Niat Puasa Ramadhan NU Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Niat merupakan rukun puasa yang menjadi kunci sah atau tidaknya ibadah seseorang. Sejumlah ulama menegaskan bahwa niat harus dibaca sebelum mulai berpuasa untuk meneguhkan hati dalam menjalankan ibadah karena-Nya.
Bagi kelompok NU (Nahdlatul Ulama), niat puasa Ramadhan bisa dilafalkan dengan bacaan tertentu sesuai mazhab yang dianut. Pedomannya bisa ditujukan pada pendapat fikih yang berkembang di kalangan para ulama.
Ada dua niat yang umumnya dilafalkan umat Muslim NU saat Ramadhan, yakni niat puasa harian yang dibaca setiap malam sebelum fajar dan niat puasa untuk satu bulan penuh. Agar tidak salah dalam melafalkan, simak bacaan niat puasa Ramadhan NU beserta Arab, latin, dan terjemahannya berikut ini!
Perbedaan Waktu Mengucapkan Niat Puasa
Terdapat dua mazhab yang sering dijadikan pedoman masyarakat NU, yakni Syafi’i dan Maliki. Menurut mazhab Syafi’i, orang yang akan berpuasa wajib berniat setiap malam Ramadhan sebelum fajar.
Pendapat ini merujuk pada hadis Nabi Muhammad SAW yang berbunyi, "Barangsiapa yang tidak berniat puasa sebelum fajar, maka puasanya tidak bermanfaat." (HR. Tirmidzi).
Hadis tersebut menegaskan bahwa niat harus dilakukan pada malam hari. Setiap hari di bulan Ramadhan dipandang sebagai ibadah yang berdiri sendiri, sehingga niat perlu diperbarui terus sebelum terbit fajar.
Berbeda dengan mazhab Maliki yang mewajibkan niat pada malam pertama Ramadan untuk satu bulan penuh. Dalam buku Kitab Fikih Sehari-hari: 365 Pertanyaan Seputar Fikih untuk Semua Permasalahan dalam Keseharian karya A.R. Shohibul Ulum dijelaskan bahwa menurut pandangan mazhab Maliki, niat di awal bulan sudah mencakup hari-hari berikutnya.
Puasa Ramadhan dipahami sebagai satu rangkaian ibadah yang utuh, sehingga tidak perlu memperbarui niat setiap malam. Pendapat ini membuat seseorang tidak perlu merasa khawatir apabila lupa membaca niat di malam-malam berikutnya.
Meski demikian, mazhab Maliki tetap menganjurkan untuk mengulang niat setiap malam Ramadhan sebagai bentuk kehati-hatian dalam beribadah.
Niat Puasa Ramadhan NU
Niat puasa harus dihadirkan dari dalam hati. Sementara itu, melafalkannya secara lisan dianjurkan agar seseorang lebih fokus dalam memulai ibadah. Mengutip laman NU Online Jakarta, berikut bacaan niat puasa yang dapat diamalkan.
1. Niat Puasa Harian
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.
Artinya: “Aku berniat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadan tahun ini karena Allah Ta’ala.”
2. Niat Puasa Sebulan Penuh (Menurut Mazhab Maliki)
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيْعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ تَقْلِيْدًا لِلْإِمَامِ مَالِكٍ فَرْضًا لِلهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma jami'i syahri ramadhani hadzihis sanati taqlidan lil imami Malik fardhan lillahi ta'ala.
Artinya: “Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadan tahun ini dengan mengikuti Imam Malik, wajib karena Allah Ta’ala.”
Di tengah arus informasi yang semakin cepat dan dinamika kehidupan yang terus bergerak, Ramadan menjadi momen untuk refleksi diri dan kembali pada nilai empati serta kepedulian. Sepanjang bulan suci ini, kumparan hadir dengan beragam program, liputan langsung, dan informasi relevan seputar Ramadan.
Cek informasi selengkapnya di kum.pr/ramadan2026.
Baca Juga: Perbedaan Sholat Tarawih 11 dan 23 Rakaat, Ini Penjelasannya
(SA)
