Konten dari Pengguna

Memahami Arti Organisasi sebagai Suatu Sistem

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Apa yang Dimaksud dengan Organisasi sebagai Suatu Sistem Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Apa yang Dimaksud dengan Organisasi sebagai Suatu Sistem Foto: Unsplash

Organisasi dan sistem adalah dua hal yang saling berkaitan satu sama lain. Namun, bagi orang awam mungkin masih belum mengetahui apa yang dimaksud dengan organisasi sebagai suatu sistem.

Organisasi dipandang sebagai sistem yang di dalamnya memuat kumpulan elemen dan interaksi yang kompleks, baik antar-individu maupun dalam kelompok.

Untuk memahami tentang arti organisasi sebagai suatu sistem, mari simak penjelasannya di bawah ini

Pengertian Umum Organisasi dan Sistem

Sebelum memahami apa yang dimaksud dengan organisasi sebagai suatu sistem, kita bisa memaknai secara terpisah apa itu organisasi dan sistem.

Dirangkum dari buku Dasar-dasar Manajemen (2021) susunan Juliana dkk., organisasi dapat diartikan sebagai badan atau wadah dari kumpulan orang-orang yang bekerja bersama untuk sebuah tujuan tertentu.

Selain itu, organisasi juga merupakan suatu struktur dan sistem kerja yang dilakukan berdasarkan aturan-aturan yang telah disepakati bersama. Dalam organisasi, ada beberapa elemen yang satu sama lainnya sulit untuk dipisahkan, yaitu:

  1. Terdiri dari sekelompok orang

  2. Adanya interaksi dan kerja sama

  3. Memiliki tujuan bersama

  4. Memiliki struktur dan pembagian tugas yang jelas

  5. Ada aturan dan norma yang disepakati bersama

Berdasarkan buku Pengantar Dasar Ilmu Manajemen (2020) terbitan Prenada Media, sistem merupakan kumpulan bagian (subsistem) yang saling berhubungan sang bergantung. Dalam praktiknya, sistem ini hanya bisa menghasilkan sesuatu jika ada kerja sama satu sama lain.

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa organisasi merupakan sistem yang terdiri subsistem yang saling terkait dan bekerja bersama untuk mencapai tujuan bersama.

Singkatnya, setiap elemen memiliki fungsi spesifik yang berkontribusi pada kelangsungan dan efektivitas keseluruhan sistem.

Apa yang Dimaksud dengan Organisasi sebagai Suatu Sistem?

Ilustrasi Apa yang Dimaksud dengan Organisasi sebagai Suatu Sistem Foto: Unsplash

Dalam buku yang berjudul Teori Organisasi yang ditulis oleh Jaelani, organisasi sebagai sebuah sistem merupakan suatu wadah atau badan.

Dalam mewujudkan tujuan organisasi, perlu membangun kerja tim. Kerjasama antar elemen atau subsistem diperlukan guna memudahkan dan mempercepat pencapaian tujuan organisasi.

Dalam hal ini, ada dua sistem dalam organisasi, yaitu sistem terbuka dan sistem tertutup. Berikut penjelasannya:

1. Sistem Terbuka

Organisasi dengan sistem yang terbuka adalah organisasi yang memandang lingkungan sebagai faktor yang mempengaruhi organisasi tersebut.

Organisasi dengan sistem terbuka bersifat fleksibel dan mampu beradaptasi terhadap perubahan di lingkungan, seperti pergeseran kebutuhan pelanggan, kemajuan teknologi, atau regulasi baru.

Pengaruh lingkungan bisa berupa positif maupun negatif. Sehingga organisasi harus mampu mengelola lingkungan agar memberikan manfaat bagi organisasi.

2. Sistem Tertutup

Organisasi dengan sistem tertutup adalah organisasi yang memandang sebagai unit tersendiri yang berdiri sendiri. Organisasi ini mengabaikan faktor dan efek lingkungan sehingga tidak menerima pengaruh sumber daya dari luar.

