Konten dari Pengguna

Mengenal Tangga Nada Diatonis Sebagai Salah Satu Unsur Pembentuk Musik

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

ยทwaktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tangga nada. Foto: Vecteezy
zoom-in-whitePerbesar
Tangga nada. Foto: Vecteezy

Musik adalah ilmu seni yang berkaitan dengan suara, disusun sedemikian rupa dan mengandung irama serta keharmonisan di setiap nadanya. Untuk dapat menghasilkan sebuah musik, diperlukan tangga nada sebagai salah satu unsur pembentukannya.

Tangga nada dalam musik adalah susunan atau urutan nada yang berjenjang sehingga dapat mengeluarkan suara yang indah dan merdu. Tangga nada disusun mulai yang paling dasar sampai nada oktaf.

Terdapat dua jenis tangga nada, yaitu tangga nada pentatonis dan diatonis. Tangga nada diatonis memiliki tujuh nada primer dan satu nada lainnya merupakan pengulangan dari nada pertama. Interval jarak dua tangga nada adalah satu dan setengah.

Contoh dari tangga nada diatonis adalah do, re, mi, fa, sol, la, si, do. Tangga nada diatonis dibedakan menjadi menjadi dua kelompok, yaitu tangga nada mayor dan tangga nada minor.

Tangga nada. Foto: Vecteezy

1. Tangga Nada Diatonis Mayor

Tangga nada ini memberikan efek nuansa yang ceria dan suasana yang bahagia. Pada tangga nada mayor, intervalnya adalah 1, 1, 1/2, 1, 1, 1, 1/2.

Umumnya, tangga nada mayor diawali dengan do dan dapat ditemukan pada lagu anak-anak yang memiliki nuansa ceria, contohnya adalah lagu "Bintang Kecil".

Selain itu, tangga nada mayor dapat juga ditemukan pada lagu-lagu daerah seperti berikut ini.

  • Lagu Anak Kambing Saya dari Nusa Tenggara Timur.

  • Lagu Yamko Rambe Yamko berasal dari Papua.

  • Lagu Ampar-Ampar Pisang, yang berasal dari Kalimantan Selatan.

2. Tangga Nada Diatonis Minor

Berbeda dengan tangga nada mayor yang membawa nuansa ceria, nada diatonis minor terdengar kurang bersemangat dan cenderung bersifat sedih.

Interval tangga nada minor adalah 1, 1/2, 1, 1, 1/2, 1, 1. Biasanya lagu yang menggunakan tangga nada ini diawali dan diakhiri dengan la. Contoh lagu yang menggunakan tangga nada minor adalah sebagai berikut.

  • Lagu Es Lilin berasal dari Sunda.

  • Lagu Piso Surit dari Sumatera Utara.

  • Lagu Cikat Cikat Tiga Lingga berasal dari Sumatera Utara.

  • Lagu Kole-Kole dari Maluku.

  • Lagu Ole Sioh, yang berasal dari Maluku.

(HDP)