Konten dari Pengguna

Memahami Kode ICD-10 CHF untuk Diagnosis Penyakit Gagal Jantung

Berita Hari Ini
Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
12 November 2021 15:00 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Kode ICD-10 CHF. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kode ICD-10 CHF. Foto: Shutter Stock
ADVERTISEMENT
Dalam dunia medis, kode ICD-10 CHF digunakan untuk proses diagnosis penyakit gagal jantung kongestif atau congestive heart failure (CHF). Penyakit satu ini patut diwaspadai karena bisa menyerang siapa saja, baik usia muda, dewasa, ataupun lansia.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan informasi dari buku Pedoman Tatalaksana Gagal Jantung oleh Kelompok Kerja Gagal Jantung dan Kardiometabolik Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (2020), penderita gagal jantung biasanya mengalami gejala khas, seperti sesak napas ketika beristirahat atau beraktivitas, kelelahan, dan edema tungkai.
Sebelum membahas lebih jauh apa itu kode ICD-10 CHF, mari kita ketahui lebih dulu penyebab gagal jantung.
Ilustrasi Kode ICD-10 CHF. Foto: Shutterstock

Apa Itu Gagal Jantung?

Gagal jantung adalah abnormalitas dari struktur jantung atau fungsi yang menimbulkan kegagalan dari jantung untuk mendistribusikan oksigen ke seluruh tubuh.
Gagal jantung memiliki pengertian yang sama dengan gagal jantung kongestif. Kondisi tersebut mengacu pada keadaan patofisiologis berupa kelainan fungsi jantung, sehingga jantung tidak dapat memompa darah untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.
ADVERTISEMENT
Mengutip buku Monograf Program Suportif Edukatif Meningkatkan Kemampuan Self Care pada Pasien Gagal Jantung (2020), terdapat beberapa penyebab gagal jantung kongestif, berikut penjelasannya:
1. Kelainan Otot Jantung
Gagal jantung kerap dialami oleh penderita kelainan otot jantung. Adapun kondisi yang mendasari penyebab kelainan fungsi otot, yaitu ateriosklerosis koroner, hipertensi arterial, dan penyakit degenaratif atau inflamasi.
2. Aterosklerosis Coroner
Kondisi ini mengakibatkan disfungsi miokardium lantaran terganggunya aliran darah ke otot jantung. Peradangan dan miokardium degeneratif berkaitan dengan gagal jantung karena kondisinya secara langsung merusak serabut jantung dan membuat kontraktilitas menurun.
3. Hipertensi Sistemik atau Pulmonal
Hipertensi sistemik atau pulmonal menjadi salah satu penyebab gagal jantung. Hipertensi pulmonal merupakan tekanan darah tinggi yang terjadi secara spesifik pada pembuluh darah arteri di paru-paru serta sisi kanan jantung.
ADVERTISEMENT
4. Penyakit Jantung Lain
Gagal jantung bisa terjadi akibat penyakit jantung sebenarnya yang secara langsung mempengaruhi jantung. Mekanisme ini biasanya mencakup aliran darah yang masuk ke jantung (stenosis katup semiluner), ketidakmampuan jantung untuk mengisi darah (tamponade, perikardium, perikarditif konstriktif, atau stenosis AV), dan peningkatan mendadak afterload.
Ilustrasi Kode ICD-10 CHF. Foto: Shutterstock

Kode ICD-10 CHF

ICD-10 atau International Classification of Diseases memuat sejumlah kode terkait penyakit, gejala, temuan abnormal, keluhan, hingga keadaan sosial dan eksternal yang menyebabkan cedera.
Salah satu penyakit yang dimuat dalam pengkodean tersebut adalah gagal jantung alias congestive heart failure (CHF). Berikut rincian kode ICD-10 CHF seperti dikutip dari ICD10Data:
ADVERTISEMENT
(GTT)