Dalam sistem ini, interaksi dengan faktor-faktor luar dianggap minimal, sehingga fokusnya lebih pada proses internal dan kontrol yang ketat di dalam organisasi. Sistem tertutup sering diasosiasikan dengan stabilitas, prediktabilitas, dan pendekatan mekanistik dalam pengelolaan.

Sistem tertutup ini tidak dapat diaplikasikan secara utuh dalam prakteknya. Tetapi bisa digunakan pada kegiatan-kegiatan tertentu guna menjaga privasi dan keamanan.

Organisasi sebagai suatu sistem juga memiliki beberapa klasifikasi yaitu:

  • Sistem mekanis: Yaitu sistem yang terdiri dari subsistem- subsistem atau elemen-elemen yang berinteraksi dan berhubungan secara mekanis.

    Sistem ini dalam melakukan kegiatannya relatif sederhana, bekerja sesuai aturan baku yang telah ditetapkan tanpa ada modifikasi tertentu dan harus bekerja sesuai prosedur yang ditetapkan.

  • Sistem probabilistik: Yaitu suatu sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi atau diramal secara tepat dan pasti.

  • Sistem adaptif: Yaitu sistem yang sebenarnya probabilistik tetapi menyesuaikan dengan perubahan situasi dan kondisi, serta dinamika lingkungan.

Karakteristik Organisasi sebagai Sistem

Ilustrasi Karakteristik Organisasi sebagai Sistem Foto: Unsplash

Organisasi sebagai sistem memiliki beberapa karakteristik khusus. Dikutip dari buku Perubahan dan Pengembangan Organisasi yang ditulis oleh Kaswan, berikut karakteristik organisasi sebagai sistem:

  • Organisasi sebagai sistem terdiri atas bagian-bagian (subsistem) sekaligus menjadi bagian dari sistem yang lebih besar.

  • Sifat sistem yang diperlihatkan adalah sifat yang hanya dimiliki oleh sistem itu secara keseluruhan yang tidak dimiliki oleh bagian atau subsistemnya.

  • Semua subsistem memiliki peran dan pengaruh terhadap sistem.

  • Saling keterkaitan menimbulkan kerumitan (kompleksitas) yang dikenal sebagai kerumitan dinamis.

  • Kerumitan dinamis ditentukan oleh besarnya jumlah keterkaitan subsistem.

  • Mengubah suatu bagian/subsistem akan menyebabkan perubahan dalam sistem yang dapat menimbulkan efek samping.

  • Ada bagian/subsistem yang berperan sebagai pengungkit, yaitu dengan upaya kecil dapat menimbulkan perubahan dalam sistem.

Jenis-jenis Organisasi

Dikutip dari Jurnal Administrative Reform, Vol 6, No 4, Desember 2018 dengan judul Organisasi Formal dan Informal: Tinjauan Konsep, Perbandingan, dan Studi Kasus, Organisasi secara garis besar dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

1. Organisasi Formal

Organisasi formal adalah suatu organisasi yang memiliki struktur yang jelas, pembagian tugas yang jelas, serta tujuan yang ditetapkan secara jelas.

Selain itu, organisasi formal memiliki seperangkat perintah khusus untuk mengarahkan anggota dalam mencapai tujuannya.

Beberapa fungsi dari organisasi formal adalah membangun hubungan kerja, menciptakan kekompakan kelompok, pengembangan organisasi, serta pengembangan sumber daya manusia di dalamnya.

2. Organisasi Informal

Organisasi informal adalah struktur sosial yang saling terkait dan mengatur bagaimana orang bekerja sama dalam suatu kegiatan.

Organisasi informal berkembang secara organik dan spontan sebagai respons terhadap perubahan lingkungan kerja dan dinamika sosial yang kompleks dari para anggotanya

Fungsi dari organisasi informal ini antara lain adalah menyediakan kontrol sosial, mempromosikan komunikasi antar anggota, memberikan status dan kepuasan sosial, serta melestarikan budaya dan nilai-nilai sosial.

Baca Juga: Pihak-Pihak yang Berkepentingan Terhadap Laporan Keuangan beserta Fungsinya

(SFN)