan yang telah diwartakan dan didengarkan jemaat, yakni berbentuk nyanyian yang isinya diambil dari Kitab Mazmur.
Setelah jemaat mendengarkan, merenungkan, dan meresapi sabda Tuhan, jemaat kemudian memberikan tanggapan atau jawaban yang indah secara bersama-sama. Jawaban tersebut tertuang dalam Kitab Mazmur.
Mazmur Tanggapan memiliki fungsi utama untuk menanggapi sabda Tuhan dari bacaan pertama Liturgi Sabda dengan menggunakan ayat-ayat dalam Kitab Mazmur.
Menurut Keuskupan Bandung, ada beberapa alasan yang mendasari pemilihan Kitab Mazmur sebagai tanggapan atas bacaan pertama dalam Liturgi Sabda, yaitu:
Gereja Katolik sudah mendoakan Mazmur sejak abad-abad awal.
Yesus Kristus sendiri mendoakan Mazmur sejak masa kecilnya.
Kristus hadir ketika Gereja mendoakan dan menyanyikan Mazmur.
Mazmur adalah sumber doa yang paling berharga menurut Santo Yohanes Paulus II karena Mazmur menghadirkan norma yang berlaku untuk semua orang dan tidak dapat digantikan dengan doa lain.
Tradisi doa orang Yahudi yang sangat kuat, yakni mengawali hari dengan pujian dan menutup hari dengan ungkapan syukur kepada Bapa. Sehingga, menjadi pedoman hidup doa Kristiani selanjutnya yang ada dalam Kitab Mazmur.
Mazmur Tanggapan dibawakan dengan cara dinyanyikan oleh pemazmur dan diikuti para jemaat pada bagian ulangan. Karenanya, Mazmur Tanggapan dikenal juga sebagai Nyanyian Tanggapan Sabda.
Cara Membawakan Mazmur Tanggapan Katolik
Mengutip buku Dasar-Dasar Liturgi (Seri Katekese Liturgi) oleh Komisi Liturgi Keuskupan Agung Semarang, cara membawakan Mazmur Tanggapan adalah sebagai berikut:
Pemazmur menyanyikan ayat-ayat Kitab Mazmur dari mimbar atau tempat lain yang cocok.
Sesudah intro dari organis, pemazmur menyanyikan dahulu "ulangan" atau "refrein" Mazmur Tanggapan, kemudian jemaat menirukan pemazmur dengan cara menyanyikan ulangan tersebut.
Selanjutnya, pemazmur menyanyikan ayat-ayat Mazmur sendiri.
Pemazmur perlu sungguh-sungguh menjiwai Mazmur yang dibawakannya, dengan mencoba memahami isi, bentuk, dan suasana Mazmur Tanggapan yang bersangkutan.
Ketika jemaat mendengarkan ayat-ayat yang dilantunkan oleh pemazmur, hendaknya jemaat mendengarkan dengan sungguh-sungguh setiap kalimat dan menyanyikan tanggapannya dengan suara yang terdengar jelas.
Selain itu, jemaat jangan ikut bersenandung pada saat pemazmur menyanyikan ayat-ayat Mazmur. Sebab, tugas jemaat ketika pemazmur menyanyikan ayat-ayat Mazmur adalah meresapi dan merenungkan ayat-ayat tersebut sehingga dapat menanggapi dengan baik saat menyanyikan bagian ulangan.
Baca juga: Cerita Romo Katolik Lulus S3 di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Contoh Bacaan Mazmur Tanggapan
Berikut adalah contoh Mazmur Tanggapan yang dinyanyikan setelah bacaan pertama dalam Liturgi Sabda:
1. Ulangan/Refrein
Allah Telah Naik Diiringi Sorak-Sorai, Tuhan Mengangkasa Diiringi Bunyi Sangkakala.
2. Ayat-Ayar Mazmur (Mzm 47:2-3, 7-9)
Hai segala bangsa, bertepuk-tanganlah, elu-elukanlah Allah dengan sorak sorai! Sebab Tuhan, Yang Maha Tinggi, adalah dahsyat, Raja Agung atas seluruh bumi.
Allah telah naik diiringi sorak-sorai. Tuhan mengangkasa diiringi bunyi sangkakala. Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah! Kidungkanlah mazmur bagi Raja kita, kidungkan mazmur!
Sebab Allah adalah Raja atas seluruh bumi, bermazmurlah dengan lagu yang paling indah! Allah merajai segala bangsa, di atas takhta-Nya yang kudus Ia bersemayam.
(SFR)
