Konten dari Pengguna

Mengenal Batasan Toleransi dalam Islam yang Harus Ditaati Setiap Muslim

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi batasan toleransi dalam Islam (Pixabay).
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi batasan toleransi dalam Islam (Pixabay).

Toleransi adalah salah satu sikap yang dijunjung tinggi dalam ajaran agama Islam. Namun, ada batasan toleransi dalam Islam yang harus ditaati oleh setiap Muslim.

Toleransi dalam Islam dikenal dengan istilah tasamuh. Menurut Muhaemin dalam buku Al-Quran dan Hadist, tasamuh artinya sikap menerima perbedaan pendapat, pandangan, kepercayaan, atau kebiasaan.

Sementara dalam KBBI, tasamuh artinya kelapangan dada. Jadi, memahami konsep toleransi sangat penting agar tercipta suasana saling menghargai dan membantu antar sesama umat manusia.

Lantas, apa saja batasan toleransi dalam Islam? Berikut penjelasan lengkapnya yang perlu dipahami.

Batasan Toleransi dalam Islam

Ilustrasi batasan toleransi dalam Islam (Pixabay).

Menurut Dr. Rosidin, M. Pd. I, dalam buku Inspirasi Kultum dan Khutbah, ada sejumlah batasan toleransi dalam Islam. Batasan itu dibagi menjadi dua kategori, yakni batas toleransi di bidang ibadah dan bidang muamalah.

Batasan-batasan ini harus selalu dijaga agar umat Muslim agar tetap berada di jalan yang lurus atau kebenaran. Berikut batasan-batasan toleransi di beberapa bidang kehidupan yang bisa dijadikan panduan:

Di Bidang Ibadah

1. Batas toleransi di bidang akidah

Rasulullah SAW pernah diajak ‘bertukar ibadah’ oleh kaum Quraisy. Mereka menawarkan diri bertukar ibadah secara bergiliran.

Artinya, hari ini mereka mengikuti ibadah umat Muslim dan esok hari umat Muslim harus mengikuti ibadah kaum kafir. Namun, tawaran tersebut ditolak dengan turunnya surat Al-Kafirun ayat 6 yang berbunyi:

لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ ࣖ

Artinya: Bagimu agamamu, dan bagiku agamaku.

Ayat tersebut menjelaskan bahwa dalam Islam tidak ada toleransi dalam hal akidah. Contohnya, saat mengikuti doa bersama antarumat beragama, maka umat Islam harus membaca doa sendiri dan tak boleh ikut mengamini doa agama lain di luar Islam.

2. Batas toleransi di bidang fikih

Salah satu contoh sederhana penerapan toleransi di bidang fikih adalah adanya perbedaan awalan bacaan Al-Fatihah dalam sholat pada mazhab Syafi’i dan Maliki. Menurut mazhab Syafi’i, bacaan diawali dengan basmalah, sementara untuk Maliki adalah hamdalah.

Keduanya sama-sama memiliki landasan dalil yang shahih. Sehingga, sudah sepatutnya kedua mazhab tersebut saling dihormati, bukannya malah dicari mana yang salah atau benar.

Begitu juga dengan pembacaan qunut dalam sholat Subuh. Umat Islam diberikan kebebasan untuk memilih, melaksanakannya dengan bacaan qunut atau tidak. Artinya, umat Islam diberikan kebebasan untuk memilih asalkan pilihan tersebut bukan perbuatan dosa.

3. Batas toleransi di bidang akhlak

Sudah sewajarnya bagi seorang Muslim yang melihat suatu kemunkaran dalam syariat Islam untuk segera melakukan nahi munkar atau mencegahnya. Sebagaimana disampaikan dalam hadis yang diriwayatkan dari Abu Sa'id al-Khudriy berikut ini.

Ia berkata, Rasulullah SAW bersabda:

"Barangsiapa di antara kamu melihat kemunkaran, hendaklah ia mencegah kemunkaran itu dengan tangannya. Jika tidak mampu, hendaklah mencegahnya dengan lisan, jika tidak mampu juga, hendaklah mencegahnya dengan hatinya. Itulah selemah-lemahnya iman." (HR. Muslim)

Dengan kata lain, apabila umat Muslim melihat kemunkaran, maka tak boleh ada toleransi dalam dirinya. Lakukanlah nahi munkar, sesuai dengan kemampuan diri masing-masing.

Ilustrasi batasan toleransi dalam Islam (Pixabay).

Di Bidang Muamalah

1. Batas toleransi di bidang interaksi sosial

Allah berfirman dalam Al Quran surat Al-Mumtahanah ayat 8:

لَا يَنْهٰىكُمُ اللّٰهُ عَنِ الَّذِيْنَ لَمْ يُقَاتِلُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ وَلَمْ يُخْرِجُوْكُمْ مِّنْ دِيَارِكُمْ اَنْ تَبَرُّوْهُمْ وَتُقْسِطُوْٓا اِلَيْهِمْۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ

Artinya: Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.

Merujuk pada ayat tersebut, maka seorang Muslim boleh berinteraksi dengan umat agama lain. Asalkan, interaksi tersebut tidak mengancam jiwa, harga diri, harta, maupun wilayah orang Muslim.

2. Batas toleransi di bidang ekonomi

Allah mengajarkan untuk berbuat adil. Karenanya, dalam Al-Quran Allah melarang adanya monopoli ekonomi yang membuat kekayaan hanya dinikmati oleh sejumlah orang kaya.

Selain itu, Islam juga tidak memberi toleransi pada aktivitas ekonomi yang hanya menguntungkan satu pihak. Contohnya, pemalsuan barang dagangan, perjudian, rentenir, dan lainnya.

Selain batasan-batasan tersebut, ada juga batasan toleransi di bidang muamalah lainnya, seperti politik, pidana, hingga keluarga. Adanya, batasan ini bisa digunakan sebagai panduan bagi seorang Muslim agar tidak tersesat dan berada di jalan yang benar.

Frequently Asked Question Section

Apa pengertian toleransi dalam agama Islam?
chevron-down

Toleransi atau tasamuh adalah sikap menerima perbedaan pendapat, pandangan, kepercayaan, maupun kebiasaan.

Mengapa ada batasan toleransi dalam islam?
chevron-down

Agar umat Muslim senantiasa berada di jalan yang lurus.

Apakah umat Islam boleh mengikuti ibadah umat agama lain?
chevron-down

Tidak boleh karena sama dengan melanggar batas toleransi di bidang akidah.

(NSA)