Mengenal Alat Musik Siter dalam Gamelan dan Cara Memainkannya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Siter adalah salah satu alat musik tradisional asli Indonesia yang digunakan dalam rangkaian gamelan Jawa. Siter dimainkan dengan cara yang cukup unik, sehingga dibutuhkan keahlian khusus dalam memainkannya. Adanya siter dalam perangkat gamelan akan menambah keunikan dari musik tradisional.
Rangka siter terbuat dari kayu dan kawat. Sumber bunyi siter berasal dari string kawat yang ada di alat musik tersebut. Dikutip dari buku Ensiklopedi Alat Musik Tradisional karya R. Toto Sugiarto dkk (2021), string kawat inilah yang nantinya menghasilkan nada-nada harmonis yang memperindah untaian musik gamelan.
Kata siter berasal dari bahasa Belanda yaitu citer. Terdapat sebelas pasang senar di rentang kedua sisinya di antara kotak resonator yang dapat menghasilkan bunyi. Lalu, bagaimana cara memainkan siter?
Cara Memainkan Siter dalam Gamelan
Siter merupakan bagian ricikan musik gamelan yang sumber bunyinya adalah string atau kawat. Dikutip dari buku Alat Musik Tradisional Nusantara karya Akhmalul Khuluq (2016), secara komponen, siter menyerupai gitar.
11 sampai 12 kawat-kawat atau string dipasang di atas kayu dan di antara kotak resonator. Kawat ini dipasang dengan posisi miring. Bentuknya juga mirip dengan kecapi. Siter memiliki panjang sekitar 20 cm dan tinggi 50 cm.
Siter dimainkan dengan cara dipetik. Caranya, pemain dapat menggunakan ibu jari untuk memetik kawat string. Jari lainnya dapat digunakan untuk menahan getaran senar yang dipetik. Kawat-kawat dalam siter pun menjadi salah satu bagian terpenting dalam alat musik ini.
Baca juga: Macam-Macam Alat Musik Karawitan: Gendang hingga Suling
Macam-macam Jenis Siter
Dikutip dari sumber yang sama, siter dalam gamelan dibagi menjadi dua jenis, yaitu siter penerus dan siter celempung. Keduanya mirip secara fisik, tetapi memiliki beberapa perbedaan dalam hal asal-usul, konstruksi, dan teknik bermain. Di bawah ini adalah penjelasan dari siter penerus dan siter celempung
1. Siter Penerus
Berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur
Memiliki sejumlah senar yang ditempatkan di atas resonator berbentuk panjang atau tabung yang terbuat dari kayu.
Ukurannya lebih kecil, sehingga disebut siter kecil.
Sering digunakan dalam berbagai jenis gelaran musik Jawa, seperti gamelan, dan dalam berbagai pertunjukan seni Jawa.
Nada yang dihasilkan memiliki oktaf yang lebih tinggi.
Termasuk instrumen panerusan dalam gamelan.
2. Siter Celempung
Disebut siter besar karena ukurannya yang lebih besar dari siter penerus.
Memiliki 26 senar, berbeda dengan siter penerus.
Terkait dengan musik dan tarian Bali.
Nada yang dihasilkan cenderung memiliki oktaf yang lebih rendah.
Memiliki ukuran dan instrumen khas gamelan siteran.
Termasuk instrumen panerusan dalam gamelan.
(TAR)
Baca juga: Cara Memainkan Alat Musik Kolintang khas Sulawesi Utara
