Konten dari Pengguna

Musim Kemarau 2026 Sampai Bulan Apa? Ini Informasinya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi musim kemarau 2026 sampai bulan apa. Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi musim kemarau 2026 sampai bulan apa. Foto: Unsplash.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi merilis prediksi kondisi iklim Indonesia untuk periode kemarau tahun ini. Berdasarkan pemutakhiran data hingga Dasarian III Maret 2026, sebanyak 7% Zona Musim (ZOM) di Indonesia tercatat telah memasuki musim kemarau.

Hal ini menandai dimulainya transisi musim di berbagai wilayah Indonesia yang perlu diwaspadai masyarakat. Lantas, musim kemarau 2026 sampai bulan apa? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini!

Musim Kemarau 2026 Sampai Bulan Apa dan Kapan Dimulai?

Ilustrasi musim kemarau 2026 sampai bulan apa. Foto: Unsplash.

BMKG belum merilis informasi spesifik mengenai prediksi akhir musim kemarau 2026. Namun dipastikan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi mengalami kemarau yang lebih panjang dari biasanya dengan puncak yang terjadi pada Agustus 2026.

Mengutip laporan resmi BMKG yang diterbitkan pada 10 Maret 2026, awal musim kemarau diprediksi mulai masuk secara bertahap di berbagai wilayah Indonesia mulai April hingga Juni 2026. Rinciannya sebagai berikut:

  • April 2026: 114 ZOM atau sekitar 16,3% wilayah Indonesia

  • Mei 2026: 184 ZOM atau sekitar 26,3% wilayah Indonesia

  • Juni 2026: 163 ZOM atau sekitar 23,3% wilayah Indonesia

Musim kemarau diprediksi dimulai lebih awal dari biasanya di sekitar 46,5% wilayah. Pergerakan kemarau akan diawali dari wilayah Nusa Tenggara, kemudian bertahap meluas ke wilayah Indonesia lainnya.

Adapun wilayah yang tercatat sudah memasuki musim kemarau per akhir Maret 2026 meliputi sebagian kecil Aceh, Sumatera Utara, Riau, sebagian Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, serta sebagian kecil NTB, NTT, Maluku, dan Papua Barat.

Kondisi Kemarau Diprediksi Lebih Kering, Waspadai Potensi El Niño

Ilustrasi musim kemarau 2026 sampai bulan apa. Foto: Unsplash.

Dikutip dari siaran pers BMKG tertanggal 5 April 2026, Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan menyampaikan bahwa musim kemarau 2026 diprediksi akan lebih kering dan berlangsung lebih panjang dibandingkan kondisi normal. Sebanyak 64,5% wilayah Indonesia diprediksi mengalami curah hujan di bawah normal selama periode kemarau, dan 57,2% wilayah diprediksi mengalami durasi kemarau yang lebih panjang dari biasanya.

BMKG juga memantau potensi berkembangnya fenomena El Nino pada semester kedua 2026. Hingga akhir Maret 2026, kondisi ENSO dan Indian Ocean Dipole (IOD) masih berada pada fase netral. Namun, pemodelan iklim menunjukkan kemungkinan ENSO berkembang menjadi El Nino dengan peluang 50-80% pada kategori lemah hingga moderat.

Masyarakat pun diimbau mulai mempersiapkan diri melalui pengelolaan cadangan air, penyesuaian pola tanam, serta kewaspadaan terhadap kekeringan, kebakaran hutan dan lahan. Informasi lengkap mengenai prediksi musim kemarau 2026 dapat diakses melalui laman resmi BMKG di bmkg.go.id.

(FHK)

Baca juga: Harga Minyak Goreng Naik Imbas Lonjakan Biaya Kemasan Plastik, Ini Rinciannya!