Konten dari Pengguna

Mengenal Halaqah, Metode Pendidikan Islami Rasulullah

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi halaqah. Foto: Freepik
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi halaqah. Foto: Freepik

Secara etimologi, halaqah berasal dari Bahasa Arab halaqo, yahluqo, dan halqotan yang berarti lingkaran. Menurut istilah, halaqah merupakan perkumpulan dua orang atau lebih yang membahas urusan-urasan keilmuan, khususnya ilmu agama.

Dalam halaqah, para jemaah duduk melingkar sehingga bisa saling berhadapan ketika berkomunikasi. Halaqah merupakan metode yang efektif untuk mempererat hubungan sesama muslim karena dalam kegiatan tersebut terjadi proses interaksi yang itensif.

Inilah metode pengajaran yang digunakan Nabi Muhammad SAW. Rumah Dar Al-Arqam bin Abi Al-Arqam tercatat merupakan tempat halaqah pertama di masa awal Islam.

Di rumah tersebut Rasulullah mengumpulkan para sahabat, mengajarkan Islam kepada mereka, membaca Alquran, dan menjelaskannya.

Tujuan Halaqah

Tujuan diadakannya halaqah adalah sebagai berikut:

  • Terciptanya 10 sifat-sifat tarbiyah (pendidikan yang Islami), yaitu akidah yang bersih, ibadah yang benar, akhlak yang kokoh, penghasilan baik dan cukup, pikiran yang berwawasan, tubuh yang kuat, mampu memerangi hawa nafsu, mampu mengatur segala urusan, mampu memelihara waktu, dan bermanfaat bagi orang lain.

  • Tercapainya ukhuwah Islamiyah

  • Tercapainya produktivitas dakwah

  • Terciptanya kearifan dalam menyikapi berbagai peristiwa yang berkaitan dengan Islam dan umat Islam

  • Terciptanya perkembangan potensi mad’u (manusia yang menjadi sasaran dakwah)

  • Mengurangi sifaf-sifat negatif yang ada dalam diri anggota halaqah

Rukun Halaqah

Pengajian di rumah Ma'ruf Amin. Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan

Abdullah Qadiri dalam buku berjudul Adab Halaqah menyebutkan beberapa rukun halaqah yang harus ada saat proses pembelajaran. Rukun yang dimaksud adalah:

  1. Saling Mengenal

Peserta halaqah sudah sepatutnya mengenal satu sama lain dan saling mengasihi. Mengenal di sini tidak merujuk pada sekadar mengetahui nama, tetapi juga mengetahui sifat mereka.

  1. Saling Memahami

Saling memahami (tafahum) merupakan kunci ukhuwah islamiyah. Dengan tafahum, orang-orang akan melenyapkan perselisihan dan perpecahan untuk saling bekerja sama mencapai kesatuan hati dan suara.

  1. Saling Menanggung Beban

Saling menanggung beban ini didasari oleh sikap tolong-menolong. Dalam hal ini anggota halaqah bahu membahu berbagai pekerjaan yang menuntut banyak energi.

(ERA)