Mengenal Apa Itu Agama Ardhi dan Karakteristiknya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Agama ardhi adalah agama yang diciptakan oleh sekelompok manusia, kemudian berkembang berdasarkan budaya, daerah, dan pemikiran seseorang. Hingga akhirnya, agama tersebut pun dapat diterima secara menyeluruh.
Di Indonesia, ada tiga jenis agama ardhi yang dianut sebagian masyarakat, yakni Hindu, Budha, dan Konghucu. Ketiganya muncul dalam sejarah perkembangan agama Nusantara sejak abad ke-4 Masehi.
Dijelaskan dalam buku 10 Formula Dasar Islam: Konsep dan Penerapannya karya Gamar Al Haddar (2018), ciri-ciri agama ardhi adalah berasal dari kepercayaan masyarakat, bukan dari nabi ataupun rasul. Berbeda dengan agama Samawi, agama ardhi tidak meyakini utusan yang dikirim Tuhan dari langit.
Meski begitu, agama ardhi memiliki kitab suci yang dibuat berdasarkan kepercayaan masyarakatnya. Contoh kitab yang masyhur yaitu Kitab Suci Agama Weda, kitab agama Hindu yang disusun oleh Maharesu dari Kaum Brahma Krishna Dwipayana Wyana.
Karakteristik Agama Ardhi
Agama ardhi dikenal juga dengan sebutan agama kebudayaan. Mulanya, agama ini berkembang berdasarkan budaya, daerah, dan pemikiran seseorang hingga akhirnya diterima secara global. Sederhananya, agama ardhi adalah agama hasil ciptaan manusia.
Kendati demikian, penganut agama ardhi tetap memahami konsep ketuhanan. Misalnya, agama Hindu mengenal Brahman dan Sang Hyang Widhi sebagai Tuhan.
Umat Hindu beriman kepada Tuhan Yang Esa. Tapi sistem ketuhanannya terkoordinasi dalam konsep Trimurti, di mana mereka mengimani Brahma, Wisnu, dan Siwa secara bersamaan..
Di sisi lain, agama Konghucu mengenal konsep ketuhanan monoteis yang berarti Esa atau tunggal. Dijelaskan dalam buku Pancasila Satu-Satunya Ideologi Bangsa Indonesia karya Junias Marvel Lumban (2021), pemeluk agama Konghucu percaya bahwa Tuhan adalah dzat Maha Pencipta yang berbentuk delapan pengakuan iman (ba cheng chen gui).
Agama ardhi jelas berbeda dengan agama samawi yang datang dari firman Tuhan. Berikut beberapa ciri-cirinya yang bisa dipahami:
Agama ardhi tidak memiliki kitab suci yang diwariskan, isi kitab itu mengalami perubahan seiring dengan perjalanan sejarah agama tersebut
Berasal dari daerah dan kepercayaan masyarakat
Agama Ardhi tidak disampaikan oleh Nabi dan Rasul Tuhan serta tidak dapat dipastikan kelahirannya
Diciptakan oleh tokoh agama
Ajarannya dapat berubah-ubah mengikuti perubahan pola pikir masyarakat yang menganutnya
Jika ada kitab suci yang diwariskan, isi kitab itu mengalami perubahan seiring dengan perjalanan sejarah agama tersebut
Ajarannya tidak universal
Konsep ketuhanannya panthaisme, dinamisme, dan animism.
Perbedaan Agama Ardhi dan Samawi
Secara fundamental, agama ardhi dan agama samawi sangat berbeda. Dijelaskan dalam buku Mengenal Kesempurnaan Manusia susunan Prof. Dr. H. Ali Anwar, agama samawi berpangkal pada konsep keesaan (monoteisme), sementara konsep ketuhanan agama ardhi bersifat politheisme.
Agama samawi punya keyakinan terhadap para nabi dan rasul, sedangkan agama ardhi tidak demikian. Kemudian, bagi agama samawi, sumber tuntunan baik dan buruk didasarkan pada kitab suci yang diwahyukan, sementara agama ardhi lebih menjunjung tinggi tradisi dan adat istiadat.
Soal tradisi historisnya, agama samawi dikenal sebagai agama missionnary, sedangkan agama ardhi bukan. Agama missionnary adalah agama yang mengharuskan penganutnya untuk menyebarkan ajarannya kepada seluruh manusia.
Lalu, ajaran agama samawi cenderung tegas dan jelas, sedangkan agama ardhi kabur dan sangat elastis. Ini karena pedoman yang dipegang kedua agama tersebut sangat berbeda.
Baca juga: Agama Nabi Adam beserta Kisah Hidupnya Menurut Alquran dan Hadits
(MSD)
