Konten dari Pengguna

Microsleep: Pengertian, Penyebab, Tanda-tanda, dan Cara Mencegahnya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi microsleep artinya Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi microsleep artinya Foto: Shutterstock

Microsleep artinya kondisi tertidur secara tiba-tiba tanpa disadari. Gangguan tidur ini memang bukan masalah besar. Namun dalam beberapa kondisi, microsleep sangatlah berbahaya.

Menurut Cahya Aji Saputra, dkk. dalam Jurnal Deteksi Kantuk Pengendara Roda Empat Menggunakan Haar Cascade Classifier dan Convolutional Neural Network, microsleep bisa terjadi dalam kondisi mata terbuka atau tertutup. Kelelahan menjadi penyebab utama masalah ini.

Untuk memperdalam pengetahuan terkait microsleep, Anda bisa menyimak artikel di bawah ini.

Apa Itu Microsleep?

Mengutip buku Panduan Praktis Pengelolaan Fatigue Bagi Penerbang: Aktivitas Fisik, Latihan Fisik dan Waktu Tidur karya Dr. Retno Wibawanti, dkk., microsleep adalah kondisi tidur sementara yang terjadi tanpa disadari. Di mana seseorang tertidur dan menjadi tidak responsif terhadap lingkungan sekitarnya.

Di sisi lain, microsleep juga dapat diartikan sebagai kondisi hilangnya kesadaran atau perhatian seseorang karena merasa lelah atau mengantuk.

Ilustrasi microsleep artinya Foto: Shutterstock

Periode microsleep biasanya berlangsung selama 3-30 detik. Meskipun sebentar, kondisi ini dapat berakibat fatal dalam kondisi tertentu, misalnya ketika berkendara.

Sebagai contoh, apabila seseorang tertidur selama tiga detik saat melaju dengan kecepatan 60 mil per jam, orang tersebut bisa menempuh jarak 300 kaki ke arah yang salah. Ini dapat membuat kendaraan keluar dari jalur, menuju jalur lalu lintas berlawanan, hingga menabrak kendaraan di sekitar.

Di sisi lain, beberapa penelitian menunjukkan bahwa microsleep yang dialami pekerja medis bisa memberikan dampak serius. Mereka bisa berpotensi melakukan kesalahan medis hingga tertusuk jarum suntik.

Berdasarkan informasi di atas, dapat dikatakan bahwa microsleep merupakan gangguan tidur yang sangat berbahaya untuk mereka yang bekerja sebagai pilot, pengontrol lalu lintas udara, supir truk dan lokomotif, pekerja pabrik, hingga tenaga medis.

Ilustrasi microsleep artinya Foto: Shutterstock

Penyebab dan Tanda-tanda Microsleep

Kurangnya waktu tidur menjadi pemicu utama microsleep. Mengutip buku Healthy Nurse: Napping Sehat Bagi Perawat dan Tenaga Kesehatan oleh Hanny Handiyani (2018), seseorang yang kekurangan jam tidur akan mengalami hutang tidur.

Apabila jam tidur tidak diperbaiki, utang tidur akan terus bertambah. Semakin besar utang tidur, maka semakin besar pula risiko terjadinya microsleep.

Biasanya, microsleep dialami oleh mereka yang menderita insomnia dan bekerja shift malam. Namun, kondisi tersebut juga bisa terjadi apabila Anda mengalami gangguan tidur, seperti apnea tidur obstruktif, narkolepsi, ganguan gerakan tungkai periodik, dan gangguan pola sirkadian.

Mereka yang mengalami microsleep umumnya menunjukkan tanda-tanda awal atau gejala tertentu. Nah, berikut tanda-tanda microsleep seperti dikutip dari situs Healthline:

  • Tidak menanggapi informasi.

  • Menguap secara berlebihan.

  • Cenderung menundukkan kepala karena mengantuk.

  • Tidak bisa mengingat kejadian satu atau dua menit yang lalu.

  • Mata berkedip dengan lambat sambil berusaha terjaga.

  • Mengalami sentakan tubuh secara tiba-tiba.

Ilustrasi microsleep artinya Foto: Pixabay

Cara Mencegah Microsleep

Mengutip situs Web MD, ada beberapa cara yang bisa diterapkan untuk mencegah microsleep ketika berkendara, antara lain:

1. Mencukupi Kebutuhan Tidur

Pastikan Anda mencukupi kebutuhan tidur setiap hari. Untuk orang dewasa, jam tidur ideal berkisar antara 7-9 jam, remaja sekitar 8-10 jam, sedangkan lansia sekitar 7-8 jam dalam sehari.

2. Mengkonsumsi Kafein

Sebelum berkendara, Anda dapat mengonsumsi kafein terlebih dahulu untuk menyingkirkan rasa kantuk. Efek kafein akan terasa setelah 30 menit. Oleh karena itu, ada baiknya memberikan jeda antara waktu konsumsi kafein dan berkendara.

3. Mengobrol Ketika Berkendara

Mengobrol saat bekendara dapat menjadi salah satu solusi untuk menghindari microsleep. Itu karena berbicara dengan orang lain bisa membangunkan sel-sel otak, mempercepat pernapasan, dan memompa oksigen ekstra ke dalam aliran darah.

(GTT)

Frequently Asked Question Section

Apa yang Dimaksud dengan Microsleep?

chevron-down

Microsleep artinya kondisi tidur secara tiba-tiba tanda disadari.

Apa Saja Tanda-tanda Microsleep?

chevron-down

Ada beberapa tanda microsleep, di antaranya menguap secara berlebihan, tersentak, dan lain sebagainya.

Apa Penyebab Microsleep?

chevron-down

Microsleep disebabkan oleh waktu tidur yang kurang. Biasanya, kondisi ini dialami oleh mereka yang insomnia atau bekerja shift malam.