Mengenal Co Parenting, Pola Asuh Ideal untuk Orang Tua yang Bercerai

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Co parenting adalah pola pengasuhan anak yang dianggap tepat bagi pasangan yang memutuskan bercerai. Pola pengasuhan ini dapat membuat anak merasa tetap disayangi dan tidak trauma meskipun orang tuanya berpisah.
Umumnya, anak-anak yang menghadapi proses perceraian orang tua akan merasa dunianya jungkir balik. Berdasarkan penjelasan di laman Help guide, pengalaman itu bahkan bisa menjadi trauma bagi anak dan memicu rasa stres, apalagi jika mereka sudah remaja.
Untuk membantu anak tetap sehat secara mental, maka orang tua perlu bekerja sama secara kooperatif untuk menerapkan co parenting. Pertanyaannya, apa itu co parenting? Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.
Apa itu Co Parenting?
Dikutip dari laman Inner Melbourne Clinical Psychology, co parenting adalah pola pengasuhan yang dilakukan dua orang untuk mendukung tumbuh kembang anak. Umumnya, co parenting dilakukan orang tua pasca perceraian.
Co parenting orang tua yang bercerai mencakup komunikasi teratur. Mereka saling berbagi informasi tentang kebutuhan perkembangan anaknya. Selain itu, mengoordinasikan jadwal agar anak tetap punya waktu bersama ayah dan ibunya.
Pola asuh yang sehat ini sangat bermanfaat bagi anak. Sebab mereka tidak akan merasa lingkungannya berubah meski orang tuanya berpisah, mereka pun jadi lebih tenang dan merasa didukung.
Dalam sebuah penelitian juga dijelaskan bahwa co parenting yang kooperatif berpengaruh terhadap self esteem anak. Kepercayaan dirinya jadi lebih tinggi, prestasi akademik meningkat, dan kesehatan mental semakin baik.
Meskipun co parenting identik dengan orang tua yang bercerai, tapi pola asuh ini juga bisa diterapkan oleh orang tua tiri, keluarga angkat, dan sejenisnya. Co parenting hanya memiliki satu tujuan utama, yakni membesarkan anak dengan baik dan membuat mereka tidak merasa kehilangan figur orang tua.
Tips agar Co Parenting Sukses
Dikutip dari laman Very Well Mind, berikut beberapa kiat yang dapat dilakukan orang tua dalam mengasuh anak meskipun sudah berpisah:
Komunikasi rutin: Penting untuk tetap berkomunikasi dengan anak, orang tua tirinya jika ada, hingga mantan mertua. Hal ini dapat membantu Anda mendapatkan berbagai informasi penting tentang perkembangan anak.
Susun rencana pengasuhan bersama: Diskusikan hal-hal penting terkait pengasuhan anak bersama mantan pasangan, seperti jadwal kunjungan ke rumah masing-masing, rutinitas harian, pendidikan, keuangan, kebutuhan medis, dan lain-lain.
Diskusikan perubahan rencana: Rencana pengasuhan mungkin perlu disesuaikan dengan kebutuhan anak dan kondisi orang tua secara berkala. Jangan pernah mengubah rencana tanpa sepengetahuan mantan pasangan untuk menghindari konflik.
Beri ruang bagi orang tua tiri: Hargai pasangan baru mantan suami atau istri Anda untuk menciptakan hubungan yang harmonis dan positif bagi anak. Cobalah berikan ruang bagi orang tua tiri untuk mendekati anak Anda. Tak perlu menunjukkan sikap iri, permusuhan, atau meremehkan kehadiran mereka.
Baca Juga: 4 Jenis Pola Asuh Anak dan Pengaruhnya pada Kepribadian
(DEL)
