Konten dari Pengguna

Mengenal Ote-ote, Gorengan Khas Porong yang Muncul di Film Sayap-Sayap Patah

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi ote-ote. Foto: Shutter stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi ote-ote. Foto: Shutter stock

Daftar isi

Ote-ote mendadak viral di media sosial usai disebut dalam film Sayap-Sayap Patah yang dibintangi Nicholas Saputra dan Ariel Tatum. Dalam film tersebut, Nani (Ariel Tatum) yang tengah hamil besar mengidam ote-ote dan meminta sang suami, Aji (Nicholas Saputra) untuk membelikannya.

Ote-ote sendiri merupakan gorengan khas Porong, Jawa Timur. Ote-ote adalah camilan sejenis bakwan yang terbuat dari campuran tepung terigu dan sayuran seperti kubis, wortel dan tauge. Ada pula yang memasukkan potongan ayam, udang, hingga rumput laut sebagai isian untuk menambah kelezatannya.

Ote-ote sangat cocok dinikmati sebagai camilan sambil berbincang dengan teman ataupun keluarga. Lapisan kulit bagian luarnya garing dan renyah, sementara bagian dalamnya lembut sehingga menimbulkan sensasi lumer di mulut.

Selain rasanya yang lezat, bentuk ote-ote unik karena memakai centong sayur sebagai cetakan. Itu juga yang menjadi ciri khas ote-ote yang membedakannya dengan bakwan sayur pada umumnya.

Jika ditelusuri dari sejarahnya, sebenarnya ote-ote adalah makanan yang diperkenalkan oleh masyarakat Tionghoa. Di tempat asalnya, ote-ote bahkan masih dapat dijumpai di gerobak jualan pinggir jalan. Lalu, bagaimana ote-ote bisa dikenal secara luas di Jawa Timur? Berikut sejarah singkatnya.

Sejarah Ote-ote

Ilustrasi ote-ote. Foto: Shutter stock

Ote-ote adalah bakwan khas Tionghoa yang berasal dari Kota Fuzhou di Provinsi Fujian. Mengutip buku Kuliner Khas Tionghoa di Indonesia oleh Nicholas Melodysky, ote-ote dibawa ke Indonesia oleh keluarga Tionghoa yang memang berprofesi sebagai pedagang.

Keluarga pemilik itu pindah dari Tiongkok ke Kota Porong dan turut membawa ote-ote untuk dijual. Karena daerah Porong saat itu masih dipenuhi oleh etnis Tionghoa, dagangan mereka pun langsung laris manis.

Seiring dengan perkembangan zaman, ote-ote tidak hanya dinikmati oleh masyarakat etnis Tionghoa, tetapi juga masyarakat pribumi secara keseluruhan, terutama yang berasal dari Jawa Timur. Hingga saat ini, ote-ote masih banyak dijual sebagai gorengan di pinggir jalan, warung makan, hingga restoran.

Cara Membuat Ote-ote

Cara membuat ote-ote hampir mirip dengan bakwan. Hanya saja, ote-ote umumnya menggunakan kacang kedelai sebagai bahan campuran. Berikut cara membuat ote-ote khas Porong selengkapnya yang dikutip dari buku Makanan Kaki Lima Paling Diminati oleh Dapur Alma.

Ilustrasi ote-ote. Foto: Shutter stock

Bahan Kulit

  • 250 gram kedelai putih, rendam dalam air selama 10 jam

  • 500 ml air

  • 500 gram tepung beras

  • 50 gram bawang putih

  • Garam secukupnya

  • Minyak goreng secukupnya

Bahan Isi

  • 100 gram rumput laut kering, siram dengan air hingga lunak, tiriskan

  • 250 gram daun bawang, iris

  • 500 gram daging ayam/tiram/tuna kalengan/daging cincang, iris tipis

  • 4 siung bawang putih

  • Garam dan gula secukupnya

  • Kecap manis dan minyak wijen secukupnya

  • 125 gram cabai rawit

Cara Membuat

  1. Blender kacang kedelai, bawang putih, dan air hingga lembut, tambahkan tepung beras dan garam. Kemudian aduk rata.

  2. Panaskan 2 sendok makan minyak goreng dalam wajan, masukkan bawang putih lalu tumis sampai harum. Masukkan ayam dan masak lagi hingga setengah matang. Kemudian tambahkan kecap manis dan gula sesuai selera, masak hingga matang. Tuangkan minyak wijen, angkat.

  3. Panaskan minyak sebanyak 1,5 liter dalam wajan, siapkan sendok sayur yang telah direndam dalam minyak panas.

  4. Ambil sedikit adonan kacang kedelai lalu oleskan tipis-tipis di dalam sendok sayur tersebut, kemudian isi dengan daun bawang, rumput laut, dan tumisan ayam, lalu tutup dengan adonan kulit dengan mengolesinya lagi.

  5. Masukkan ke dalam wajan, tunggu selama 1 menit lalu ketuk-ketuk hingga ote-ote lepas dari sendok sayur. Teruskan menggoreng hingga kedua sisi kecokelatan.

  6. Setelah matang merata, ote-ote siap disajikan dengan cabai rawit.

(ADS)

Frequently Asked Question Section

Apa itu ote-ote?

chevron-down

Ote-ote merupakan gorengan khas Porong, Jawa Timur.

Apa perbedaan bakwan dan ote-ote?

chevron-down

Isian ote-ote lebih bervariasi.

Ote-ote Porong isi apa?

chevron-down

Ada yang memasukkan potongan ayam, udang, hingga rumput laut sebagai isian untuk menambah kelezatannya.