Mengenal Apa itu Puasa Ngrowot dalam Tradisi Jawa

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam kalender Jawa, bulan Suro 1959 Dal akan jatuh pada bulan Juli 2025. Untuk menyambut datangnya bulan Suro, masyarakat Jawa umumnya melaksanakan tradisi yang dikenal sebagai puasa ngrowot.
Meski disebut sebagai puasa, orang yang menjalankannya tetap diperbolehkan makan dan minum. Namun, ada sejumlah pantangan terkait makanan dan minuman yang harus dihindari.
Puasa ngrowot dipercaya dapat membersihkan tubuh dan jiwa dari hal-hal negatif. Untuk memahami lebih lanjut tentang puasa ngrowot, simak pembahasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.
Apa Itu Puasa Ngrowot?
Mengutip buku berjudul Mizan Ar-Rusyd Mukhtashar Kitab Az-Zuhd li Al-Imam Ahmad bin Hanbal karya H. Brilly El-Rasheed (2023), istilah ngrowot berasal dari bahasa Jawa, yaitu "wod/wot" yang berarti "akar".
Ngrowot merujuk pada kebiasaan mengonsumsi kerowodan, seperti buah-buahan, umbi, jagung, atau sayuran, sebagai pengganti makanan lain. Makanan lain di sini maksudnya adalah nasi beserta olahannya.
Jadi, puasa ngrowot dapat diartikan sebagai puasa yang bertujuan untuk menahan diri dari mengonsumsi makanan yang berbahan dasar beras dan menggantinya dengan wod.
Dijelaskan dalam buku Mengenal Agama Manusia karya Jonar Situmorang (2021), puasa ngrowot dilakukan mulai pukul 03.00 hingga 18.00 WIB. Puasa ini mengharuskan Anda untuk tidak makan atau minum apa pun dari fajar hingga waktu berbuka.
Setelah berbuka, hanya umbi-umbian dan air putih yang boleh dikonsumsi hingga bangun tidur keesokan harinya. Berbeda dengan tradisi puasa lainnya, dalam puasa ngrowot, tidur diperbolehkan selama pelaksanaannya.
Pembacaan niat puasa ngrowot bisa dilakukan secara lisan dengan memfokuskan niat tersebut untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Dalam puasa ngrowot, tidak ada bacaan khusus yang diamalkan karena memang tidak tertulis dalam Al-Quran maupun hadits.
Baca juga: Niat Puasa Qadha Ramadhan di Hari Kamis dan Tata Caranya
Tujuan dan Manfaat Puasa Ngrowot
Puasa ngrowot dilaksanakan sebagai bentuk upaya menahan diri. Hal ini juga dikenal dengan istilah tirakat atau laku prihatin. Menurut buku Bahagia Ala Orang Jawa karya Asti Musman (2018), tujuan puasa ngrowot adalah membersihkan jiwa dan raga atau tazkiyatun nafs.
Tazkiyatun nafs adalah proses pembersihan jiwa dari segala kekurangan dan penyakit, serta penerapan kesucian yang diperoleh melalui rangkaian ibadah. Dengan jiwa dan raga yang bersih, mereka akan lebih khusyuk dan memiliki semangat yang kuat saat melewati bulan tersebut.
Puasa ngrowot dipercaya memberikan berbagai manfaat, baik untuk kesehatan jasmani maupun rohani. Secara jasmani, tubuh akan menjadi lebih sehat karena mengonsumsi makanan selain nasi, seperti jagung, kentang, dan singkong yang kaya akan nutrisi.
Untuk kesehatan rohani, puasa ngrowot membantu mengurangi ketergantungan pada nasi, meningkatkan rasa syukur, dan melatih pengendalian hawa nafsu. Selain itu, puasa ini juga mengajarkan kesederhanaan dan keikhlasan dalam menjalani kehidupan.
(RK)
