Konten dari Pengguna

Museum Marsinah: Jam Buka, Tiket Masuk, dan Fasilitas

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

 Suasana Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Desa Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Desa Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan

Museum Marsinah kini menjadi destinasi wisata sejarah baru di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Kehadiran museum ini merupakan bentuk penghormatan terhadap perjuangan Marsinah, sosok buruh perempuan yang dikenal sebagai simbol perjuangan hak-hak pekerja di Indonesia.

Museum tersebut mulai dibuka untuk masyarakat umum setelah diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada Sabtu (16/5). Selain menjadi tempat mengenang perjalanan hidup Marsinah, museum ini juga diharapkan menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk mengenal sejarah gerakan buruh di Indonesia.

Jika berencana mengunjungi Museum Marsinah, pastikan untuk mengetahui terlebih dahulu jam operasional, harga tiket masuk, serta fasilitas yang tersedia. Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Jadwal dan Tiket Masuk Museum Marsinah

Suasana Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Desa Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan

Museum Marsinah resmi beroperasi dan menerima pengunjung umum setelah sepekan jadwal peresmiannya. Menariknya, pengunjung dapat menikmati seluruh fasilitas yang tersedia tanpa dikenakan biaya masuk alias gratis.

Informasi tersebut disampaikan Pemerintah Kabupaten Nganjuk melalui akun Instagram resminya. Dalam unggahan pada Sabtu (16/5), akun @humaskabupatennganjuk menyatakan bahwa, "Kompleks museum ini dipastikan 100 persen gratis dan akan dibuka resmi untuk umum mulai tujuh hari setelah peresmian."

Bagi yang ingin berkunjung, berikut informasi operasional Museum Marsinah:

  • Jam operasional: Setiap hari pukul 10.00–17.00 WIB

  • Harga tiket masuk: Gratis (tidak dipungut biaya)

Adapun pengelolaan museum ini turut melibatkan keluarga Marsinah serta yayasan yang dibentuk oleh Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jawa Timur.

Fasilitas di Museum Marsinah

Suasana Museum dan Rumah Singgah Marsinah di Desa Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan

Marsinah merupakan buruh pabrik sekaligus aktivis buruh perempuan asal Nganjuk yang dikenal karena perjuangannya membela hak-hak pekerja pada masa Orde Baru. Pada Mei 1993, ia meninggal dunia setelah memimpin aksi menuntut kenaikan upah buruh.

Kasus kematiannya kemudian dijadikan simbol pelanggaran hak asasi manusia dan kekerasan terhadap aktivis buruh di Indonesia. Hingga kini, namanya terus dikenang sebagai simbol perjuangan buruh dan perlawanan terhadap ketidakadilan.

Kisah hidup Marsinah tersebut dapat dikenang melalui berbagai koleksi dan fasilitas yang tersedia di Museum Marsinah, antara lain:

1. Lokasi Museum

Museum Marsinah berada di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Kompleks Museum Pahlawan Nasional Marsinah berdiri di atas lahan seluas 938,6 meter persegi yang mencakup gedung museum dan rumah singgah.

Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea, mengungkapkan bahwa pembangunan Museum Marsinah dan Rumah Singgah menelan biaya hampir Rp3,8 miliar. Seluruh dana tersebut berasal dari gotong royong keluarga besar KSPSI tanpa menggunakan dana pemerintah.

"Total anggaran museum ini mencapai hampir Rp3,8 miliar. Saya pastikan tidak ada dana Pemerintah, tidak ada APBN maupun APBD. Semua berasal dari gotong royong keluarga besar KSPSI AGN," tegas Andi Gani saat peresmian Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah oleh Presiden Prabowo Subianto di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5) dikutip dari kumparan NEWS.

2. Diorama Sejarah

Salah satu daya tarik utama museum ini adalah diorama sejarah yang menggambarkan perjalanan hidup Marsinah, aksi demonstrasi para buruh pada era 1990-an, hingga momen penobatan Marsinah sebagai pahlawan nasional.

3. Koleksi Peninggalan Asli

Museum ini juga menyimpan berbagai barang pribadi peninggalan Marsinah yang masih terawat dengan baik. Koleksinya meliputi sepeda ontel, dompet, tas, seragam kerja, ijazah, hingga kliping koran yang merekam kasus pembunuhan dan proses pengadilannya.

4. Rumah Singgah Gratis

Selain museum, kawasan ini juga dilengkapi rumah singgah yang berada di bagian belakang kompleks. Fasilitas tersebut disediakan secara gratis bagi peziarah maupun pengunjung dari luar kota yang membutuhkan tempat beristirahat. Meski demikian, masa menginap di rumah singgah dibatasi maksimal satu malam saja.

Baca Juga: 5 Fenomena Langit Bulan Juni 2026 yang Sayang untuk Dilewatkan

(SA)