Mengapa Persaudaraan Kaum Muhajirin dan Anshar Penting dalam Sejarah Islam?

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika Nabi Muhammad dan kaum Muhajirin tiba di Madinah, langkah pertama yang dilakukan adalah membangun ikatan persaudaraan dengan kaum Anshar. Persaudaraan ini tidak lagi berdasarkan ikatan darah atau kesukuan, melainkan murni dibangun di atas landasan akidah dan keimanan kepada Allah SWT.
Lantas, mengapa persaudaraan kaum Muhajirin dan Anshar penting dalam sejarah Islam? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!
Latar Belakang Terbentuknya Persaudaraan Kaum Muhajirin dan Anshar
Sebelum hijrah ke Madinah, Nabi Muhammad sebenarnya sudah mulai membangun konsep persaudaraan di Makkah. Dikutip dari buku Sejarah Lengkap Rasulullah Jilid 1 (2012) karya Prof. Dr. Ali Muhammad Ash-Shallabi, Nabi telah mempersaudarakan sejumlah sahabat berdasarkan kebenaran dan persamaan, jauh sebelum peristiwa hijrah terjadi. Beberapa pasangan persaudaraan yang dibentuk saat itu di antaranya:
Hamzah bin Abdul Muthalib dengan Zaid bin Haritsah
Abu Bakar dengan Umar bin Khattab
Utsman bin Affan dengan Abdurrahman bin Auf
Zubair bin Awwam dengan Abdullah bin Mas'ud
Abu Ubaidah bin Al-Jarrah dengan Salim budak Abu Hudzaifah
Setelah hijrah, konsep persaudaraan tersebut semakin diperluas. Mengutip dari buku Sejarah Kebudayaan Islam pada Madrasah (2024) karya Dr. Muhammad Yusuf, M.Pd, persaudaraan terbagi menjadi dua, yaitu antara sesama Muhajirin, dan antara Muhajirin dengan Anshar. Inilah yang kemudian dikenal sebagai muakhah atau persaudaraan Islam di Madinah.
Mengapa Persaudaraan Kaum Muhajirin dan Anshar Penting bagi Kehidupan Umat Islam
Dirangkum dari buku Sejarah Lengkap Rasulullah Jilid 1 (2012) karya Prof. Dr. Ali Muhammad Ash-Shallabi dan buku Sejarah Kebudayaan Islam pada Madrasah (2024) karya Dr. Muhammad Yusuf, M.Pd, berikut beberapa alasan mengapa persaudaraan kaum Muhajirin dan Anshar penting bagi kehidupan umat Islam.
1. Mengatasi Kesenjangan Sosial dan Ekonomi
Kaum Muhajirin meninggalkan seluruh harta dan tempat tinggal mereka di Makkah. Setibanya di Madinah, mereka tidak memiliki apa-apa. Sistem persaudaraan yang dibangun Nabi bertujuan untuk menutup kesenjangan sosial dan ekonomi ini.
Salah satu contoh nyata persaudaraan ini terlihat pada kisah Sa'ad bin Rabi' dari kaum Anshar yang menawarkan hartanya kepada Abdurrahman bin Auf dari kaum Muhajirin. Abdurrahman bin Auf menolak tawaran itu dan hanya meminta ditunjukkan letak pasar, lalu berusaha sendiri hingga mandiri secara ekonomi.
2. Membangun Rasa Aman dan Saling Melindungi
Madinah bukan kota yang sepenuhnya aman bagi umat Islam saat itu. Terdapat berbagai kelompok yang menyimpan permusuhan, termasuk kaum munafik dan sebagian kaum Yahudi. Dalam kondisi seperti ini, persaudaraan berfungsi sebagai sistem perlindungan sosial dari segala bentuk ancaman.
3. Mempercepat Adaptasi Budaya dan Sosial
Kaum Muhajirin berasal dari Makkah dengan latar belakang budaya dan kebiasaan yang berbeda dari penduduk Madinah. Melalui jalinan persaudaraan, kaum Muhajirin dapat lebih cepat mengenali budaya sosial dan hukum yang berlaku di Madinah, karena mereka tinggal dan berinteraksi langsung dengan kaum Anshar.
(FHK)
Baca juga: Apakah Kalian Mudah Beradaptasi dengan Lingkungan Sekolah dan Teman-Teman?
