Konten dari Pengguna

Mengenal Watak Tokoh dan Unsur Penting Lain dalam Sebuah Cerita

Berita Hari Ini
Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
3 Januari 2022 16:29 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi tulisan. Foto: jarmoluk via Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tulisan. Foto: jarmoluk via Pixabay
ADVERTISEMENT
Penokohan dalam sebuah cerita berperan penting dalam menciptakan kemistri dan kecocokan. Dengan penokohan yang tepat, pembaca akan tertarik untuk melanjutkan sebuah cerita hingga ke akhir bagian.
ADVERTISEMENT
Unsur penokohan identik dengan tokoh dan watak yang meliputinya. Mengutip buku Kisi-Kisi Terbaru US SD/MI 2018 susunan Edu Penguin, pengaplikasian penokohan dapat dilihat secara langsung melalui sikap, ucapan, tingkah laku, serta suara tokoh.
Watak tokoh yang baik disebut protagonis, sedangkan yang jahat disebut antagonis. Bagaimana ciri-ciri dan contoh sikapnya? Untuk mengetahuinya, simak penjelasan berikut.

Penokohan dan Unsur Lain dalam Cerita

Watak tokoh adalah sifat yang diciptakan oleh pengarang kepada tokoh dalam cerita. Secara umum, watak tokoh dibagi menjadi dua yakni protagonis dan antagonis.
Mengutip buku 100% Bahas Tuntas US SD/MI 2016: Matematika, Bahasa Indonesia, dan IPA, watak protagonis umumnya bersikap baik hati, ramah, dan sopan santun. Sedangkan watak antagonis cenderung bersikap licik, sombong, dan pelit.
Ilustrasi menulis surat. Foto: Shutter Stock
Watak tokoh dalam sebuah cerita dapat diidentifikasi dengan mudah melalui cara bertindak, jalan pikiran, percakapan yang dilakukan, ciri fisik, kepribadian, reaksi tokoh lain, serta narasi yang diceritakan oleh penulis.
ADVERTISEMENT
Penokohan dibuat menyeluruh dengan fungsi sebagai pendukung utama jalannya sebuah cerita. Selain penokohan, ada pula unsur penting lain yang terkandung di dalamnya, yakni sebagai berikut:
1. Tema
Tema merupakan gagasan sentral yang menjadi dasar disusunya atau dibuatnya sebuah cerita. Tema ini nantinya akan memengaruhi alur cerita secara keseluruhan.
2. Plot atau Alur
Plot merupakan jalinan cerita dari awal hingga akhir cerita. Umumnya, plot memuat permasalahan, konflik, klimaks, dan akhir dari permasalahan yang ada.
Dijelaskan oleh Ellizabeth Lutters dalam buku Kunci Sukses Menulis Skenario, alur cerita dibagi menjadi dua yakni plot lurus dan plot bercabang. Keduanya memiliki karakteristik sendiri yang bertumpu pada keterangan waktu dan tempat sebuah kejadian.
Ilustrasi menulis surat. Foto: Shutter Stock
3. Setting atau Latar
ADVERTISEMENT
Setting merupakan latar terjadinya cerita. Setting meliputi setting waktu, setting tempat, dan setting ruang
4. Amanat
Amanat merupakan pesan yang hendak disampaikan pengarang lewat cerita yang diciptakan. Amanat sebuah cerita dapat diketahui setelah pembaca mengapresiasi cerita tersebut.
5. Sudut Pandang
Sudut pandang adalah ciri khas yang digunakan oleh pengarang dalam menyampaikan cerita. Sudat pandang terdiri dari orang pertama, kedua, dan ketiga.
6. Gaya Bahasa
Penggunaan gaya bahasa adalah cara mengungkapkan perasaan atau pikiran dengan tujuan memberikan efek pada para pembacanya. Gaya bahasa juga digunakan untuk menciptakan suatu nada, suasana persuasif, serta dialog supaya mampu memperlihatkan interaksi sekaligus hubungan antar tokoh.
Gaya bahasa disebut juga dengan majas. Banyak sekali macam-macamnya seperti majas alegori, hiperbola, personifikasi, dan lain sebagainya.
ADVERTISEMENT
(MSD)