Memahami Metode Tafsir Tahlili dan Ragamnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tafsir Al-Quran adalah kebutuhan setiap umat Islam. Hal tersebut karena Al-Quran merupakan petunjuk hidup yang harus dipahami maknanya.
Para ahli tafsir pun berusaha untuk menafsirkan Al-Quran dengan pendekatan dan metode yang berbeda-beda. Secara umum, terdapat empat metode penafsiran Al-Quran.
Ada metode tafsir ijmali, metode tafsir maudhu'i, metode tafsir muqoron, dan tafsir tahlili. Pada artikel kali ini, metode tafsir yang akan dibahas lebih lanjut adalah tafsir tahlili.
Memahami Metode Tafsir Tahlili
Mengutip jurnal Mengenal Metode Tafsil Tahlili oleh Syaeful Rokim, kata tahlili dalam bentuk bahasa Arab adalah 'hala'. Contohnya 'hala aqidah' yang bermakna membuka ikatan menjadi terurai.
Dengan demikian, secara bahasa tahlili berarti menjelaskan sesuatu pada unsur-unsurnya secara terperinci. Adapun secara istilah, tafsir tahlili adalah metode yang digunakan seorang mufasir dalam menerjemahkan ayat sampai pada kata per katanya.
Sementara menurut tokoh tafsir Musaid al Thayyar, tafsir tahlili adalah metode penafsiran ayat sesuai urutan dalam surat. Kemudian mufasir menyebutkan kandungan ayatnya, baik makna, pendapat ulama, dan lain sebagainya.
Setidaknya terdapat tujuh penjelasan yang terdapat dalam metode tafsir tahlili, yakni sebagai berikut:
Penjelasan makna kata dalam Al-Quran.
Penjelasan asbab nuzul ayat (sebab turunnya ayat).
Penjelasan munasabah antar ayat dan surat sebelumnya.
Penjelasan I'rab ayat dan macam-macam qiraat ayat.
Penjelasan kandungan balaghahnya dan keindahan susunan kalimatnya.
Penjelasan hukum fiqih yang diambil dari ayat.
Penjelasan makna umum dari ayat dan petunjuk-petunjuknya.
Baca Juga: Pengertian Tafsir dan Sejarah Tafsir Al-Quran
Ragam Metode Tafsir Tahlili
Dalam perkembangan penafsiran Al-Quran, metode tafsir tahlili memiliki ragam penafsiran yang mesti dipahami, berikut penjelasannya.
1. Tafsir Tahlili bil Ma'tsur
Terdapat metode tafsir tahlili yang berusaha menjelaskan ayat-ayat secara terperinci dengan menggunakan pendekatan tafsir bil ma'tsur. Adapun yang dimaksud dengan tafsir bil ma'tsur adalah penafsiran ayat-ayat Al-Quran berlandaskan penjelasan dalam ayat yang lain.
Selain itu, landasan lain yang digunakan adalah hadits-hadits Rasulullah, serta perkataan para sahabat dan tabi'in. Beberapa tafsir tahlili yang menggunakan pendekatan tafsir bil ma'tsur adalah:
Tafsir Jami' al-Bayan fi Ta'wil ayat al-Qur'an
Ma'alim Tanzil al-Bagawi
Tafsir al-Qur'an al-Adzim, Ibnu Kathir
al-Durr al-Ma'tsur fi al Tafsir bi al-Ma'tsur Suyuti
2. Tafsir Tahlili bil Ra'yi
Ragam tafsir tahlili yang kedua adalah penggunaan pendekatan tafsir bil ra'yi, yakni mufasir menggunakan sumber ijma' yang didukung dengan kaidah-kaidah tafsir dan cabang-cabang ilmu tafsir.
Metode ini digunakan untuk menetapkan suatu hukum dari permasalahan-permasalahan kontemporer. Di antara tafsir tahlili yang menggunakan pendekatan tafsir bil ra'yi adalah:
Tafsir al-Khazin, al-Khazin
Anwar Tanzil wa Asrar Al-Ta'wil, al-Baydhawi
Tafsir al-Jawahir fi Tafsir al-Qur'an, Thanthawi Jauhari
Tafsir al-Manar, Muhammad Rasyid
(DEL)
