Konten dari Pengguna

Memahami ATAP dalam Guru Penggerak untuk Merumuskan Visi

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Guru Penggerak dalam Membimbing Murid. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Guru Penggerak dalam Membimbing Murid. Foto: Dok. Istimewa

Konsep ATAP dalam Guru Penggerak ditemukan pada pembelajaran Modul 1.3: Visi Guru Penggerak. ATAP merupakan format atau metode yang digunakan untuk merencanakan visi maupun perubahan dalam bidang pendidikan dalam jangka waktu panjang.

Visi yang dibuat tentunya harus berpihak pada murid sebagaimana prinsip utama program Guru Penggerak. Selain itu, guru juga diharapkan dapat merumuskan visi yang menumbuhkan nilai-nilai Pancasila dalam diri setiap murid.

Kemudian, yang tak kalah penting adalah Guru Penggerak mampu mewujudkan visi yang sudah dibuat melalui kolaborasi atau langkah-langkah tepat sasaran lainnya. Dengan begitu, akan tercipta perubahan ke arah yang lebih positif.

Memahami ATAP dalam Guru Penggerak

Ilustrasi Membuat Rencana Menggunakan Metode ATAP. Foto: Shutterstock

ATAP merupakan akronim dari Aset, Tantangan, Aksi, dan Pelajaran. Metode perencanaan ini termasuk bagian dari paradigma Inkuiri Apresiatif (IA) yang dikembangkan oleh David Cooperrider. Mengutip Modul 1.3 - Visi Guru Penggerak yang diterbitkan Kemdikbudristek, IA dikenal sebagai pendekatan manajemen perubahan yang kolaboratif dan berbasis kekuatan.

Manajemen perubahan biasanya dilakukan dengan menitikberatkan pada masalah yang terjadi, kemudian mencari solusi untuk masalah itu. Namun, IA tidak demikian, konsep ini berusaha fokus pada kekuatan yang dimiliki setiap anggota, kemudian menyatukannya untuk menghasilkan kekuatan maksimal.

Pendekatan IA percaya bahwa setiap orang atau organisasi memiliki sisi positif yang dapat memberikan kontribusi pada perubahan. Dengan demikian, dalam implementasinya, IA dimulai dengan menggali hal-hal positif atau pencapaian yang sudah diraih sebelumnya. Setelah itu, barulah disusun rencana perubahan. Metode perencanaannya adalah sebagai berikut:

  • A - Aset, yakni kekuatan awal yang dimiliki sebuah kelompok, bisa berupa sumber daya manusia, sumber daya alam, atau sumber daya finansial.

  • T - Tantangan, hal-hal yang dapat menghambat tercapainya perubahan saat visi atau rencana berusaha diwujudkan.

  • A - Aksi, langkah-langkah yang akan diambil untuk mengatasi tantangan demi mencapai perubahan yang diinginkan.

  • P - Pelajaran, ini adalah poin yang akan menjawab tantangan sekaligus menjadi bahan refleksi.

Ilustrasi Membuat Rencana Menggunakan Metode BAGJA. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Selain ATAP, terdapat pula metode perencanaan BAGJA dalam IA. Apa itu?

  • B - Buat pertanyaan. Di tahap ini, rumuskan pertanyaan sebagai penentu arah perubahan yang diinginkan.

  • A - Ambil pelajaran. Kumpulkan berbagai pengalaman positif yang telah dicapai di kelas maupun sekolah serta pelajaran apa yang dapat diambil dari hal-hal positif tersebut.

  • G - Gali mimpi. Susun narasi tentang kondisi ideal apa yang diharapkan terjadi di lingkungan pembelajaran. Di sinilah visi harus benar-benar dirumuskan dengan jelas.

  • J - Jabarkan rencana. Rumuskan tindakan konkret yang perlu dilakukan untuk menjalankan langkah-langkah kecil dalam waktu dekat, serta langkah berani atau terobosan yang akan memudahkan pencapaian visi secara keseluruhan.

  • A - Atur eksekusi. Putuskan langkah-langkah yang akan diambil, siapa yang akan diajak terlibat, bagaimana strateginya, serta aksi lainnya demi mewujudkan visi secara perlahan.

Baca Juga: Memahami Nilai-Nilai dan Peran Guru Penggerak

(DEL)