Mengenal 7 Lapisan Bumi beserta Fungsi yang Dimilikinya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bumi memiliki struktur berlapis-lapis yang dimulai dari lapisan pelindung bumi, lapisan bebatuan, hingga lapisan inti atau lapisan terdalam yang sangat panas. Bumi memiliki diameter sekitar 12.742 km dan terdiri dari 7 lapisan yang menjadi penyusunnya.
Setiap lapisan tentunya memiliki karakteristik hingga fungsinya masing-masing. Makhluk hidup yang ada di planet bumi hanya dapat hidup pada lapisan bumi yang keras dan kaku yang disebut kulit bumi atau litosfer, karena lapisan ini memiliki kandungan oksigen yang baik.
Dalam buku Bumi dan Antariksa Kajian Konsep, Pengetahuan, dan Fakta oleh Resyi A. Gani, dkk., dijelaskan bahwa lapisan keras pada kulit bumi bukan hanya bebatuan. Ada juga tanah liat, abu gunung berapi, pasir, dan kerikil sebagai pendukung dari lapisan litosfer.
Lantas, litosfer termasuk ke dalam 7 lapisan bumi urutan ke berapa? Berapa tebal kedalamannya? Untuk mengetahui lebih lengkapnya, simak penjelasannya di bawah ini.
7 Lapisan Bumi
Mir Aneesuddin, M.Sc menuliskan dalam Buku Saku Ayat-ayat Semesta, 7 lapisan bumi antara lain lapisan atmosfer (troposfer, stratosfer, mesosfer, termosfer, dan eksosfer), lapisan kerak dan mantel bumi, serta lapisan inti. Berikut adalah uraiannya:
1. Lapisan Troposfer
Troposfer merupakan lapisan paling dasar yang sangat dekat sekali dengan bumi. Ketinggiannya 0-12 kilometer di atas permukaan bumi. Lapisan ini juga berfungsi untuk menjaga kestabilan udara yang ada di bumi.
2. Lapisan Stratosfer
Lapisan stratosfer berada tepat di atas troposfer. Pada stratosfer terdapat lapisan ozon di ketinggian 35 km yang berfungsi untuk melindungi bumi dari sinar ultraviolet yang berlebihan.
Stratosfer memiliki sifat udara yang kering karena hanya mengandung debu, tidak ada uap air. Lapisan ini terdiri dari lapisan isotermal (yang berada pada ketinggian 11 km hingga 22 km) dan lapisan inversi (yang berada pada ketinggian 20 hingga 60 km).
3. Lapisan Mesosfer
Mesosfer merupakan lapisan ketiga dari atmosfer bumi yang memiliki ketinggian mencapai 55 hingga 80 km. Pada lapisan mesosfer, semakin ke atas maka suhu yang ada di udara semakin menurun.
Lapisan mesosfer merupakan lapisan pelindung bumi yang dapat melindungi bumi dari jatuhnya meteor. Di antara lapisan mesosfer dan termosfer, terdapat lapisan perantara yakni mesopause. Suhu minimum dari lapisan mesosfer ini terdapat pada lapisan mesopause.
4. Lapisan Termosfer
Lapisan keempat pada lapisan bumi ini disebut juga dengan lapisan ionosfer. Bernama demikian karena pada lapisan ini terjadi proses ionisasi atom-atom udara oleh sinar X dan sinar ultraviolet yang dipancarkan oleh sinar matahari.
Lapisan ini memiliki ketinggian 80 hingga 800 km. Berbeda dengan lapisan mesosfer, pada lapisan termosfer semakin ke atas maka suhu yang dimilikinya semakin tinggi, yakni dapat mencapai lebih dari 500 derajat celcius.
Lapisan termosfer dapat memantulkan gelombang radio sehingga sangat bermanfaat bagi dunia komunikasi yang ada di bumi.
5. Lapisan Eksosfer
Eksosfer merupakan lapisan terluar dari atmosfer bumi. Ketinggian lapisan ini antara 800 hingga 1.000 km. Pada lapisan eksosfer, jika udara yang dimiliki semakin tinggi maka gravitasinya semakin kecil.
Kelima lapisan ini termasuk ke dalam lapisan Atmosfer yang menyelubungi bumi. Lapisan atmosfer memiliki sifat-sifat sebagai berikut:
Transparan. Atmosfer atau udara yang ada di sekitar tidak dapat dilihat menandakan bahwa atmosfer bersifat transparan. Walau tak dapat dilihat, sebenarnya atmosfer tetap ada untuk melindungi bumi.
Elastis dan dinamis. Udara bersifat elastis, artinya dapat mengembang dan mengkerut serta dapat menempati ruang sesuai dengan bentuk bendanya. Udara juga bersifat dinamis, artinya mudah bergerak dan berubah sehingga mampu menimbulkan angin.
Tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak dapat dirasakan. Udara dapat dirasakan jika udara tersebut bergerak dalam bentuk angin. Gerakan udara ini timbul karena adanya perbedaan tekanan udara.
Memiliki berat, sehingga dapat menimbulkan tekanan. Udara yang ada pada lapisan terbawah akan memiliki tekanan yang lebih besar karena lapisan udara yang ada di bawah menanggung berat atau beban dari lapisan udara yang ada di atasnya.
Terdiri atas beberapa gas. Gas yang terkandung dalam lapisan atmosfer bumi antara lain nitrogen, oksigen, argon, karbon dioksida, dan sebagainya.
6. Lapisan Kulit dan Mantel Bumi
