Niat Puasa Ramadhan Arab, Latin, dan Terjemahan

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan, niat menjadi bagian penting yang tak boleh terlewatkan. Pasalnya, niat dapat menentukan sah atau tidaknya nilai ibadah seseorang di sisi Allah SWT.
Selain itu, niat juga berfungsi membedakan puasa Ramadhan dengan puasa lainnya, baik itu puasa wajib di luar Ramadan maupun puasa sunnah. Tanpa niat, ibadah puasa seseorang dianggap tidak sah.
Sebagian besar umat Muslim, mengenal dua jenis niat puasa Ramadhan, yakni niat yang dibaca setiap hari dan niat satu bulan penuh. Seperti apa bacaannya? Simak lafaz niat puasa Ramadhan selengkapnya di sini!
Niat Puasa Ramadhan
Puasa Ramadan diawali dengan niat untuk berpuasa. Niat tersebut hendaknya dibaca pada malam hari dan paling lambat sebelum terbit fajar. Berikut bacaan niat puasa Ramadan sebagaimana dijelaskan dalam Buku Praktis Ibadah karya Irwan, Ahmad Jafar, dan Husain.
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.
Artinya: Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadan tahun ini, karena Allah Ta'ala.
Dalam mazhab Syafi’i, niat puasa wajib dilakukan setiap malam untuk puasa esok harinya. Sementara dalam mazhab Maliki, niat boleh dilakukan sekali di awal Ramadan untuk satu bulan penuh selama tidak terputus oleh suatu sebab.
Berikut bacaan niat puasa satu bulan penuh menurut mazhab Maliki.
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هٰذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma jami'i syahri Ramadhana hadzihis sanati fardhan lillahi ta'ala.
Artinya: Aku berniat puasa seluruh bulan Ramadan tahun ini, wajib karena Allah Ta'ala.
Dalil Kewajiban Niat Puasa Ramadhan
Puasa Ramadan termasuk salah satu dari lima rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh setiap Muslim yang memenuhi syarat. Ibadah ini menjadi sarana pembinaan diri serta upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Puasa harus diawali dengan niat. Apabila seseorang tidak berniat, baik sengaja maupun lupa, maka puasanya tidak sah karena tidak memenuhi salah satu rukun puasa.
Dalam buku Tuntunan Ibadah Ramadan dan Hari Raya karya R. Syamsul B. dan M. Nielda disebutkan hadis Rasulullah SAW: “Barang siapa yang tidak menetapkan niat puasa sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya.” (HR Ahmad).
Niat puasa dilakukan di dalam hati. Para ulama berpendapat bahwa melafalkan niat hukumnya sunnah sebagai bentuk kesungguhan hati dalam menjalankan ibadah puasa.
Di samping itu, niat puasa wajib dilakukan untuk menentukan jenis puasa serta status kefarduannya. Sebab, tata cara pelaksanaan puasa pada dasarnya sama, baik untuk puasa wajib maupun puasa sunnah. Karena itu, niat menjadi pembeda yang menegaskan apakah puasa yang dijalankan termasuk fardhu atau sunnah.
Di tengah arus informasi yang semakin cepat dan dinamika kehidupan yang terus bergerak, Ramadan menjadi momen untuk refleksi diri dan kembali pada nilai empati serta kepedulian. Sepanjang bulan suci ini, kumparan hadir dengan beragam program, liputan langsung, dan informasi relevan seputar Ramadan.
Cek informasi selengkapnya di kum.pr/ramadan2026.
Baca Juga: Hukum Mimpi Basah Saat Puasa Ramadhan di Siang Hari
(SA)
