Konten dari Pengguna

Mengenal Falsafah Moh Limo, Dakwah yang Disebarkan Sunan Ampel

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dakwah Falsafah Moh Limo. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Dakwah Falsafah Moh Limo. Foto: Unsplash

Falsafah Moh Limo adalah falsafah Jawa yang berarti ajakan untuk meninggalkan lima perkara. Falsafah yang diciptakan oleh Sunan Ampel ini mengajarkan pengikutnya untuk tidak melakukan lima hal tercela, yakni tidak berjudi, tidak minum arak, tidak mencuri, tidak menggunakan ganja atau obat-obatan terlarang, dan tidak berzina.

Falsafah Moh Limo ini didakwahkan oleh Sunan Ampel saat Kerajaan Majapahit dilanda kekacauan. Menurut buku Sejarah Kebudayaan Islam Madrasah Ibtidaiyah Kelas VI karangan Yusak Burhanudin, pada saat itu Sunan Ampel berperan penting dalam penyebaran dakwah Islam, terutama di era Majapahit.

Tidak hanya itu, di sekitar Kutharaja, Sunan Ampel juga mulai menyebarkan gagasan penting dalam proses Islamisasi masyarakat Majapahit. Ketika itu, Sunan Ampel sendiri memang sudah terkenal karena kebijakannya.

Sunan Ampel merupakan salah satu dari tokoh Wali Songo yang turut berperan dalam penyebaran agama Islam di daerah Surabaya dan sekitarnya. Penyebaran agama Islam yang dilakukan oleh Sunan Ampel dibuktikan dengan pembangunan masjid dan pesantren di sekitarnya.

Di pesantren, Sunan Ampel mendidik para pemuda untuk menjadi dai. Beberapa muridnya, di antaranya Raden Paku, Raden Patah, Raden Makdum Ibrahim, Syarifuddin, dan Maulana Ishak.

Sunan Ampel merupakan anak dari Sunan Maulana Malik Ibrahim. Dikutip dari Hikayat Banjar dan Kotawaringin, Sunan Ampel memiliki nama asli Raja Bungsu.

Kerajaan Majapahit. Foto: Unsplash

Falsafah Moh Limo

Dalam buku Wali Songo: 9 Sunan karangan Noer Al, cara yang ditempuh oleh Sunan Ampel dalam berdakwah sangat singkat dan cepat. Ia menggunakan dakwah Falsafah Moh Limo untuk mengajak pengikutnya menghindari lima perbuatan tercela. Falsafah Moh Limo tersebut, di antaranya:

  1. Moh Main atau tidak mau berjudi.

  2. Moh Ngombe atau tidak mau minum arak atau bermabuk-mabukkan.

  3. Moh Maling atau tidak mau mencuri.

  4. Moh Madat atau tidak mau menghisap candu, ganja dan lain-lain.

  5. Moh Madon atau tidak mau berzina atau main perempuan yang bukan istrinya.

Tidak hanya Falsafah Moh Limo, Sunan Ampel juga mengajarkan tentang kepekaan sosial saat beradaptasi dalam lingkungan sosial budaya setempat. Caranya pun sederhana, hanya dengan menerima dengan baik siapapun itu, baik bangsawan maupun rakyat jelata yang ada di Ampel Denta.

Karena cara pandang yang netral ini, pesantren di Ampel Denta mendapatkan banyak pengikut yang luas dari berbagai lapisan masyarakat.

(JA)

Frequently Asked Question Section

Siapa itu Sunan Ampel?

chevron-down

Sunan Ampel merupakan salah satu dari tokoh Wali Songo yang turut berperan dalam penyebaran agama Islam di daerah Surabaya dan sekitarnya.

Siapa saja pemuda yang dididik oleh Sunan Ampel?

chevron-down

Di pesantren, Sunan Ampel mendidik para pemuda untuk menjadi dai, di antaranya Raden Paku, Raden Patah, Raden Makdum Ibrahim, Syarifuddin, dan Maulana Ishak.

Apa nama pesantren yang didirikan oleh Sunan Ampel?

chevron-down

Pesantren di Ampel Denta.