Konten dari Pengguna

Memahami Kode ICD-10 CHF untuk Diagnosis Penyakit Gagal Jantung

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Kode ICD-10 CHF. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Kode ICD-10 CHF. Foto: Shutter Stock

Dalam dunia medis, kode ICD-10 CHF digunakan untuk proses diagnosis penyakit gagal jantung kongestif atau congestive heart failure (CHF). Penyakit satu ini patut diwaspadai karena bisa menyerang siapa saja, baik usia muda, dewasa, ataupun lansia.

Berdasarkan informasi dari buku Pedoman Tatalaksana Gagal Jantung oleh Kelompok Kerja Gagal Jantung dan Kardiometabolik Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (2020), penderita gagal jantung biasanya mengalami gejala khas, seperti sesak napas ketika beristirahat atau beraktivitas, kelelahan, dan edema tungkai.

Sebelum membahas lebih jauh apa itu kode ICD-10 CHF, mari kita ketahui lebih dulu penyebab gagal jantung.

Ilustrasi Kode ICD-10 CHF. Foto: Shutterstock

Apa Itu Gagal Jantung?

Gagal jantung adalah abnormalitas dari struktur jantung atau fungsi yang menimbulkan kegagalan dari jantung untuk mendistribusikan oksigen ke seluruh tubuh.

Gagal jantung memiliki pengertian yang sama dengan gagal jantung kongestif. Kondisi tersebut mengacu pada keadaan patofisiologis berupa kelainan fungsi jantung, sehingga jantung tidak dapat memompa darah untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.

Mengutip buku Monograf Program Suportif Edukatif Meningkatkan Kemampuan Self Care pada Pasien Gagal Jantung (2020), terdapat beberapa penyebab gagal jantung kongestif, berikut penjelasannya:

1. Kelainan Otot Jantung

Gagal jantung kerap dialami oleh penderita kelainan otot jantung. Adapun kondisi yang mendasari penyebab kelainan fungsi otot, yaitu ateriosklerosis koroner, hipertensi arterial, dan penyakit degenaratif atau inflamasi.

2. Aterosklerosis Coroner

Kondisi ini mengakibatkan disfungsi miokardium lantaran terganggunya aliran darah ke otot jantung. Peradangan dan miokardium degeneratif berkaitan dengan gagal jantung karena kondisinya secara langsung merusak serabut jantung dan membuat kontraktilitas menurun.

3. Hipertensi Sistemik atau Pulmonal

Hipertensi sistemik atau pulmonal menjadi salah satu penyebab gagal jantung. Hipertensi pulmonal merupakan tekanan darah tinggi yang terjadi secara spesifik pada pembuluh darah arteri di paru-paru serta sisi kanan jantung.

4. Penyakit Jantung Lain

Gagal jantung bisa terjadi akibat penyakit jantung sebenarnya yang secara langsung mempengaruhi jantung. Mekanisme ini biasanya mencakup aliran darah yang masuk ke jantung (stenosis katup semiluner), ketidakmampuan jantung untuk mengisi darah (tamponade, perikardium, perikarditif konstriktif, atau stenosis AV), dan peningkatan mendadak afterload.

Ilustrasi Kode ICD-10 CHF. Foto: Shutterstock

Kode ICD-10 CHF

ICD-10 atau International Classification of Diseases memuat sejumlah kode terkait penyakit, gejala, temuan abnormal, keluhan, hingga keadaan sosial dan eksternal yang menyebabkan cedera.

Salah satu penyakit yang dimuat dalam pengkodean tersebut adalah gagal jantung alias congestive heart failure (CHF). Berikut rincian kode ICD-10 CHF seperti dikutip dari ICD10Data:

  • I50 Heart failure: Gagal jantung

  • I50.1 Left ventricular failure, unspecified: Gagal ventrikel kiri, tidak spesifik

  • I50.2 Systolic (congestive) heart failure: Gagal jantung kongestif sistolik

  • I50.20 Unspecified systolic (congestive) heart failure: Gagal jantung kongestif sistolik tidak spesifik I50.21 Acute systolic (congestive) heart failure: Gagal jantung kongestif sistolik akut

  • I50.22 Chronic systolic (congestive) heart failure: Gagal jantung kongestif sistolik kronis

  • I50.23 Acute on chronic systolic (congestive) heart failure: Gagal jantung kongestif sistolik akut on kronis

  • I50.3 Diastolic (congestive) heart failure: Gagal jantung kongestif diastolik

  • I50.30 Unspecified diastolic (congestive) heart failure: Gagal jantung kongestif diastolik tidak spesifik

  • I50.31 Acute diastolic (congestive) heart failure: Gagal jantung kongestif diastolik akut

  • I50.32 Chronic diastolic (congestive) heart failure: Gagal jantung kongestif diastolik kronis

  • I50.33 Acute on chronic diastolic (congestive) heart failure: Gagal jantung kongestif diastolik akut on kronis

  • I50.4 Combined systolic (congestive) and diastolic (congestive) heart failure: Kombinasi antara gagal jantung kongestif sistolik dan diastolik

  • I50.40 Unspecified combined systolic (congestive) and diastolic (congestive) heart failure: Kombinasi antara gagal jantung kongestif sistolik dan diastolik tidak spesifik

  • I50.41 Acute combined systolic (congestive) and diastolic (congestive) heart failure: Kombinasi antara gagal jantung kongestif sistolik dan diastolik akut

  • I50.42 Chronic combined systolic (congestive) and diastolic (congestive) heart failure: Kombinasi antara gagal jantung kongestif sistolik dan diastolik kronis

  • I50.43 Acute on chronic combined systolic (congestive) and diastolic (congestive) heart failure: Kombinasi antara gagal jantung kongestif sistolik dan diastolik akut on kronik

  • I50.8 Other heart failure: Gagal jantung lainnya

  • I50.81 Right heart failure: Gagal jantung kanan

  • I50.810 Right heart failure unspecified: Gagal jantung kanan tidak spesifik

  • I50.811 Acute right heart failure: Gagal jantung kanan akut

  • I50.812 Chronic right heart failure: Gagal jantung kanan kronis

  • I50.813 Acute on chronic right heart failure: Gagal jantung kanan akut on kronik

  • I50.814 Acute on chronic right heart failure due to left heart failure: Gagal jantung kanan akut on kronik karena gagal jantung kiri

  • I50.82 Biventricular heart failure: Gagal jantung biventrikular

  • I50.83 High output heart failure: Gagal jantung high output

  • I50.84 End stage heart failure: Gagal jantung stage terakhir

  • I50.89 Other heart failure: Gagal jantung lainnya

  • I50.9 Heart failure, unspecified: Gagal jantung, tidak spesifik

(GTT)

Frequently Asked Question Section

Apa Itu Congestive Heart Failure?

chevron-down

Congestive Heart Failure adalah keadaan patofisiologis berupa kelainan fungsi jantung, sehingga jantung tidak dapat memompa darah untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh.

Apa yang Dimaksud dengan ICD-10?

chevron-down

ICD-10 atau International Classification of Diseases memuat sejumlah kode terkait penyakit, gejala, temuan abnormal, keluhan, hingga keadaan sosial dan eksternal yang menyebabkan cedera.

Apa Saja Kode ICD-10 CHF?

chevron-down

Ada beberapa kode ICD-10 CHF, di antaranya I50, I50.1, I50.2, dan lain sebagainya.