Konten dari Pengguna

Mengapa Penulisan Judul Berita Harus Menarik? Ini Alasannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi jurnalis menulis berita. Foto: Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi jurnalis menulis berita. Foto: Getty Images

Membuat judul berita yang menarik merupakan salah satu tugas seorang jurnalis. Melalui judul berita, penulis dapat mengajak pembaca untuk menyimak informasi dan topik utama yang akan dibicarakan.

Dijelaskan dalam buku Penyuntingan Naskah karya Nandra Amalia, judul berita bisa menjadi intisari sebuah berita. Umumnya, bagian ini terdiri atas satu atau dua kalimat pendek yang memberitahukan persoalan pokok dari peristiwa yang diberitakan.

Ada aturan penting yang harus diperhatikan dalam membuat judul berita, di antaranya harus ditulis dengan huruf besar, tidak boleh lebih dari 7 kata, berbentuk kalimat aktif, dan tidak boleh ambigu. Selain itu, kalimat yang digunakan dalam judul berita juga harus netral dan tidak didramatisasi.

Aturan tersebut dibuat untuk memudahkan pembaca dalam memahami maksud dari judul berita. Mengapa penulisan judul berita harus menarik? Simak artikel berikut untuk mengetahui jawabannya.

Alasan Mengapa Penulisan Judul Berita Harus Menarik

Ilustrasi baca berita. Foto: Thinkstock

Persaingan media di era digital ini sangat ketat. Oleh karena itu, penulis berita harus memilih judul yang menarik untuk memikat perhatian pembacanya.

Judul berita harus dapat menggugah rasa penasaran pembaca untuk menyelesaikan bacaannya sampai akhir. Berikut ini beberapa alasan mengapa penulisan judul berita harus dibuat menarik:

1. Memikat perhatian pembaca

Penulisan judul yang menarik menjadi kunci untuk memikat perhatian pembaca agar mau membacanya sampai selesai. Judul berita yang kreatif, mengandung teka-teki, dan menggunakan kalimat yang menyentuh emosi dapat membuat pembaca ingin tahu lebih lanjut tentang topik yang dibahas.

3. Meningkatkan jangkauan lebih luas

Ketika judul berita tersebar, artikel yang diunggah memiliki potensi untuk mencapai audiens lebih luas. Hal ini dapat meningkatkan dampak berita dan membantu menyebarkan informasi yang relevan kepada khalayak.

5. Menyajikan informasi yang sesuai

Pembaca biasanya mengharapkan judul berita yang jelas, informatif, dan menarik. Melalui judul berita tersebut, mereka dapat mengetahui gambaran informasi yang akan dibahas dalam artikel. Hal ini membantu pembaca dalam memilih berita yang relevan dengan minat dan kebutuhan mereka.

Baca juga: Memahami Pengertian Berita beserta Cara Penulisan dan Jenisnya

Cara Menulis Judul Berita yang Baik

Ilustrasi menulis berita. Foto: fizkes/Shutterstock

Sejatinya, judul adalah etalase berita. Oleh karena itu, judul berita harus dikemas sebaik mungkin untuk memikat perhatian para pembaca.

Ada beberapa aturan yang mesti diperhatikan dalam penulisan judul berita. Dikutip dari buku Best Practice Humas karya Rahmat Kriyantono (2021), berikut penjelasannya:

  • Judul harus menarik (eye-catching). Tema yang dipilih harus mewakili keseluruhan isi berita yang ingin disampaikan kepada pembaca.

  • Ditulis singkat dan jelas dengan komposisi huruf yang menarik.

  • Judul harus mencerminkan isi berita, tidak ambigu, dan tidak didramatisasi.

  • Menggunakan kalimat pendek dan kalimat aktif agar daya tariknya lebih kuat.

  • Maksimal meggunakan 7 kata. Jika lebih dari itu, sebaiknya menggunakan anak judul (sub heading).

Baca juga: Hoaks atau Hoax, Mana Penulisan yang Benar?

(MSD)

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan berita?

chevron-down

Berita adalah informasi mengenai suatu hal yang sedang atau baru saja terjadi.

Apa nama lain judul berita?

chevron-down

Headline.

Apa syarat penulisan judul berita?

chevron-down

Harus ditulis dengan huruf besar, tidak boleh lebih dari 7 kata, berbentuk kalimat aktif, dan tidak boleh ambigu.