Konten dari Pengguna

Menganalisis Dampak Negatif Jika Al Kulliyatu Al Khomsah Tidak Terwujud

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Buku. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Buku. Foto: Shutter Stock

Al kulliyatu al khamsah merupakan salah satu konsep penting dalam ajaran Islam. Konsep ini memuat lima prinsip dasar yang menjadi pedoman dalam menjaga kehidupan manusia.

Dikutip dari buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMA Kelas X karya Restu Abdiyantoro dkk., al kulliyatu al khamsah memiliki landasan yang kuat dalam Al-Qur’an dan hadis. Dengan memahami konsep ini, peserta didik diharapkan mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

Namun, apabila nilai-nilai tersebut tidak terwujud dengan baik, berbagai dampak negatif dapat muncul dalam kehidupan masyarakat. Lantas, apa saja dampak yang bisa muncul ketika prinsip al kulliyatu al khamsah diabaikan dalam kehidupan sehari-hari? Mari simak penjelasannya berikut ini.

Pengertian Al Kulliyatu Al Khomsah

Ilustrasi Buku. Foto: Shutter Stock

Sebelum membahas dampak negatif dari tidak terwujudnya al kulliyatu al khomsah, setiap Muslim perlu memahami konsep ini terlebih dahulu.

Merujuk pada buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk SMK Kelas X karya Restu Abdiyantoro dkk., al kulliyatu al khomsah merupakan lima prinsip dasar dalam hukum Islam yang menjadi pedoman kehidupan manusia. Kelima prinsip dasar tersebut meliputi:

  1. Menjaga Agama (Hifz Ad-Din): Menjaga segala hal yang berkaitan dengan agama serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT.

  2. Menjaga Jiwa (Hifz An-Nafs): Melindungi jiwa dari berbagai hal yang dapat membahayakan, baik dari dalam maupun luar diri manusia.

  3. Menjaga Akal (Hifz Al-Aql): Menggunakan akal untuk berpikir dan membedakan hal baik, serta menjauhkan akal dari sesuatu yang dapat merusak fungsinya.

  4. Menjaga Keturunan (Hifz An-Nasl): Melindungi keturunan dan keluarga dari perbuatan yang dapat menimbulkan keburukan.

  5. Menjaga Harta (Hifz Al-Mal): Menjaga harta dari hal-hal yang diharamkan maupun perkara syubhat.

Dampak Negatif Jika Al-Kulliyatu Al-Khamsah Tidak Terwujud

Sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar saat bulan Ramadhan di SDN Slipi 15, Jakarta, Kamis (6/3/2025). Foto: Sulthony Hasanuddin/ANTARA FOTO

Mengutip buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti karya Ahmad Taufik dan Nurwastuti Setyowati, tujuan disyariatkannya al kulliyatu al khomsah adalah mewujudkan kemaslahatan bagi kehidupan manusia.

Syariat Islam hadir untuk menciptakan kebaikan, menjauhkan kesulitan, menolak kemudaratan, serta membawa manfaat dalam kehidupan setiap muslim.

Apabila prinsip-prinsip tersebut diterapkan dengan baik, berikut manfaat yang bisa dirasakan dalam kehidupan:

  • Kehidupan menjadi lebih aman dan tenteram

  • Hubungan sosial berjalan harmonis

  • Terhindar dari berbagai bentuk kerusakan dan kemudaratan

  • Terciptanya keadilan dalam kehidupan bermasyarakat

  • Membawa kebahagiaan di dunia maupun akhirat

Sebaliknya, jika al kulliyatu al khomsah tidak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, maka dapat muncul berbagai dampak negatif, seperti:

  • Timbul rasa gelisah dan kekhawatiran dalam kehidupan

  • Terjadi kekacauan dalam kehidupan sosial masyarakat

  • Muncul ketimpangan dalam kehidupan beragama

  • Terjadinya ketidakadilan dan konflik sosial

  • Hilangnya rasa aman dan ketenteraman

Baca Juga: Kedudukan dan Fungsi Hadits Terhadap Alquran

(ANB)