Mengenal Filosofi Stoicism dan Sejarah Terbentuknya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Stoicism adalah sikap tabah atau perasaan menahan rasa sakit dan luka. Stoicism juga dapat diartikan sebagai sikap yang tenang dan tidak menunjukan atau merasakan emosi.
Paham ini pertama kali dikenalkan oleh seorang filsuf Yunani Kuno bernama Zeno pada abad ke-3 sebelum Masehi. Pada saat itu, Zeno dan pengikutnya sering melakukan diskusi di sebuah tempat bernama Stoa Poikile.
Akhir-akhir ini aliran filsafat stoicism mulai ramai diperbincangkan kembali oleh masyarakat dunia. Karena, pemikiran ini dinilai sebagai seni sederhana dalam menghadapi masalah kehidupan.
Lalu, apa saja ajaran dari filosofi stoicism?
Mengenal Filsafat Aliran Stoicism
Mengutip laman Orion Philosophy, Stoicism diartikan sebagai tindakan seseorang yang dapat menahan rasa sakit atau kesulitan tanpa menunjukan perasaan atau emosi dengan mengeluh. Bagi seorang Stoa (penganut filosofi stoicism), filosofi ini tidak hanya mengajarkan mengenai ketabahan dalam menghadapi kesulitan hidup namun juga membentuk kejernihan dan ketenangan mental.
Menurut kaum Stoa kuno, tujuan dari sikap tabah seorang Stoa adalah mendekatkan diri pada eudaimonia yakni kebahagiaan atau kesejahteraan. Hal tersebut merupakan tujuan tertinggi dari kaum Stoa.
Sejarah Berdirinya Filsafat Aliran Stoicism
Pada abad ke-3 sebelum Masehi seorang filsuf Yunani Kuno bernama Zeno dari Citium menemukan sebuah area di Athena yang disebut sebagai Stoa Poikile. Stoa Poikile merupakan sebuah bangunan yang terdiri dari barisan tiang.
Pada kawasan ini, banyak orang yang berlalu lalang. Pada saat itu Zeno mulai berdiskusi dengan pedagang atau pejalan kaki mengenai filosofi menghadapi hidup yang tenang
Seiring waktu, mereka mulai membentuk kelompok tetap untuk berdiskusi. Sehingga kelompok diskusi ini disebut sebagai penganut Stoicism pertama.
Selain filosofi hidup, Zeno dan pengikutnya juga membahas tentang tingkat kebahagiaan yang sebenarnya diperlukan oleh manusia. Hingga akhirnya mereka merumuskan ajaran dan kebajikan hidup yang dapat diterapkan oleh kaum Stoa.
Lebih dari 2000 tahun, faham ini mulai diperbincangkan dan dipelajari kembali oleh masyarakat dunia. Sehingga, saat ini mulai muncul kaum-kaum stoa modern.
Ajaran dan Kebajikan Filsafat Stoicism
Kaum Stoa kuno telah merumuskan 4 paham atau ajaran kepada pengikutnya guna mendekatkan diri kepada kebahagiaan hidup. 4 ajaran tersebut adalah:
Menerima dunia adap adanya.
Belajar mengelola keinginan.
Menggunakan logika dan nalar dalam memahami dunia.
Bersikap adil pada diri sendiri dan orang lain.
Selain menerapkan empat ajaran di atas. Kaum Stoa juga harus memegang teguh pada empat kebajikan hidup yang diyakini tidak saja mengantarkan pada kehidupan yang bahagia namun juga menciptakan lingkungan yang bahagia.
Berikut rincian dari 4 kebajikan kaum Stoa:
Kebijaksanaan: Kemampuan untuk melihat segala sesuatu secara apa adanya
Kesederhanaan: Kemampuan untuk memoderasi perilaku agar terlepas dari keinginan dan ketakutan
Keberanian: kemampuan untuk bertindak dengan apa yang kita yakini
Keadilan: Kemampuan untuk bertindak adil
(PHR)
Frequently Asked Question Section
Apa itu kaum Stoa?

Apa itu kaum Stoa?
Stoa merupakan sebutan bagi penganut filosofi stoicism.
Siapa yang pertama kali memperkenalkan ajaran Stoiticsm?

Siapa yang pertama kali memperkenalkan ajaran Stoiticsm?
Seorang filsuf Yunani Kuno bernama Zeno.
Apa ajaran dari stoicism?

Apa ajaran dari stoicism?
Salah satu ajaran dari stoicism adalah mengajak kepada pengikutnya untuk bersikap adil pada diri sendiri dan orang lain.
