Konten dari Pengguna

Mengenal Harakat, Tanda Baca Dalam Alquran Beserta Cara Melafalkannya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 5 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Alquran. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Alquran. Foto: Unsplash

Dalam membaca Alquran, umat Muslim diwajibkan untuk memahami tanda bacanya agar tidak terjadi kesalahan makna. Tanda baca dalam istilah Islam disebut dengan harakat yang digunakan untuk memperjelas pengucapan huruf hijaiyah.

Pada dasarnya, harakat dipakai untuk mempermudah cara membaca huruf Arab bagi para pemula yang ingin mempelajari Alquran. Harakat berfungsi menentukan bagaimana pengucapan huruf hijaiyah di Alquran serta memberikan bunyi a, i, dan u.

Ketika membaca Alquran hendaknya hindari kesalahan dalam melafalkan harakat. Mengutip buku Tajwid Lengkap Asy-Syafi'i karya Abu Ya'la Kurnaedi, kesalahan membaca harakat bisa berakibat fatal, yaitu mengubah makna dari kata dalam ayat yang dibaca tersebut.

Ada 9 macam harakat dalam ilmu tajwid yang wajib dipelajari umat Muslim, yakni fathah, dhammah, kasrah, fathatain (tanwin fatah) dhammatain (tanwin dhammah), kasratain (tanwin kasrah), sukun, tasydid atau syaddah, dan tanda bacaan panjang lainnya.

Baca juga: Huruf Hijaiyah Ada Berapa? Ini Penjelasan dan Tanda Bacanya dalam Alquran

Tanda Baca dalam Alquran

Ilustrasi Al-quran. Foto: Din Mohd Yaman/Shutterstock

1. Fathah ( ﹷ )

Fathah adalah harakat yang bentuknya menyerupai garis miring kecil dan berada di atas suatu huruf Arab. Fathah mengeluarkan suara huruf a.

Setiap huruf hijaiyah yang mendapat harakat fathah akan berbunyi. Dengan demikian, setiap huruf Arab yang mendapat harakat fathah berbunyi /a/

Contoh:

جَ ثَ تَ بَ اَ

Dibaca ja, tsa, ta, ba, dan a.

2. Dhammah ( ُ- )

Dhammah adalah harakat yang bentuknya seperti huruf wawu kecil (و) dan terletak di atas suatu huruf Arab ( ُ ). Dhammah bersuara u.

Contoh:

رُ زُ دُ خُ حُ

Dibacanya yaitu ru, zu, du, khu, hu.

3. Kasrah ( ِ- )

Kasrah adalah harakat yang bentuknya menyerupai garis miring kecil dan diletakkan di bawah huruf hijaiyah. Kasrah mengeluarkan bunyi suara huruf i.

Contoh :

طِ ضِ صِ شِ سِ

thi, dhi, shi,syi, si.

4. Fathatain atau Tanwin Fathah ( ً- )

Fathatain disebut juga tanwin fathah yaitu harakat yang bentuknya menyerupai dua garis miring kecil dan berada di atas suatu huruf hijaiyah. Setiap huruf Arab yang mendapat harakat fathatain atau tanwin fathah akan berbunyi /-an/.

Contoh:

قً فً غً عً ظً

Dibaca qan, fan, gan, ‘an, zan.

Alquran. Foto: Unsplash

5. Dhammatain atau Tanwin Dhammah ( ٌ- )

Dhammatain dapat disebut tanwin dhammah merupakan harakat yang tersusun dari dhammah dan nun mati serta ditulis di atas suatu huruf hijaiyah. Setiap huruf hijaiyah yang mendapat harakat dhammatain atau tanwin dhammah dibaca atau berbunyi /-un/.

Contoh:

وٌ نٌ مٌ لٌ كٌ

Dibaca wun, nun, mun, lun, kun.

6. Kasratain atau Tanwin Kasrah ( ٍٍ- )

Kasratain atau tanwin kasrah adalah harakat yang bentuknya menyerupai dua garis miring kecil dan berada di bawah suatu huruf hijaiyah. Setiap huruf hijaiyah yang mendapat harakat kasratain atau tanwin kasrah dibaca atau berbunyi /-in/.

Contoh :

طٍ اٍ ءٍ يٍ ذٍ

Dibaca tin, in, in, yin, dzin.

7. Sukun ( ْ- )

Sukun adalah harakat yang bentuknya menyerupai huruf ha ( ه ) yang ditulis di atas huruf hijaiyah. Harakat sukun melambangkan fonem konsonan atau huruf mati dari suatu huruf.

Contoh :

سْ لْ كْ قْ فْ

Dibaca seperti huruf s, l, k, q, f.

8. Tasydid atau syaddah ( ّ- )

Tasydid atau syaddah adalah harakat yang bentuknya menyerupai kepala huruf sin yang diletakkan di atas huruf hijaiyah. Harakat ini melambangkan penekanan pada suatu konsonan yang dituliskan dengan simbol konsonan ganda.  

