Konten dari Pengguna

Mengenal Garis Weber dan Wallace dalam Pembagian Fauna di Indonesia

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi fauna yang mendiami wilayah Indonesia. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi fauna yang mendiami wilayah Indonesia. Foto: Pixabay

Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki keanekaragaman flora dan fauna. Secara umum, fauna di Indonesia tersebar ke dalam tiga wilayah, yaitu bagian barat, tengah, dan timur.

Untuk membagi ketiga wilayah persebaran tersebut, ilmuwan Inggris bernama Alfred Russel Wallace menemukan garis pemisah yang dinamakan garis Wallace dan Weber.

Hasil pengelompokkan yang dilakukan Alfred Wallace didasarkan pada posisi wilayah Indonesia yang berada di antara dua benua, yaitu Asiatis dan Australia.

Dari situlah keberagaman fauna di Indonesia dibagi menjadi tiga macam, yaitu tipe Asiatis (fauna Indonesia bagian barat), peralihan (fauna Indonesia bagian tengah), dan Australis (fauna Indonesia bagian timur).

Garis Wallace

Ilustrasi garis Wallacea membagi wilayah fauna Indonesia bagian barat dan tengah. Foto: Pexels

Mengutip buku IPS Terpadu (Geografi, Sejarah, Sosiologi, dan Ekonomi) untuk Kelas VII SMP oleh Nana Supriatna (2016: 27), garis Wallace adalah garis batas yang memisahkan wilayah fauna tipe Asiatis dengan tipe peralihan.

Garis Wallace membentang dari Selat Lombok, menuju Selat Makassar, dan berakhir di Filipina bagian Selatan.

Kawasan fauna Indonesia barat atau tipe Asiatis meliputi Pulau Sumatra, Pulau Jawa, Pulau Kalimantan, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Fauna kawasan sering disebut juga sebagai fauna Tanah Sunda.

Adapun ciri-ciri fauna Asiatis adalah memiliki mamalia berukuran besar, berbagai jenis kera, berbagai jenis ikan air tawar, sedikit burung berwarna, dan berbagai jenis reptil.

Sementara, kawasan fauna Indonesia tengah atau tipe peralihan meliputi Pulau Sulawesi dan kepulauan di sekitarnya, Kepulauan Nusa Tenggara, serta Kepulauan Maluku. Ciri-ciri fauna tipe peralihan adalah hewan endemik dan terdapat hewan yang mirip dengan fauna Australis.

Wilayah fauna tipe peralihan disebut juga wilayah fauna Kepulauan Wallacea. Persebaran fauna di wilayah ini dibatasi oleh dua garis, yaitu garis Wallace di sebelah barat dan garis Weber di sebelah timur.

Garis Weber

Ilustrasi garis Weber membagi wilayah Indonesia bagian tengah dan timur. Foto: Pexels

Garis Weber adalah garis batas yang memisahkan wilayah fauna tipe peralihan dengan tipe Australis. Garis ini membentang dari Laut Arafura, menuju Laut Banda, dan berakhir di Laut Maluku.

Seperti yang telah yang disebutkan, wilayah persebaran fauna tipe peralihan atau Kepulauan Wallacea dibatasi oleh garis Weber di sebelah timur dan garis Wallace di sebelah barat.

Sementara, kawasan fauna Indonesia timur atau tipe Australis meliputi Kepulauan Maluku dan Papua beserta pulau-pulau kecil di sekitarnya. Wilayah ini sering disebut wilayah fauna Tanah Sahul.

Dikutip dari Modul Ilmu Pengetahuan Sosial Edisi PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) oleh Tenia Kurniawati, dkk., (2020: 76), ciri-ciri fauna Australis adalah jenis mamalia berukuran kecil, bulu burung berwarna-warni, terdapat hewan berkantung, jenis kera dan ikan air tawar sedikit.

Baca Juga: Ciri-Ciri Fauna Indonesia Tipe Asia - Australis dan Contohnya

Pembagian Wilayah Fauna Menurut Garis Wallace dan Weber beserta Jenis Hewannya

Ilustrasi fauna Indonesia yang wilayah persebarannya dibatasi garis Wallace dan Weber. Foto: Pixabay

Dirangkum dari buku IPS Terpadu untuk SMP Kelas VIII oleh Y. Sri Pujiastuti (2017: 47), garis Weber dan Wallace membagi wilayah fauna Indonesia menjadi tiga bagian, yaitu barat (tipe Asiatis), tengah (tipe peralihan), dan timur (tipe Australis).

1. Fauna Indonesia Bagian Barat (Tipe Asiatis)

Wilayah fauna Indonesia bagian barat meliputi Sumatra, Jawa, Bali, Kalimantan, dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Jenis hewannya meliputi:

  • Mamalia, misalnya gajah, harimau sumatera, badak bercula satu, tapir, rusa, beruang madu, banteng, kerbaru, monyet, orangutan, macan, tikus, bajing, kijang, kelawar, landak, babi hutan, kancil, dan kukang.

  • Reptil, misalnya buaya, kura-kura, ular, tokek, biawak, dan trenggiling.

  • Burung, misalnya burung hantu, elang, jalak, merak, dan kutilang.

  • Berbagai macam jenis ikan tawar dan pesut (sejenis lumba-lumba yang hidup di Sungai Mahakam).

2. Fauna Indonesia Bagian Tengah (Tipe Peralihan)

Regionnya terdiri dari Pulau Sulawesi, Kepulauan Nusa Tenggara, dan Kepulauan Maluku. Jenis-jenis hewan yang dapat ditemukan di wilayah ini adalah:

  • Mamalia, misalnya anoa, babi rusa, kuskus, monyet hitam, tarsisus, kuda, sapi, dan banteng.

  • Reptil, misalnya biawak, kura-kura, buaya, ular, dan komodo.

  • Amfibi, misalnya katak pohon, katak terbang, dan katak air.

  • Berbagai macam jenis burung, misalnya burung dewata, maleo, mandar, raja udang, burung pemakan lebah, rangkong, kakatua, nuri, merpati, dan angsa.

3. Fauna Indonesia Bagian Timur (Tipe Australis)

Wilayah fauna Indonesia bagian timur meliputi wilayah Papua dan pulau-pulau kecil di sekitarnya. Spesies yang mendiami wilayah ini adalah:

  • Mamalia, misalnya kanguru, wallabi, nokdiak (landak Papua), opossum layang (pemanjang berkantung), kuskus, dan kangguru pohon.

  • Reptil, misalnya buaya, biawak, ular, kadal, dan kura-kura.

  • Amfibi, antara lain katak pohon, katak air, dan katak terbang.

  • Burung, misalnya cendrawasih, kasuari, dan kakaktua.

(VIO & SFR)