Pantukhir: Pengertian, Jenis-Jenis, dan Tips Lolos Seleksinya

Berita Hari Ini
Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Konten dari Pengguna
1 Agustus 2022 12:04 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi prajurit TNI. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi prajurit TNI. Foto: Unsplash
ADVERTISEMENT
Selain seleksi administrasi, tes tertulis, tes kesehatan, psikotes, dan tes wawancara untuk masuk ke Akademi Militer (Akmil), Akademi Kepolisian (Akpol), dan sekolah kedinasan lainnya, harus melalui pantukhir. Pantukhir adalah akronim dari penilaian panitia penentu akhir.
ADVERTISEMENT
Pantukhir disebut juga sidang penetapan kelulusan akhir dalam seleksi penerimaan. Pantukhir menjadi pintu terakhir yang akan menentukan nasib peserta tes, apakah akan berhasil masuk ke sekolah kedinasan yang dituju atau tidak.

Jenis-Jenis Pantukhir

Pantukhir adalah seleksi yang ditujukan untuk memantau perkembangan peserta sebelum diterima masuk ke akademi atau sekolah kedinasan. Pada seleksi pantukhir, hasil dari serangkaian tes sebelumnya dilihat kembali dan diuji kelayakannya.
Dikutip dari Panduan Lengkap Tes TNI POLRI Modul Materi Terlengkap oleh Dedy Gunarto (2015: 42), ada dua jenis proses pantukhir yang harus dilalui peserta, yaitu pantukhir daerah dan pantukhir pusat. Berikut masing-masing penjelasannya:

1. Pantukhir Daerah

Pantukhir daerah atau disebut juga pantukhirda (panitia penentu akhir daerah) merupakan bentuk tes akhir di daerah untuk menentukan kelayakan peserta. Pada tahapan pantukhir ini, jumlah yang akan diterima disesuaikan dengan jumlah kuota peserta.
ADVERTISEMENT
Peserta yang lolos selanjutnya akan masuk ke tahapan pantukhir pusat. Hasil dari seleksi pantukhir daerah merupakan peserta yang siap dikirim untuk mengikuti seleksi pantukhir pusat dengan jumlah maksimal sesuai alokasi kirim.

2. Pantukhir Pusat

Pantukhir pusat atau disebut juga pantukhirpus (panitia penentu akhir pusat) merupakan tes yang mempertemukan seluruh panitia seleksi dengan peserta tes untuk dilihat kesesuaian atau hasil tes masing-masing bidang. Pada tahapan ini, bisa saja pemeriksaannya dilakukan oleh tim khusus yang ditunjuk untuk pemeriksaan akhir sebelum dinyatakan kelulusannya.
Proses seleksi umumnya melibatkan pengawas eksteral, antara lain dari Dinas Kependudukan, Dinas Pendidikan, Komisi Kepolisian Nasional, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), kalangan perguruan tinggi, lembaga swadaya masyarakat, dan lain sebagainya.

Tips Lolos Seleksi Pantukhir

Ilustrasi taruna yang diterima di Akmil. Foto: Unsplash
Bagi yang berhasil masuk ke tahap pantukhir, tes ini akan menjadi penentu keberhasilan peserta. Biasanya, panitia telah memegang peringkat nilai peserta berdasarkan tes-tes sebelumnya dan akan menilai berdasarkan sejumlah tes tersebut serta kondisi terkini.
ADVERTISEMENT
Dalam seleksi pantukhir, peserta diharapkan memiliki penilaian yang lebih baik atau setidaknya sama dengan kondisi pada awal tes. Peserta yang kondisinya menurun, apalagi jika tidak didukung dengan nilai peringkat yang baik, akan mudah tereliminasi.
Tidak sedikit peserta yang gagal pada tahap ini. Menurut Isti Fina Indriana dalam Sistem Kebut Semalam Lolos Tes Masuk TNI-POLRI (2019: 7), persentase kegagalan pada tahap pantukhir sekitar 10-20 persen.
Oleh sebab itu, penting bagi peserta untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi tes pantukhir. Berikut ini beberapa tips menghadapi seleksi pantukhir yang bisa dilakukan peserta.

1. Siapkan Mental dan Banyak Berdoa

Mental adalah faktor utama dalam tes ini. Peserta harus siap dalam menghadapi dan menerima keputusan apa pun dari tim panitia pantukhir. Banyaklah berdoa sebelum hari penentuan dan jauhkan kondisi pikiran dari hal-hal yang mengganggu.
ADVERTISEMENT

2. Jaga Kondisi Fisik

Peserta harus menjaga kondisi fisik agar tidak terlihat lemah, lesu, atau bahkan sakit di hadapan tim panitia pantukhir. Sering-seringlah melatih fisik, serta menjaga pola makan dan waktu istirahat agar tubuh terlihat segar.

3. Perbaiki Kekurangan

Inti dari seleksi pantukhir adalah kondisi yang lebih baik. Jadi, peserta diharuskan untuk berusaha memperbaiki kekurangan sebelum masa seleksi pantukhir.
Contohnya, jika dalam tes kesehatan ditemukan bahwa peserta mempunyai panu di dua titik, usahakan saat pantukhir sudah hilang atau berkurang satu titik, bukan malah bertambah banyak.
(SFR)