Konten dari Pengguna

Mengapa Sampah Plastik Sulit Terurai? Ini Penjelasannya menurut Ilmu Sains

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Pengolahan sampah di Malaysia. Foto: Augustine Bin Jumat/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Pengolahan sampah di Malaysia. Foto: Augustine Bin Jumat/Shutterstock

Sejak awal tahun 2000-an, plastik mulai banyak digunakan sebagai bahan baku kemasan. Plastik juga menggantikan beberapa fungsi bahan konvensional lain seperti kaca, logam, dan kertas.

Di samping itu, plastik juga sering digunakan sebagai bahan baku pembuatan alat rumah tangga, alat olahraga, dan peralatan otomotif. Bahkan, penggunaannya sudah mendominasi sekitar 80% industri makanan di Indonesia.

Dijelaskan dalam buku Optimalisasi Peran Cendekiawan dalam Meningkatkan Potensi Lokal dan Daya Saing Global susunan Fajar Muharram, dkk., plastik dipilih sebagai bahan baku kemasan karena murah dan mudah didapat. Bahannya juga ringan dan relatif tahan terhadap mikroba.

Namun di samping kelebihannya, ternyata sampah plastik lebih sulit dikelola dan terurai di dalam tanah. Tahukah kamu mengapa sampah plastik sulit terurai? Cari tahu jawabannya lewat penjelasan dalam artikel berikut.

Mengapa Sampah Plastik Sulit Terurai?

Ilustrasi sampah plastik di pantai. Foto: Shutter Stock

Tidak seperti sampah organik, sampah plastik justru sangat sulit terurai apabila tertimbun di dalam tanah. Jenis sampah ini bisa mengontaminasi unsur air dan tanah yang berpotensi menyebabkan masalah kesehatan serius bagi manusia.

Dr. Jejen Musfah dalam buku Analis Kebijakan Pendidikan (2021) menjelaskan bahwa sampah plastik memerlukan waktu ratusan tahun untuk terurai sempurna. Sampah ini tergolong berbahaya karena sulit didegradasi dan diuraikan (unbiodegradable).

Karena sifat tersebut, sampah plastik pun berpotensi membunuh hewan atau bakteri pengurai dalam tanah. Sampah ini bisa mengganggu jalur air yang teresap dalam tanah, menurunkan kesuburan tanah, serta menghalangi sirkulasi udara dalam tanah.

Maka, perlu sikap yang bijak dalam mengelola sampah plastik. Apabila keliru, sampah tersebut justru bisa membahayakan manusia, hewan, dan lingkungan sekitar.

Dijelaskan dalam laman Scispace, plastik sulit terurai karena sifat kimianya yang stabil, hidrofobisitas, dan adanya ikatan kovalen. Kemudian, gugus fungsinya pun tidak mudah diserang.

Setelah diteliti, plastik memiliki luas permukaan mikroplastik yang besar dan mampu menarik komponen lain. Sehingga, proses pemecahan molekulnya pun cenderung sulit dilakukan secara mandiri. Kondisi inilah yang dapat mencegah terjadinya degradasi.

Cara Mengolah Sampah Plastik yang Benar

Ilustrasi sampah plastik di pantai. Foto: Shutter Stock

Sampah plastik bisa dikelola dengan cara didaur ulang. Dirangkum dari laman The Shakti Plastic Industries, berikut langkah-langkahnya yang bisa diikuti:

  • Mengumpulkan sampah plastik: Sampah bisa dikumpulkan di pengepul ataupun pabrik yang bersedia mengelolanya. Ini penting guna memastikan pasokan sampah plastik stabil untuk proses daur ulang.

  • Menyortir sampah plastik: Sebelum didaur ulang, sampah plastik harus disortir berdasarkan jenis dan bahannya terlebih dahulu. Misalnya plastik PET, HDPE, PVC, dan lain-lain.

  • Proses penghancuran dan pencucian: Sampah mesti dibersihkan dan dihancurkan menjadi potongan yang kecil sebelum didaur ulang.

  • Peleburan: Serpihan plastik yang sudah dibersihkan mesti dileburkan terlebih dahulu untuk membuat bahan baku plastik yang baru.

  • Produksi bahan baru: Terakhir, biji plastik yang sudah didaur ulang bisa diproses dan digunakan untuk membuat bahan baku baru.

Mau tampil keren sekaligus peduli lingkungan? Yuk, dapatkan Tas Baliho Reborn sekarang di kum.pr/merchandise!

(MSD)