Contoh :

مَدَّ مَرَّ اَ وَّ اَ نَّ اَ مَّ

Harakat ini dibaca menjadi madda, marra, awwa, anna, amma.

9. Tanda Bacaan Panjang

Selain tanda baca di atas, ada juga harakat atau tanda baca yang melambangkan bacaan panjang. Tanda bacaan panjang tersebut dilambangkan dengan huruf alif ( ا ), wawu sukun ( وْ ), dan ya sukun ( يْ ).

Contoh :

بَتيْ بَجُوْ بُكُوْ بَتَا سَبَا

Dibaca batii, bajuu, bukuu, bataa, sabaa.

Baca juga: 14 Tanda Berhenti dalam Alquran (Waqaf) yang Perlu Dipahami Umat Muslim

Macam-Macam Harakat Lainnya

Ilustrasi Al-quran. Foto: FS Stock/Shutterstock

Selain 9 harakat yang sudah disebutkan, ada beberapa macam harakat lainnya yang akan sering dijumpai umat Muslim saat membaca Alquran. Berikut penjelasannya dirangkum dari buku Dasar-Dasar Ilmu Tajwid oleh Dr. Marzuki dan Sun Choirul Ummah:

1. Wassal

Wassal berarti melanjutkan bacaan tanpa disertai dengan bernapas. Artinya, seseorang yang membaca Alquran dengan wassal harus terus membaca bacaannya tanpa ada jeda untuk mengambil napas.

2. Waqaf

Secara bahasa, kata waqaf mengandung arti, berhenti, atau menahan gerakan. Menurut istilah, waqaf diartikan dengan memutuskan suara di akhir kata ketika membaca Alquran untuk mengambil napas sejenak.

Sederhananya, waqaf adalah berhenti membaca Alquran sejenak untuk meneruskan bacaan selanjutnya. Waqaf memiliki tiga bagian, yaitu:

  • Waqaf untuk berhenti selamanya. Misalnya, berhenti menamatkan surat Al-Baqarah lalu melanjutkannya dengan sholat. Akhir pembacaan surat Al-Baqarah itulah yang disebut waqaf.

  • Waqaf untuk mengambil napas. Ada kalanya ayat Alquran terlalu panjang sehingga tidak bisa dibaca dalam satu tarikan napas. Pembaca Alquran dapat berhenti sejenak untuk mengambil napas lalu meneruskan lagi bacaannya.

  • Waqaf untuk berhenti sebentar. Singkatnya waktu untuk waqaf, membuat seseorang tidak akan sempat bernapas meski hanya sejenak. Waqaf ini disebut juga dengan saktah.

Ilustrasi Al-quran. Foto: G.Tbov/Shutterstock

Secara garis besar,waqaf sendiri terbagi menjadi empat, yaitu:

  • Waqaf idhthirari, yaitu waqaf yang dilakukan seorang qari' karena terpaksa. Misalnya, karena kehabisan napas, batuk, lupa, dan sebagainya.

  • Waqaf intizhari, dilakukan karena terdapat perbedaan riwayat ulama qurra' terkait boleh tidaknya berhenti. Karenanya, pembaca mengambil jalan tengah dengan menghentikan bacaan pada lafadz yang diperselisihkan, kemudian mengulangi bacaan ayat pada permulaannya.

  • Waqaf ikhtibari, yaitu waqaf yang dilakukan untuk mencoba bagaimana sebenarnya qari' berhenti saat membutuhkan berhenti.

  • Waqaf ikhtiyari, dilakukan sengaja atas pilihan pembaca sendiri.

Waqaf dibunyikan dengan beberapa cara. Misalnya dengan menghilangkan tanda baca tanwin dan menggantinya dengan tanda baca yang asli. Sedangkan, tanwin lainnya diganti dengan sukun.

Cara membunyikan waqaf juga bisa dilakukan dengan mematikan huruf terakhir pada lafadz yang diwaqafkan. Misalnya pada huruf terakhir berharakat tanwin kasrahtain dan dhammatain.

3. Ibtida

Ibtida adalah memulai kembali bacaan setelah berhenti (waqaf). Ibtida dapat dilakukan saat memulai bacaan Alquran, misalnya saat mulai membaca surat Al-Kafirun.

Selain itu, ibtida berlaku jika seseorang memulai membaca Alquran setelah berhenti. Sebagai contoh, membaca surat Al-Kafirun ayat pertama dan kedua, lalu berhenti dan mulai membaca ayat ketiga. Saat memulai bacaan itulah yang dinamakan ibtida.

(HDP)

Baca juga: Belajar Cara Membaca Harakat Tasydid dengan Baik dan Benar

Frequently Asked Question Section

Apa saja tanda baca dalam Alquran?
chevron-down

Di antaranya fathah, dhammah, kasrah, dan fathatain.

Bunyi tanda baca kasrah seperti apa?
chevron-down

Kasrah merupakan harakat yang mengeluarkan bunyi suara huruf i.

Apa itu fathah?
chevron-down

Fathah adalah harakat yang bentuknya menyerupai garis miring kecil dan berada di atas suatu huruf Arab.