Memahami Cara Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP)

Berita Hari Ini
Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Konten dari Pengguna
11 Juli 2024 13:30 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi cara kerja PLTP. Foto: Pexels.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara kerja PLTP. Foto: Pexels.
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) sebagai sumber energi menjadi salah satu upaya dalam mengatasi pemanasan global. Sebenarnya, bagaimana cara kerja PLTP?
ADVERTISEMENT
Panas bumi atau geothermal merupakan sumber energi terbarukan (renewable energy). Geothermal adalah energi panas yang terbentuk secara alami di dalam bumi. Sumber energi tersebut berasal dari pemanasan batuan dan air yang tersimpan di dalam kerak bumi.
Di Indonesia, jumlah sumber energi panas bumi sangat berlimpah. Namun, pemanfaatannya belum maksimal karena membutuhkan biaya yang cukup besar.

Cara Kerja PLTP

Ilustrasi cara kerja PLTP. Foto: Pexels.
Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) adalah pembangkit listrik yang menggunakan panas bumi (geothermal) sebagai energi penggeraknya. Prinsip PLTP pada dasarnya memanfaatkan uap atau air panas dari dalam bumi untuk memutar turbin yang akan menghasilkan listrik.
Namun, cara kerja PLTP tergantung pada jenis energi panas bumi dan cara mendapatkannya. Berikut ini jenis-jenis PLTP yang dihimpun dari jurnal Potensi Energi Panas Bumi di Indonesia oleh Chris Timotius.
ADVERTISEMENT

1. Dry Steam Power Plant

Dry steam power plant adalah pembangkit listrik yang menggunakan cairan hidrotermal berupa uap kering sebagai sumber energi. Uap tersebut dapat dimanfaatkan langsung untuk menggerakkan turbin generator listrik tanpa harus diproses lebih lanjut.
Cara kerja dari PLTP jenis ini adalah mengalirkan langsung uap dari sumur produksi ke turbin untuk menghasilkan listrik. Cairan dari uap yang mengembun akan disuntikkan kembali ke tempat menyimpan cadangan energi (reservoir).

2. Flash Steam Power Plants

Flash Steam Power Plants merupakan jenis PLTP yang umum digunakan saat ini. PLTP jenis ini bekerja dengan mengambil uap dan air panas yang suhunya lebih dari 182°C/360°F dari bawah tanah dengan pompa khusus.
Air panas tersebut dialirkan dari dalam perut bumi yang bertekanan tinggi ke dalam tanki bertekanan rendah. Dikutip dari laman Energy Efficiency & Renewable Energy USA, perubahan tekanan ini menyebabkan sebagian cairan berubah dengan cepat dan menjadi uap.
ADVERTISEMENT
Uap tersebut kemudian digunakan untuk memutar turbin sehingga dapat menggerakkan generator. Jika ada cairan yang tersisa di tangki bertekanan rendah, cairan tersebut akan disalurkan kembali ke sumur.
Meski begitu, beberapa PLTP ada yang mengalirkan sisa air kondensasi tersebut ke tangki kedua untuk dipanaskan lagi sehingga bisa mengekstraksi lebih banyak energi.

3. Binary Cycle Power Plant

PLTP siklus biner berbeda dengan dua sistem lainnya, sebab fluida reservoir panas bumi tidak pernah bersentuhan dengan unit turbin pembangkit listrik. PLTP ini bekerja dengan mengalirkan fluida panas bumi bersuhu rendah (di bawah 182°C) melewati heat exchanger dengan fluida sekunder/biner.
Fluida biner mempunyai titik didih yang jauh lebih rendah daripada air dan suhu yang lebih rendah dari fluida panas bumi. Perbedaan suhu menghasilkan semburan uap yang kemudian digunakan untuk menggerakkan turbin, memutar generator, dan menghasilkan listrik.
ADVERTISEMENT
(GLW)