Musim Kemarau 2026 Sampai Bulan Apa? Ini Prediksi BMKG

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia masih relatif kering seiring dengan semakin luasnya wilayah yang memasuki musim kemarau. Masyarakat sudah jauh-jauh hari diimbau untuk mengantisipasi potensi kekeringan di berbagai daerah.
Langkah mitigasi tersebut diperlukan untuk mengurangi dampak kemarau terhadap sejumlah sektor yang bergantung pada ketersediaan air, seperti pertanian, sumber daya air, hingga energi. Terlebih lagi, waktu puncak kemarau dapat berbeda di setiap wilayah.
Lantas, musim kemarau 2026 sampai bulan apa? Simak informasi mengenai perkiraan berakhirnya musim kemarau di bawah ini.
Musim Kemarau 2026 Sampai Bulan Apa?
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan musim kemarau 2026 di Indonesia akan berlangsung hingga Oktober 2026. Kondisi tersebut tidak terlepas dari pengaruh El Nino yang berada pada intensitas kuat serta potensi aktifnya fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif.
Kedua fenomena tersebut cenderung mengurangi suplai uap air ke wilayah Indonesia sehingga kondisi atmosfer relatif lebih kering. Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan bahwa hasil pemantauan pada akhir Juni menunjukkan indeks bulanan Nino 3.4 telah mencapai 1,56. Artinya, intensitas El Nino telah melampaui ambang batas (threshold) kategori kuat, yakni lebih dari 1,5.
Selain itu, suhu permukaan laut di Samudra Hindia yang berada di angka -0,387 menunjukkan adanya peluang terhadap munculnya fenomena IOD positif pada periode mendatang.
Ardhasena menjelaskan bahwa dampak El Nino terhadap Indonesia akan lebih terasa ketika fenomena tersebut muncul bersamaan dengan musim kemarau. Meskipun El Nino masih terus berlangsung hingga awal 2027, dampak utamanya terhadap Indonesia diperkirakan terjadi selama periode musim kemarau.
"Pada umumnya musim kemarau tahun 2026 di Indonesia akan berakhir di sekitar pertengahan bulan Oktober," kata Ardhasena dalam jumpa pers Kamis (30/7) seperti dikutip dari laman resmi BMKG.
Selain memperkirakan waktu berakhirnya musim kemarau, BMKG menyebut puncak musim kemarau 2026 terjadi pada Agustus hingga September. Periode puncak tersebut tidak berlangsung serentak di seluruh Indonesia karena setiap wilayah memiliki zona musim (ZOM) yang berbeda, dengan ditandai curah hujan paling rendah dalam satu musim kemarau.
Berdasarkan informasi dari laman Instagram BMKG @infobmkg, berikut wilayah yang diprediksi mengalami puncak kemarau pada Agustus dan September 2026.
1. Puncak Musim Kemarau Agustus
Puncak musim kemarau pada Agustus diperkirakan terjadi di 369 ZOM atau sekitar 48,84 persen wilayah Indonesia. Daerah yang termasuk di dalamnya meliputi:
Sumatra bagian tengah
Sebagian besar Jawa
Bali
Nusa Tenggara Barat
Sebagian Nusa Tenggara Timur
Sebagian besar Kalimantan
Sebagian Sulawesi
Sebagian Maluku dan Maluku Utara
Sebagian besar Pulau Papua
2. Puncak Musim Kemarau September
Sementara itu, puncak musim kemarau pada September diperkirakan terjadi di 169 ZOM atau sekitar 25,41 persen wilayah Indonesia. Wilayah yang termasuk di dalamnya mencakup:
Kepulauan Bangka Belitung
Sebagian besar Sumatra Selatan
Lampung
Sebagian kecil Jawa
Sebagian besar Nusa Tenggara Timur
Kalimantan bagian selatan
Sebagian besar Sulawesi
Sebagian besar Maluku Utara
Sebagian Maluku
Papua Pegunungan bagian tengah
Baca Juga: Prediksi BMKG: Gempa Susulan di NTT Akan Terjadi hingga 3-4 Pekan
(SA)
