Konten dari Pengguna

Niat Puasa Ramadhan dan Artinya, Syarat Sah Berpuasa di Bulan Suci

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto: iStockphoto
zoom-in-whitePerbesar
Foto: iStockphoto

Sebelum memasuki bulan Ramadhan, umat Muslim dianjurkan untuk memahami rukun puasa yang wajib diamalkan. Tujuannya agar ibadah puasa yang dijalankan dapat diterima oleh Allah SWT.

Mengutip buku Dahsyatnya Puasa Sunah oleh H. Amirulloh Syarbini dkk, rukun puasa ada dua, yaitu niat puasa dan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa. Karena termasuk ke dalam rukun puasa, maka membaca niat puasa Ramadhan hukumnya adalah wajib.

“Sesungguhnya amal ibadah itu harus dengan niat. Dan setiap orang mendapatkan balasan sesuai dengan niatnya.” (HR. Bukhari)

Agar menjalankan ibadah puasa tetap sah dan dapat diterima, berikut bacaan niat puasa Ramadhan dan artinya yang wajib diketahui.

Niat Puasa Ramadhan

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin’ an ada’i fardhi syahri ramadhana haadzihis sanati lillahi ta’aala.

Artinya: "Aku niat berpuasa besok pagi untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala."

Dalam buku Ensiklopedia Rukun Islam Ibadah Tanpa Khilafah Puasa oleh Drs. Syarif Hidayatullah, niat puasa dibaca setelah maghrib hingga berakhirnya subuh.

Sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits berikut, “Barang siapa yang tidak berniat (puasa Ramadhan) sejak malam (sebelum fajar), maka tidak ada puasa baginya.” (HR. Abu Daud)

(PDN)