Niat Puasa Ramadhan dan Artinya untuk Diamalkan di Bulan Suci

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Segala sesuatu yang dikerjakan harus diiringi dengan niat dan doa. Niat untuk menguatkan tujuan dan doa sebagai bentuk memohon perlindungan kepada Allah SWT, agar diberikan kemudahan.
Termasuk ketika mengerjakan perintah Allah SWT seperti puasa Ramadhan. Apabila tidak membaca niat, puasa yang dikerjakan dianggap tidak sah di mata Allah SWT.
Hal tersebut dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan Abu Daud, yaitu sebagai berikut. “Barang siapa yang tidak berniat (puasa Ramadhan) sejak malam (sebelum fajar), maka tidak ada puasa baginya,” (HR. Abu Daud)
Dari hadits tersebut juga dijelaskan mengenai waktu membaca niat puasa Ramadhan. Yaitu pada malam hari hingga sebelum memasuki waktu subuh.
Berikut bacaan niat puasa Ramadhan yang wajib diamalkan oleh umat Muslim.
Niat Puasa Ramadhan
Dalam buku Fiqih Niat oleh Umar Sulaiman Asyqar, para ulama berpendapat bahwa niat harus diiringi dengan pekerjaan yang telah diniatkan. Oleh karena itu, ketika sudah meniatkan diri untuk menjalankan puasa Ramadhan, maka harus maksimal dengan menjauhi hal-hal yang dapat membatalkan.
Berikut bacaan niat puasa Ramadhan:
وَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin’ an ada’i fardhi syahri ramadhaani haadzihis sanati lillahi ta’aala.
Artinya: "Aku niat berpuasa besok pagi untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala."
(PDN)
