Konten dari Pengguna

Mengenal 5 Alat Musik Banten dalam Kesenian Tradisional

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi nada musik. Foto:Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi nada musik. Foto:Pixabay

Banten adalah sebuah Provinsi di Tatar Pasundan, serta wilayah paling barat di Pulau Jawa, Indonesia. Banten juga pernah menjadi bagian dari Provinsi Jawa Barat namun memisahkan diri sejak tahun 2000.

Hal ini menjadikan Banten sebagai salah satu daerah yang memiliki banyak nilai kebudayaaanya. Mulai dari keberagaman suku, bahasa, adat istiadat, hingga keseniannya.

Sebagai kota Pelabuhan, Banten tentunya mendapat pengaruh budaya dari luar. Namun, masyarakat lokal tetap berusaha mempertahankan dan melestarikan nilai kebudayaan Banten. Salah satunya melalui alat musik.

Bagi yang belum mengenal atau mungkin ingin ikut melestarikan, di artikel ini akan diulas berbagai alat musik tradisional di Banten lengkap dengan keunikannya. Simak selengkapnya di bawah ini.

Ilustrasi memankan alat musik. Foto:Pixabay

5 Alat Musik Banten

Merujuk pada buku Banten dalam Perspektif Konseling terbitan Penerbit A-Empat (2018), menyebutkan setidaknya ada lima jenis alat musik Banten, yaitu :

1. Bedug Banten

Bedug Banten atau biasa disebut dengan Rampak Bedug ialah kesenian tradisional masyarakat Banten. Kesenian ini merupakan puncak estetika dari tradisi Bedug Ngadu yang biasa dipraktikan warga selama hari raya Idul Fitri atau Idul Adha.

Adapun peralatan yang digunakan terdiri dari beberapa drum, termasuk satu set drum kecil sebagai kontrol untuk ritme, tempo dan dinamika, drum besar sebagai bass, dan melodi hanya datang dari melafalkan doa yang dimainkan sambil memukul.

2. Angklung buhun

Angklung buhun adalah drum kit yang terbuat dari bambu serta menciptakan nada yang harmonis ketika diguncangkan. Angklung ini merupakan alat tradisional Banten khas Baduy Kabupaten Lebak.

Buhun berarti tua, kuno (baheula). Artinya, angklung buhun adalah angklung tua yang telah menjadi warisan budaya masyarakat Baduy. Selain itu, kesenian ini juga memiliki nilai magis dan sakral.

3. Dogdog lonjor

Dogdog lonjor adalah alat musik khas yang terbuat dari tongkat kayu bundar yang dimainkan dengan cara dipukul menggunakan telapak tangan. Nama dogdog sendiri berasar dari suara yang diciptakannya, sedangkan lonjor berarti panjang.

Alat musik ini terbuat dari kayu bulat dengan panjang 90 sentimeter yang dibagi di tengah dengan beberapa segmen dengan panjang 15, 12, dan 13 sentimeter sehingga menghasilkan suara yang diingkan.

Ilustrasi nada musik. Foto:Pixabay

4. Pantun bambu

Pantun bambu ialah alat musik tradisional khas masyarakat Cilegon. Alat musik ini dimainkan dengan cara dipukul pada area yang mirip tali menggunakan tongkat kayu kecil.

Pantun bambu hanya digunakan untuk hiburan semata, terutama masyarakat pekerja atau petani saat mereka lelah. Bahan yang digunakan untuk membuat alat musik ini ialah bambu berdiameter 10 cm.

5. Lesung

Lesung adalah alat tradisional saat mengolah beras atau sereal menjadi beras. Fungsi alat ini secara mekanis memisahkan kulit biji-bijian dari beras. Alat musik satu ini terbuat dari kayu yang dibentuk seperti perahu kecil panjang.

Lesung itu sendiri sebenarnya hanya sebuah wadah cekung. Gabah yang akan diproses ditempatkan di dalam cekungan tersebut. Beras kemudian berulang kali ditumbuk dengan tongkat kayu yang tebal sampai beras terpisahkan dari kulit.

(IMR)