Niat Sholat Rebo Wekasan dan Bacaan Doanya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rebo Wekasan merupakan tradisi yang biasa dijalankan sebagian umat Islam setiap Rabu terakhir di bulan Safar dalam kalender Hijriah. Pada tahun ini, Rebo Wekasan jatuh pada 20 Agustus 2025.
Biasanya, umat Muslim melaksanakan beberapa amalan khusus di hari tersebut, salah satunya sholat Rebo Wekasan. Dalam Islam, sholat ini dikenal sebagai sholat lidaf'il bala yang diniatkan untuk memohon perlindungan dari bala dan kesialan.
Sama seperti sholat sunnah lainnya, pelaksanaan ibadah ini juga diawali dengan niat. Itu mengapa, penting bagi umat Muslim untuk memahami bacaan niat sholat Rebo Wekasan dengan benar. Agar tidak keliru, simak pembahasan lengkapnya di sini!
Niat Sholat Rebo Wekasan
Mengutip buku Jabalkat I oleh Purnasiswa 2015 MHM Lirboyo, sholat Rebo Wekasan sebenarnya tidak diperbolehkan jika niat yang dibaca adalah khusus untuk melaksanakan sholat Rebo Wekasan. Ini karena sholat tersebut tidak disyariatkan dalam ajaran Islam.
Sehingga, apabila seseorang melaksanakannya dengan niat sholat Rebo Wekasan, maka termasuk dalam bid'ah madzmumah. Nabi Muhammad SAW bersabda, "Barangsiapa mengadakan hal baru dalam agama kami ini yang bukan berasal darinya, maka hal tersebut tertolak." (HR. Bukhari-Muslim).
Namun, jika sholat ini diniatkan sebagai sholat sunnah untuk memohon perlindungan dari adzab atau musibah, seperti sholat lidaf'il bala, maka diperbolehkan. Dengan demikian, niat yang dibaca saat melaksanakan sholat Rebo Wekasan sebaiknya adalah niat sholat lidaf'il bala.
Dihimpun dari buku Amalan Shalat Rebo Wekasan oleh Ulin Nuha Mahali, berikut bacaannya:
أُصَلِّي سُنَّةً لِدَفْعِ الْبَلَاءِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى. اللهُ أَكْبَرُ
Ushalli sunnatal lidaf'il balai rakataini mustaqbilal qiblati lillahi taala.
Artinya: "Aku berniat shalat sunnah untuk menolak bala' dua rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah Ta'ala. "
Baca Juga: 3 Doa Sujud Terakhir: Bacaan Arab, Latin, dan Terjemahan
Doa Setelah Sholat Rebo Wekasan
Setelah melaksanakan sholat Rebo Wekasan, umat Muslim dianjurkan untuk membaca doa. Dikutip dari buku Amalan Shalat Rebo Wekasan oleh Ulin Nuha Mahali, berikut bacaannya:
اللَّهُمَّ يَا شَدِيدَ الْقُوَى وَيَا شَدِيدَ الْمِحَالِ يَا عَزِيزُ يَا مَنْ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيعُ خَلْقِكَ اكْفِنِي مِنْ شَرِّ جَمِيعِ خَلْقِكَ يَا مُحْسِنُ يَا مُجَمِّلُ يَا مُتَفَضِّلُ يَا مُنْعِمُ يَا مُكْرِمُ يَا مَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ ارْحَمْنِي بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ
اللَّهُمَّ بِسِرِّ الْحَسَنِ وَأَخِيهِ وَجَدِّهِ وَأَبِيهِ وَأُمِّهِ وَبَنِيهِ اكْفِنِي شَرَّ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرَّ مَا فِيهِ يَا كَافِي الْمُهِمَّاتِ وَيَا دَافِعَ الْبَلِيَّاتِ فَسَيَكْفِيكَهُمُ اللَّهُ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ وَحَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ
اللَّهُمَّ أَعْصِمْنَا مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ وَدَرَكِ الشَّقَاءِ وَسُوءِ الْقَضَاءِ وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ وَمَوْتِ الْفُجْأَةِ وَمِنْ شَرِّ السَّامِ وَالْبَرْسَامِ وَالْحُمَّى وَالْبَرَصِ وَالْجُذَامِ وَالْأَسْقَامِ وَمِنْ جَمِيعِ الْأَمْرَاضِ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Allâhumma yâ syadîdal-quwâ wa yâ syadîdal-mihâl yâ 'azîz yâ man dzallat li 'izzatika jamî'u khalqika ikfinî min syarri jamî'i khalqika yâ muhsin yâ mujammil yâ mutafadhdil yâ mun'im yâ mukrim yâ man lâ ilâha illâ anta irhamnî bi rahmatika yâ arhamar râhimîn.
Allâhumma bi sirril-hasan wa akhîhi wa jaddihi wa abîhi wa ummihi wa banîhi ikfinî syarra hâdzâl yaumi wa syarra mâ fîhi yâ kâfî almuhimmât wa yâ dâfi'al balîyât fasayakfîkahumullâhu wa huwa as-samî'ul-'alîm wa hasbunallâhu wa ni'mal wakîl wa lâ haula wa lâ quwwata illâ billâhil 'aliyyil 'azhîm.
Allâhumma a'simnâ min jahdil balâ'i wa darakis syaqâ'i wa sû'il qadhâ'i wa syamâtatil a'dâ'i wa mautil fuja'ah wa min syarris sâmi wal barsâmi wal humma wal barash wal juzâm wal asqâm wa min jamî'il amrâdh bi rahmatika yâ arhamar râhimîn. Wa shallallâhu 'alâ sayyidinâ Muhammad wa 'alâ âlihi wa shahbihi wa sallam.
Artinya: "Ya Allah, yang Maha Kuat dan Maha Dahsyat kekuasaan-Nya, wahai yang Maha Perkasa, yang kepada keperkasaan-Mu semua makhluk tunduk, cukupkanlah aku dari segala keburukan makhluk-Mu. Wahai Yang Maha Baik, Yang Maha Indah, Yang Maha Pemberi Karunia, Yang Maha Pemberi Nikmat, Yang Maha Pemurah, yang tiada Tuhan selain Engkau, rahmatilah aku dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih.
Ya Allah, dengan rahasia Hasan, saudaranya, kakeknya, ayahnya, ibunya, dan keturunannya, cukupkanlah aku dari keburukan hari ini dan keburukan yang ada di dalamnya. Wahai yang Maha Mencukupi segala keperluan, dan Wahai yang Menghalau segala musibah, maka cukuplah Allah bagi mereka, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Cukuplah Allah bagi kami, dan Dia sebaik-baik pelindung. Dan tiada daya serta upaya kecuali dengan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.
Ya Allah, lindungilah kami dari kesulitan yang berat, dari kemalangan, dari buruknya takdir, dari cemoohan musuh, dari kematian mendadak, dari penyakit sam (penyakit berbahaya), barsam (radang selaput otak), demam, kusta, lepra, dan segala macam penyakit. Dengan rahmat-Mu, wahai Yang Maha Pengasih dari segala yang pengasih. Semoga shalawat dari Allah tercurah kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, beserta keluarga dan para sahabatnya."
(NSF)
