Konten dari Pengguna

Mengenal Smong, Kearifan Lokal yang Jadi Mitigasi Bencana di Aceh

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tsunami. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tsunami. Foto: Shutter Stock

Smong adalah salah satu kearifan lokal Aceh, khususnya bagi masyarakat Simeulue yang tinggal di daerah pesisir. Istilah ini digunakan sebagai sistem peringatan dini terhadap ancaman bencana tsunami yang berpotensi terjadi di wilayah tersebut.

Mengutip laman indonesia.go.id, kata smong berasal dari bahasa Devayan, bahasa asli Simeulue, yang berarti hempasan gelombang air laut. Istilah ini sudah akrab di telinga masyarakat Simeulue sejak lebih dari seratus tahun lalu.

Sampai saat ini, istilah smong masih diserukan sebagai tanda bahaya tsunami yang mengancam masyarakat setempat. Untuk mengetahui lebih lanjut apa itu smong, simak informasi selengkapnya berikut ini.

Apa Itu Smong?

Ilustrasi mengiringi syair smong. Foto: Zuhri Noviandi/kumparan

Fahmi Hafid dkk. dalam buku Manajemen Bencana dan Kegawatdaruratan: Respon dan Aksi terhadap Krisis Kesehatan menjelaskan, pada dasarnya smong adalah bait dalam syair permainan tradisional anak-anak di Pulau Simeulue yang mengisahkan bencana tsunami yang pernah terjadi dulu.

Dalam syair tersebut, dijelaskan bahwa jika terjadi guncangan dan diikuti surutnya air laut, diharuskan untuk pergi ke tempat yang lebih tinggi, karena itu merupakan pertanda akan terjadinya bencana tsunami.

Terbukti, kearifan lokal yang telah diwariskan itu berhasil menyelamatkan banyak penduduk Simeulue dari tsunami dahsyat yang menyapu Aceh pada 2004. Gempa hebat dan luapan air laut menyapu ribuan rumah penduduk, tetapi masyarakat selamat meski ada beberapa orang yang meninggal dunia.

Baca juga: Ragam Tradisi dan Upacara Adat Aceh yang Masih Dilestarikan

Asal-Usul Smong

Ilustrasi tsunami. Foto: Pixabay

Dikutip dari situs resmi Dishub Aceh, kemunculan smong berawal dari bencana tsunami yang terjadi di pesisir Pulau Simeulue pada tahun 1907 silam. Bukan hanya ribuan nyawa yang melayang, sapuan ombak besar tersebut juga mengakibatkan rumah dan surau hancur.

Oleh para tetua dan tokoh adat, kisah smong itu pun diceritakan secara turun-temurun dari generasi ke generasi melalui nafi-nafi. Nafi sendiri merupakan budaya lokal masyarakat Simeulue berupa adat tutur atau cerita yang berisi nasihat dan petuah kehidupan, tak terkecuali smong.

Cerita smong disampaikan kepada generasi muda dalam berbagai kesempatan. Misalnya, saat memanen cengkeh, setelah mengaji, juga di malam hari sebagai pengantar tidur buah hati. Harapannya, kisah ini bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat agar tragedi serupa tidak terulang lagi.

Di era sekarang, smong tidak hanya diceritakan melalui nafi-nai, tetapi juga melalui nanga-nanga dan kesenian Nandong. Kisah itu pun disenandungkan melalui lagu dan puisi, salah satunya yang diciptakan oleh Muhammad Riswan alias Moris, salah satu tokoh adat sekaligus pemerhati budaya Simeulue.

Berikut bunyi bait syair lagu karya Moris yang bercerita tentang smong:

Enggel mon sao surito…

Inang maso semonan…

Manoknop sao fano…

Uwi lah da sesewan…

(Dengarlah sebuah cerita)

(Pada zaman dahulu)

(Tenggelam satu desa)

(Begitulah mereka ceritakan)

Unen ne alek linon…

Fesang bakat ne mali…

Manoknop sao hampong…

Tibo-tibo mawi…

(Diawali oleh gempa)

(Disusul ombak yang besar sekali)

(Tenggelam seluruh negeri)

(Tiba-tiba saja)

(ADS)

Frequently Asked Question Section

Apa arti smong?

chevron-down

Kata smong berasal dari bahasa Devayan, bahasa asli Simeulue yang berarti hempasan gelombang air laut.

Bagaimana kisah smong disampaikan?

chevron-down

Kisah smong diceritakan secara turun-temurun dari generasi ke generasi melalui nafi-nafi.

Bagaimana asal-usul Smong?

chevron-down

Kemunculan smong berawal dari bencana tsunami yang terjadi di pesisir Pulau Simeulue pada tahun 1907 silam.