Mengenal Apa Itu Grinding, Proses yang Krusial dalam Industri Manufaktur

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Grinding adalah suatu proses manufaktur yang dilakukan dengan cara mengikis atau mengasah permukaan benda kerja. Proses yang dikenal dengan nama penggerindaan ini menggunakan alat khusus yang disebut sebagai batu gerinda.
Proses grinding mempunyai tingkat akurasi yang cukup tinggi. Dalam prosesnya, mesin gerinda yang digunakan bisa berjenis mesin gerinda permukaan, mesin gerinda silindris, gerinda potong, dan alat gerinda manual.
Dijelaskan dalam buku Proses Manufaktur karya Eko Budiyanto (2021), proses grinding masuk dalam rangkaian material removal process. Pada proses ini, hasil akhirnya bertujuan untuk menghilangkan sebagian dari benda kerja awal, sehingga membentuk benda kerja yang geometrinya sesuai.
Grinding diperlukan dalam proses akhir pengerjaan (finishing). Agar lebih memahaminya, berikut penjelasan tentang apa itu grinding beserta fungsinya yang menarik untuk Anda simak.
Baca juga: Istilah bagi Perindustrian yang Menghasilkan Barang Berupa Bahan Baku
Proses Grinding dalam Manufaktur
Pada dasarnya, grinding adalah proses manufaktur yang dilakukan dengan cara mengecilkan atau mengurangi ukuran benda kerja dalam batas yang diinginkan. Hasilnya dapat dilihat dari ukuran benda kerja yang lebih kecil dari sebelumnya.
Proses grinding dapat dilakukan dengan mengkarakterisasi bahan baku yang akan digunakan. Kemudian, teknisi dapat mengolah bahan baku tersebut ke dalam beberapa tahapan.
Pertama, teknisi perlu mempersiapkan jenis alat grinding yang sesuai dengan kebutuhan. Alat tersebut bisa berupa mesin gerinda permukaan, mesin gerinda silindris, gerinda potong, dan alat gerinda manual.
Setelah itu, material atau bahan baku dimasukkan ke dalam silinder pada mesin grinding. Kemudian, teknisi bertugas menghidupkan mesin grinding dan memastikan bola-bola baja yang terdapat di dalamnya bergerak searah dengan perputaran mesin.
Mengutip jurnal Hydrothermal Grain Pre-processing and Ultra-fine Milling for The Production of Durum Wheat Flour Fractions with High Nutritional Value susunan Ciccoritti R, dkk (2018), grinding biasanya dilakukan pada kondisi basah untuk mendapatkan slurry yang akan diumpankan pada proses concentration.
Mekanisme kerja dari teknik grinding melibatkan gaya-gaya yang pada dasarnya dapat memecah material dalam media grinding. Adapun gaya-gaya tersebut dapat berupa impak atau penekanan, chipping, dan Abrasi.
Impak atau penekanan, dimana gaya diberikan hampir ke seluruh permukaan partikel.
Chipping, dimana gaya memiliki sudut tertentu.
Abrasi (gesek), dimana gaya paralel terhadap permukaan partikel.
Baca juga: Proses Penciptaan Desain dengan Pendekatan Eksplorasi Material
Fungsi Alat Gerindra
Selain sebagai pengikis material atau bahan baku, gerindra juga memiliki fungsi tertentu dalam proses grinding. Dikutip dari buku Teknologi Bahan susunan Ir. Syamsul Hadi (2016), berikut penjelasannya:
Memotong benda kerja yang tidak cukup tebal.
Menghaluskan dan meratakan permukaan benda kerja.
Sebagai proses akhir pengerjaan (finishing) benda kerja.
Mengasah alat otong supaya tajam.
Menghilangkan sisi tajam benda kerja.
Membentuk suatu profil menjadi bentuk tertenu (elip, siku, atau bentuk lain).
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa itu grinding?

Apa itu grinding?
Grinding adalah suatu proses manufaktur yang dilakukan dengan cara mengikis atau mengasah permukaan benda kerja.
Apa saja alat grinding?

Apa saja alat grinding?
Mesin gerinda permukaan, mesin gerinda silindris, gerinda potong, dan alat gerinda manual.
Apa fungsi gerindra?

Apa fungsi gerindra?
Memotong benda kerja yang tidak cukup tebal.