Setelah atmosfer, lapisan selanjutnya adalah lapisan kulit bumi yang keras (kerak bumi) dan lapisan mantel bumi. Kerak bumi terbagi menjadi dua bagian, yakni lempeng benua (continental crust) dan lempeng samudra (oceanic crust).
Lapisan batuan pembentuk kulit bumi (litosfer) ini memiliki ketebalan kurang dari 70 km yang tersusun dari batuan penyusun kulit bumi.
Bahan utama pembentuk lapisan kulit bumi (crust) adalah magma, yang berupa batuan cair pijar dengan suhu tinggi dan mengandung berbagai macam unsur mineral dan gas.
Setelah lapisan bumi, terdapat mantel bumi atau lapisan selubung (astenosfer). Lapisan ini terletak di bawah litosfer dengan ketebalan 2.900 km yang berisi material cair dan kental dengan suhu 3.000 derajat celcius.
Material cair dan kental yang membentuk litosfer merupakan campuran dari berbagai bahan yang bersifat cair, padat, dan gas dengan suhu tinggi.
7. Lapisan Inti (Barisfer)
Lapisan inti bumi atau core merupakan bagian bumi yang paling dalam dan tersusun atas lapisan NiFe (niccolum atau nikel dan ferrum atau besi). Lapisan ini dibedakan menjadi dua bagian, yakni inti luar (outer core) dan inti dalam (inner core).
Inti luar adalah inti bumi yang terdapat di bagian luar dengan tebal lapisan 2.200 km, tersusun dari materi besi dan nikel yang bersifat cair, kental, dan panas dengan suhu 3.900 derajat celcius.
Sementara inti dalam memiliki ketebalan sekitar 2.500 km, tersusun atas materi besi dan nikel pada suhu yang sangat tinggi (sekitar 4.800 derajat celcius).
Baca Juga: Mengenal Kandungan Lapisan Sima pada Kulit Bumi
4 Lapisan Bumi Berdasarkan Struktur (Fisik)
Dikutip dari Geografi: Jelajah Bumi dan Alam Semesta oleh Hartono (2007: 43-44), lapisan bumi dibagi menjadi empat bagian berdasarkan struktur fisiknya, yaitu:
1. Crust (Kerak Bumi)
Lapisan kerak bumi menempati bagian paling atas bumi. Lapisan ini terbagi menjadi dua kategori, yaitu kerak samudera dan kerak benua. Tebal kedua lapisan ini tidak sama di semua tempat. Berikut penjelasannya:
Kerak samudera mempunyai ketebalan sekitar 5-12 km. Penyusun kerak samudera yang utama adalah batuan basalt.
Kerak benua mempunyai ketebalan sekitar 20-70 km. Batuan penyusun kerak benua yang utama adalah granit.
Kerak bumi dan sebagian mantel bumi membentuk lapisan litosfer dengan ketebalan total kurang lebih 80 km.
Bersamaan dengan mantel lapisan atas, kerak bumi terbelah menjadi lempeng-lempeng besar seperti potongan puzzle. Inilah yang disebut dengan lempeng tektonik. Lempeng ini bisa bergerak dengan kecepatan 0-14 cm per tahun.
2. Mantle (Mantel Bumi)
Mantel bumi atau disebut juga selubung bumi adalah lapisan di tengah yang menyelubungi inti bumi dan merupakan bagian terbesar dari bumi. Lapisan ini menempati bagian bawah kerak bumi.
Mantel bumi memiliki sekitar 83,2% dari volume dan 67,8% dari keseluruhan masa bumi. Ketebalan selubung ini berkisar 2.900 km.
Bagian terluar mantel bumi cenderung lebih padat dan menempel dengan kerak bumi di atasnya. Dikutip dari Geografi untuk SMA/MA Kelas X oleh Amir Khosim, dkk., (2008: 27), adapun mantel bumi dibagi lagi menjadi tiga bagian, yaitu:
Litosfer, yakni lapisan yang letaknya paling atas dari selimut bumi. Litosfer terdiri dari materi berwujud padat dengan tebal 50-100 km.
Astenosfer, yakni lapisan di bawah litosfer, berwujud kental dengan tebal sekitar 100-400 km.
Mesosfer, yakni lapisan yang wujudnya padat dengan tebal sekitar 2.400-2.750 km terletak di bawah astenosfer.
3. Inti Bumi Luar
Lapisan inti bumi merupakan bagian bumi paling dalam yang tersusun atas lapisan NiFe (nikel dan besi). Lapisan ini dibedakan atas dua bagian, yaitu inti luar dan inti dalam.
Inti bumi luar adalah inti bumi yang ada di bagian luar dengan ketebalan mencapai 2.200 km. Lapisan ini tersusun dari besi dan nikel yang bersifat cair, kental, dan panas yang berpijar dengan suhu sekitar 3.900°C.
4. Inti Bumi Dalam
Inti bumi dalam adalah inti bumi yang ada di bagian dalam dengan ketebalan sekitar 2.500 km. Lapisan ini tersusun atas besi dan nikel pada suhu yang tinggi, yaitu sekitar 4.800° C, tetapi tetap dalam keadaan padat dengan densitas sekitar 10 gram/cm³.
Frequently Asked Question Section
Apa lapisan atmosfer yang paling dekat dengan bumi?

Apa lapisan atmosfer yang paling dekat dengan bumi?
Troposfer merupakan lapisan paling dasar yang sangat dekat sekali dengan bumi. Ketinggiannya 0-12 kilometer di atas permukaan bumi.
Apa saja bagian dari mantel bumi?

Apa saja bagian dari mantel bumi?
Mantel bumi dibagi lagi menjadi tiga bagian, yaitu litosfer, astenosfer, dan mesosfer.
Apa itu inti bumi?

Apa itu inti bumi?
Lapisan inti bumi merupakan bagian bumi paling dalam yang tersusun atas lapisan NiFe (nikel dan besi).
